SOLATA: Sinema Indonesia Menggema di Eropa Timur
Beritaturah.com – Makassar menjadi saksi kembalinya karya sinematik ini ke tanah air setelah menyelesaikan rangkaian pemutaran di kawasan Eropa Timur. Film SOLATA angkat realitas pendidikan yang diangkat melalui cerita seorang guru relawan dari Jakarta yang mengajar di Ollon, Tana Toraja, berhasil membawa pengalaman dan apresiasi baru bagi publik global dalam mengenalkan narasi Indonesia. Sutradara sekaligus produser, Ichwan Persada, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Makassar pada hari Rabu.
“Film SOLATA kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan rangkaian perjalanan internasional di Eropa Timur. Film ini membawa apresiasi dan pengalaman baru dalam memperkenalkan cerita Indonesia kepada publik dunia,” kata Ichwan Persada.
Pengakuan di Panggung Internasional
Sebelumnya, SOLATA telah meraih penghargaan bergengsi berupa Special Award for Cinema from the Emerald of the Equator: Cultural Contribution and Humanism. Penghargaan tersebut diraih pada Golden FEMI Film Festival yang diselenggarakan di Sofia, Bulgaria, pada tanggal 6 Juni 2026. Kemenangan di Bulgaria menjadi awal dari tur keliling lima kota di empat negara Eropa Timur yang melibatkan pemutaran film dan dialog budaya.
Rute perjalanan dimulai dari Sofia menuju Bratislava di Slovakia pada 10 Juni 2026. Selanjutnya, tim melanjutkan ke Bulgaria pada 13 Juni 2026, kemudian Budapest di Hungaria. Tur berakhir dengan pemutaran di Ankara dan Istanbul, Turki, pada pertengahan hingga akhir Juni 2026. Perjalanan ini tidak sekadar promosi, melainkan juga ruang dialog tentang pendidikan, kemanusiaan, persahabatan, dan nasionalisme.
Kisah Guru Relawan di Tanah Toraja
Menurut Ichwan, SOLATA mengangkat realitas pendidikan melalui tokoh seorang relawan guru yang berasal dari Jakarta. Ia mengajar di Ollon, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Di daerah terpencil tersebut, sang pendidik berhadapan langsung dengan kondisi pendidikan serta kehidupan anak-anak yang jauh dari pusat kota. Pengalaman ini berkembang menjadi kisah hubungan antara guru yang diperankan oleh Artis Rendy Kjaernett dengan murid-muridnya.
Unsur menarik muncul ketika sang guru bertemu enam murid yang memiliki nama depan menyerupai nama-nama presiden Indonesia. Simbol ini memperkuat pesan nasionalisme yang ingin disampaikan melalui film. Selain pendidikan, SOLATA juga menampilkan keindahan alam, kehidupan masyarakat Toraja, lingkungan sosial, serta kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari narasi identitas Indonesia.
Dalam perjalanan di Eropa Timur, SOLATA mendapat kesempatan diputar di sejumlah kota. Tim film bertemu dengan komunitas perfilman, mahasiswa, diaspora Indonesia, serta masyarakat setempat. Kembalinya SOLATA ke Indonesia menjadi momentum untuk membawa pengalaman internasional sekaligus mendekatkan karya ini kepada penonton Tanah Air.
“Setelah meraih penghargaan di Bulgaria dan menyelesaikan tur lima kota di empat negara Eropa Timur, SOLATA terus membawa pesan tentang pendidikan, persahabatan, kebudayaan, kemanusiaan, dan nasionalisme, sekaligus memperkenalkan wajah Indonesia melalui karya sinema,” jelasnya.
Film ini menunjukkan bahwa cerita lokal dengan latar budaya Indonesia memiliki daya tarik bagi penonton internasional. SOLATA membuktikan bahwa karya sinematik Indonesia mampu berbicara kepada dunia.
Frequently Asked Questions
kapan Film SOLATA diputar di Eropa Timur? Film SOLATA diputar di lima kota Eropa Timur antara Juni 2026, dimulai dari Sofia, Bulgaria pada 6 Juni, kemudian Bratislava, Slovakia pada 10 Juni, Budapest, Hungaria, serta Ankara dan Istanbul, Turki pada pertengahan hingga akhir Juni 2026.
apa penghargaan yang diraih SOLATA di Bulgaria? SOLATA meraih Special Award for Cinema from the Emerald of the Equator: Cultural Contribution and Humanism pada Golden FEMI Film Festival di Sofia, Bulgaria, pada 6 Juni 2026.
di mana lokasi pengajaran guru dalam film SOLATA? Guru relawan dalam film SOLATA mengajar di Ollon, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, sebuah daerah terpencil yang menampilkan realitas pendidikan dan kehidupan masyarakat lokal.
siapa sutradara dan produser Film SOLATA? Ichwan Persada adalah sutradara sekaligus produser Film SOLATA yang mengangkat tema pendidikan dan nasionalisme melalui cerita guru relawan di Toraja.
