Ungu Adopsi Konsep MV Lamanya dalam Video Musik “Utara-Selatan”
Beritaturah.com – Jakarta — Ungu kembali menunjukkan kreativitasnya dengan mengadopsi konsep MV lamanya untuk video musik terbaru berjudul “Utara-Selatan”. Keputusan ini diambil oleh grup musik legendaris Indonesia untuk menghadirkan pengalaman visual yang familiar namun tetap segar bagi para penggemar. Langkah Ungu adopsi konsep MV lamanya ini bukan sekadar nostalgia, melainkan upaya strategis untuk menghubungkan masa lalu dengan karya kontemporer mereka. Sebelumnya, pendekatan visual yang serupa juga telah berhasil diterapkan pada video musik “Saat Indah Bersamamu” yang dirilis pada tahun 2007 dan menjadi salah satu hits terbesar band tersebut.
Enda, gitaris sekaligus pencipta lagu Ungu, menjelaskan kepada ANTARA bahwa karakteristik lagu “Utara-Selatan” sangat cocok dengan konsep panggung yang mereka gunakan. Menurut Enda, nuansa rock yang kental dalam komposisi tersebut memberikan kesan seperti kembali ke masa-masa awal mereka sebagai band panggung. Selain itu, aransemen musik dan dinamika vokal Pasha selama proses rekaman juga disesuaikan agar terdengar lebih hidup, layaknya pertunjukan langsung di atas panggung terbuka. Keselarasan antara audio dan visual inilah yang kemudian diwujudkan dalam video musik dengan penuh adegan aksi panggung yang memukau.
“Mungkin karena ‘nature’-nya lagu ini, sifatnya lagu ini memang lagu panggung banget, lagu yang cenderung ‘nge-rock’ itu buat kita kayak ‘flashback’ awal-awal kita memang kita band panggung banget,” ujar Enda.
Di bagian akhir tayangan klip, terdapat tulisan “to be continued” yang menandakan bahwa cerita belum selesai dan membuka peluang besar untuk pengembangan lebih lanjut. Enda menambahkan bahwa potensi karya mereka ke ranah visual yang lebih luas, termasuk film dan miniseries, terasa tak terbatas. Sebagai kelanjutan dari narasi dalam klip tersebut, Ungu telah menyelesaikan dua lagu baru yang ceritanya sengaja dirancang untuk mengikuti kisah dari “Utara-Selatan”. Video musik ini juga merupakan eksperimen pertama bagi Ungu dalam menunjukkan kemampuan personelnya sendiri untuk menggarap plot cerita secara mandiri dalam format audio-visual.
Peran Aktor dan Cliquers dalam Sukses Video Musik
Pasha, vokalis Ungu yang juga bertindak sebagai sutradara video musik “Utara-Selatan”, menjelaskan bahwa plot drama dalam klip tersebut menyoroti pergulatan batin karakter anak muda di tengah suasana konser panggung Ungu. Fokus narasi tertuju pada dilema tokoh perempuan yang diperankan Zara Leola saat ia menyusul tokoh pria yang dimainkan Kiesha Alvaro untuk menyelesaikan perdebatan mereka melalui telepon. Pasha menyoroti momen penting di akhir klip ketika Kiesha memeluk Zara, namun Zara tidak membalas pelukan tersebut. Hal ini mencerminkan keraguan Zara atas keputusannya, antara memilih pendidikan atau kekasih.
“Tapi kan kalau tadi teman-teman melihat di ujung video kan, di saat Kiesha meluk Zara, Zaranya enggak meluk Kiesha. Karena mungkin Zara juga merasa ‘Ini bener enggak sih keputusan saya?’ gitu loh, antara pendidikan dan kekasih, kira-kira gitu. Pendidikan penting, tapi perasaan juga harus nyaman,” jelas Pasha.
Kehadiran massa dalam set konser diakui oleh Pasha sebagai elemen kunci yang mendukung keberhasilan cerita dalam video musik. Rekaman visual dengan latar panggung ini menjadi sangat masif berkat partisipasi sekitar 400 orang Cliquers asli yang berperan sebagai pemeran figuran dalam konser langsung. Pasha menekankan bahwa cinta dari para Cliquers Ungu serta kehadiran mereka sebagai extras merupakan salah satu poin penting yang membuat video klip ini sukses. Ungu adopsi konsep MV lamanya kali ini berhasil menghadirkan pengalaman yang lebih mendalam bagi penonton.
Keseriusan Ungu dalam menciptakan karya ini juga terlihat dari proses pengerjaan aransemen musik yang mengalami beberapa kali perubahan total. Gitaris lainnya, Arlonsy Miraldi atau Oncy, menceritakan bahwa seluruh personel harus berdiskusi secara mendalam untuk memastikan lagu ini benar-benar matang sebelum dirilis ke platform digital. Oncy menyatakan bahwa mereka bahkan berkali-kali mengadakan pertemuan untuk video musiknya, dan ini merupakan kali pertama mereka menangani video musik dengan tingkat keseriusan setinggi itu. Dengan demikian, Ungu adopsi konsep MV lamanya tidak hanya berhasil secara visual, tetapi juga secara musikal.
Frequently Asked Questions
1. Kapan video musik “Utara-Selatan” dirilis? Video musik “Utara-Selatan” dirilis setelah proses pengerjaan yang intensif oleh seluruh personel Ungu, dengan konsep panggung yang diadopsi dari karya mereka sebelumnya.
2. Siapa saja aktor yang berperan dalam video musik ini? Video musik ini dibintangi oleh Zara Leola sebagai tokoh perempuan dan Kiesha Alvaro sebagai tokoh pria, dengan dukungan sekitar 400 Cliquers sebagai pemeran figuran.
3. Mengapa Ungu memilih konsep panggung untuk video musik ini? Ungu adopsi konsep MV lamanya karena karakteristik lagu “Utara-Selatan” yang sangat cocok dengan nuansa rock dan memberikan kesan nostalgia sebagai band panggung.
4. Apakah ada kelanjutan dari cerita dalam video musik ini? Ya, tulisan “to be continued” di akhir klip menandakan bahwa cerita belum selesai. Ungu telah menyelesaikan dua lagu baru yang ceritanya mengikuti kisah dari “Utara-Selatan”.
5. Apa yang membedakan video musik ini dengan karya Ungu sebelumnya? Video musik ini merupakan eksperimen pertama bagi Ungu dalam menunjukkan kemampuan personelnya sendiri untuk menggarap plot cerita secara mandiri dalam format audio-visual, sekaligus mengadopsi konsep MV lamanya dengan lebih serius.
