OK Bank catatkan pertumbuhan kinerja positif selama 2025
Special Plan – Jakarta – PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan selama tahun 2025. Tahun ini menjadi penanda penting dalam transformasi strategis perusahaan, yang secara konsisten mendorong penguatan fondasi keuangan dan peningkatan kepercayaan nasabah. Dengan dukungan Special Plan yang diterapkan sejak awal tahun, OK Bank menunjukkan kemajuan yang menggembirakan di berbagai indikator kunci, termasuk aset, penyaluran kredit, penghimpunan dana, serta profitabilitas. Wakil Direktur Utama, Hendra Lie, menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari upaya sistematis untuk memperkuat struktur bisnis dan merespons dinamika pasar.
Dalam catatan keuangan 2025, total aset OK Bank mencapai Rp13,42 triliun, meningkat dari Rp11,87 triliun pada 2024 dan Rp11,07 triliun pada 2023. Peningkatan ini sejalan dengan Special Plan yang fokus pada ekspansi portofolio dan diversifikasi layanan keuangan. Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak menjadi Rp8,98 triliun, dibandingkan Rp7,54 triliun di tahun sebelumnya. Hendra Lie menjelaskan bahwa kenaikan DPK menggambarkan tingkat kepercayaan yang semakin tinggi dari masyarakat terhadap perusahaan, terutama dalam mendukung program Special Plan yang dirancang untuk meningkatkan akses ke permodalan.
Ekspansi kredit dan kegiatan intermediasi
Penyaluran kredit OK Bank mencapai Rp10,73 triliun pada 2025, naik dari Rp9,30 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini menunjukkan kegiatan intermediasi bank yang semakin dinamis, seiring implementasi Special Plan dalam memperluas basis peminjam. Hendra Lie menekankan bahwa strategi ini dilakukan secara selektif, dengan peningkatan kualitas portofolio debitur dan ekspansi segmen kredit ritel serta korporasi. Selain itu, perusahaan juga menyoroti diversifikasi produk dan layanan sebagai bagian dari Special Plan, yang bertujuan mengakomodasi kebutuhan beragam pelanggan.
“Dengan Special Plan yang terus diterapkan, OK Bank tidak hanya memperkuat daya tahan keuangan, tetapi juga mengakselerasi pertumbuhan sektor kredit dan meningkatkan efisiensi operasional,” jelas Hendra Lie.
Pertumbuhan kredit ini diperkuat oleh kebijakan pemberian kredit yang lebih transparan dan penggunaan teknologi untuk mempercepat proses pengajuan, yang sejalan dengan visi transformasi digital yang menjadi bagian dari Special Plan.
Kinerja profitabilitas meningkat pesat
Profitabilitas OK Bank menunjukkan peningkatan pesat pada 2025, dengan pendapatan bunga bersih mencapai Rp688,88 miliar, meningkat dari Rp49,99 miliar di 2024. Laba bersih juga melonjak menjadi Rp159,98 miliar, dibandingkan Rp49,99 miliar pada tahun lalu. Peningkatan tersebut menjadi bukti keberhasilan Special Plan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pendapatan. Rasio profitabilitas menunjukkan perbaikan signifikan, dengan Return on Asset (RoA) sebesar 1,70 persen dan Return on Equity (RoE) mencapai 4,35 persen.
Di sisi lain, Margin Bunga Bersih (NIM) OK Bank mencapai 5,67 persen, sedikit lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 42,21 persen, yang sehat dan melebihi ketentuan regulasi. Hendra Lie menyatakan bahwa kinerja profitabilitas yang menggembirakan ini menjadi dasar untuk memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghadapi tantangan ekonomi global, sebagaimana diharapkan dalam Special Plan yang dirancang untuk jangka panjang.
Persiapan untuk 2026
Dalam menyampaikan paparan publik, Hendra Lie menegaskan bahwa OK Bank akan melanjutkan Special Plan sebagai dasar pengembangan bisnis di 2026. Strategi utama meliputi peningkatan aset sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan, pengembangan profitabilitas, serta penguatan liabilitas dan pendanaan. Salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas kredit, yang sejalan dengan rencana untuk mengurangi risiko kreditur dan meningkatkan kepercayaan nasabah.
“Peninjauan ulang model bisnis melalui Special Plan akan terus digalakkan dalam 2026, dengan tujuan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi OK Bank di pasar perbankan Indonesia,” tutur Hendra Lie.
Diversifikasi produk dan layanan juga menjadi prioritas, termasuk pengembangan solusi keuangan berbasis teknologi. Dengan pertumbuhan yang telah dicapai, OK Bank berharap dapat memperkuat keberlanjutan bisnis di masa depan, sambil tetap memenuhi target Special Plan dalam meningkatkan kinerja operasional.
Area operasional OK Bank saat ini mencakup DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Pertumbuhan keuangan yang signifikan ini diharapkan mendorong ekspansi ke wilayah baru dan memperkuat jaringan distribusi. Dalam Special Plan, perusahaan juga menyiapkan strategi untuk meningkatkan layanan pelanggan, sehingga dapat memperbesar pangsa pasar dan menciptakan nilai tambah bagi stakeholder.
