Ashanty Lepas Ujian Doktor Terbuka di Unair: Program Terbaru
Latest Program – Jakarta – Penyanyi Ashanti Hastuti, lebih dikenal sebagai Ashanty, menghadapi ujian terbuka dalam program magister terbuka di Universitas Airlangga (Unair), Selasa (13/5). Ini menjadi langkah penting dalam perjalanan pendidikan tinggi Ashanty untuk meraih gelar doktor (S3) melalui jalur program studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM). Ujian tersebut dijadwalkan berlangsung di Ruang Ujian Doktor Terbuka, Lantai II Kampus B Unair, Surabaya, sebagai bagian dari proses akhir menuju gelar akademik tertinggi.
Analisis Penelitian dan Tema yang Dibahas
Dalam ujian terbuka, Ashanty akan mempertahankan disertasi berjudul “Respons Adaptif Penyanyi Baby Boomers dan Generasi X terhadap Transformasi Digital di Industri Musik Indonesia.” Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana para pelaku industri musik dari generasi berbeda menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi dan tantangan era digital. Dengan memadukan studi tentang perilaku konsumen, pola komunikasi, dan adaptasi kreatif, karya akhir Ashanty diharapkan memberikan kontribusi signifikan bagi pemahaman masyarakat terhadap dinamika industri kreatif di Indonesia.
Tema ini relevan dengan kebutuhan industri musik dalam menghadapi ketergantungan pada platform digital, seperti streaming dan sosial media, yang memengaruhi cara penyanyi membangun koneksi dengan audiens. Ashanty, sebagai mantan vokalis band Slank, menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan bagaimana pengaruh transformasi digital berdampak pada keberlanjutan karier artis. “Latest Program ini menunjukkan komitmen saya untuk berkontribusi pada bidang yang saya cintai,” katanya dalam wawancara dengan media.
Proses Ujian dan Struktur Penilaian
Ujian terbuka berlangsung pada pukul 13.00 WIB hingga selesai. Format ini memungkinkan publik, baik akademisi maupun masyarakat umum, mengikuti proses sidang secara langsung. Para penguji akan memberikan pertanyaan dan evaluasi terhadap keaslian, metodologi, serta kontribusi disertasi. Ashanty telah melalui ujian proposal disertasi pada 23 April 2025 dengan nilai 88, yang menunjukkan kesiapan ilmiahnya sebelum menghadapi ujian utama.
Sebagai bagian dari program magister terbuka, Ashanty mempertahankan disertasi sebagai bukti capaian akhir dari studi S3. Proses ujian terbuka tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga menilai komunikasi dan kemampuan berpikir kritis. Langkah ini memperkuat reputasi Ashanty sebagai penyanyi yang juga aktif dalam bidang pendidikan dan penelitian, sebagaimana diharapkan dalam “Latest Program” yang menjadi fokus utama.
Tim Penguji dan Pembimbing
Ujian terbuka dihadiri oleh tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Theresia Indah Budhy, Visensio M.A. Dugis, Ph.D., Hendro Margono Ph.D., Dr. Mohammad Fakhruddin Mudzakkir, serta Dr. Fiona Niska Dinda Nadia. Mereka akan menilai karya akhir Ashanty secara mendalam, termasuk validitas dan reliabilitas penelitian. Ashanty sendiri dibimbing oleh Promotor Dr. Suko Widodo dan Ko-Promotor Prof. Dr. Fendy Suhariadi, yang juga terlibat dalam ujian proposal disertasi sebelumnya.
Dalam diskusi, para penguji akan memfokuskan pada cara Ashanty menganalisis perubahan perilaku penyanyi di tengah kemajuan teknologi. “Latest Program ini menggabungkan kreativitas musik dan analisis sosiologis, yang menarik untuk dikaji,” kata Prof. Dr. Fendy Suhariadi. Ia menambahkan bahwa karya Ashanty bisa menjadi referensi bagi para profesional di bidang kreatif yang ingin memahami bagaimana adaptasi digital memengaruhi peran artis.
Persiapan dan Perjalanan Akademik Ashanty
Ashanty memulai studi S3 pada 2023 setelah menyelesaikan gelar Master di Universitas Indonesia. Durasi tiga tahun dianggap cukup untuk menggali tema penelitian yang kompleks. Proses pendidikan tinggi ini menunjukkan dedikasi Ashanty dalam mengembangkan kapasitas akademik sambil tetap aktif di industri musik. Ia menjelaskan bahwa “Latest Program” ini menjadi bagian dari upaya untuk menjembatani antara seni dan ilmu, agar bisa memberikan dampak lebih luas.
Dalam persiapan ujian, Ashanty telah melakukan riset lapangan di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Hasil penelitiannya dituangkan dalam disertasi yang dirancang untuk menawarkan solusi adaptif dalam industri musik yang terus bertransformasi. Ujian terbuka menjadi momentum penting, sekaligus penilaian akhir terhadap kualitas penelitian yang telah dijalani selama tiga tahun.
Kontribusi Terhadap Bidang Kreatif
Disertasi Ashanty diharapkan menjadi kontribusi penting dalam memahami bagaimana generasi berbeda merespons perubahan digital. Tema ini relevan karena industri musik Indonesia tengah menghadapi gelombang transformasi yang mendesak. Dengan menggabungkan data empiris dan studi kasus, Ashanty memberikan gambaran holistik tentang dinamika sosial dan teknologi dalam sektor kreatif.
Hasil penelitian ini bisa menjadi acuan bagi pihak industri dalam menyusun strategi pemasaran dan pembinaan artis. Ashanty juga berharap, “Latest Program” ini mendorong lebih banyak profesional untuk terlibat dalam penelitian akademik, terutama yang berkaitan dengan dampak teknologi di bidang seni. “Saya ingin menunjukkan bahwa penyanyi bisa menjadi peneliti yang mampu mengubah pandangan tentang industri musik,” tuturnya.
