Politik

Gubernur Sumut bawa anggota DPRD lihat langsung pembangunan di Nias

Foto : Nancy Taylor - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Kolaborasi Eksekutif dan Legislatif dalam Pembangunan Nias
  2. Related Reading

Kolaborasi Eksekutif dan Legislatif dalam Pembangunan Nias

Beritaturah.com – Gunungsitoli — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution kembali menunjukkan komitmen kuat terhadap pembangunan daerah tertinggal dengan mengajak tujuh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi untuk mendampingi pelaksanaan program berkantor di Kepulauan Nias. Langkah strategis ini menegaskan bahwa Gubernur Sumut bawa anggota DPRD untuk melihat langsung kondisi lapangan dan memastikan program berjalan optimal. Kegiatan berlangsung selama lima hari, tepatnya dari tanggal 5 hingga 9 Agustus 2026, menyusul program sebelumnya yang dilaksanakan pada 15 sampai 20 Juli 2026.

Bukan sekadar membawa, menurut Gubernur, para legislator tersebut ingin menemani sekaligus mengawasi langsung jalannya pembangunan. “Kemarin mereka bertanya apa saja yang dilakukan selama berkantor di Nias,” jelas Bobby di Kota Gunungsitoli, Rabu. Kehadiran anggota DPRD ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan lembaga legislatif dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di wilayah Nias.

Anggota DPRD yang Mendampingi

Para anggota DPRD Sumut yang hadir antara lain Ketua Komisi D DPRD Sumut Timbul Jaya Hamonangan Sibarani, serta Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Defri Noval Pasaribu. Kehadiran mereka mencerminkan semangat kolaborasi antara eksekutif dan legislatif guna mempercepat pembangunan daerah. Kedua anggota komisi ini memiliki pengalaman dan keahlian yang relevan dengan isu-isu pembangunan di Nias, mulai dari infrastruktur hingga pendidikan.

Walaupun sudah saya sampaikan, mereka ingin melihat langsung di lapangan. Makanya, kita bawa mereka melihat bersama-sama. Mereka juga bisa mengawasi kerja kita di lapangan, dan kami siap diawasi. Inilah semangat kolaborasi.

Terobosan Program Berkantor

Timbul Jaya Hamonangan Sibarani menyambut baik langkah Gubernur Sumatera Utara yang kembali berkantor di Nias. Menurutnya, inisiatif ini merupakan terobosan yang belum pernah dilakukan oleh para pendahulu. “Ini Gubernur pertama berkantor di Nias. Selama ini hanya kunjungan biasa. Kami apresiasi semangat Gubernur membangun daerah tertinggal, seperti Nias dan Sipiongot. Ini harus kita akui, dan kami akan terus mendukung,” paparnya.

Sementara itu, Defri Noval Pasaribu menilai program tersebut menjadi strategi pemerintah provinsi untuk lebih dekat dengan masyarakat. Dengan kehadiran langsung di lapangan, berbagai permasalahan mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan dapat ditangani lebih cepat. “Ini model baru yang dilakukan oleh Gubernur agar lebih dekat dengan masyarakat. Gubernur ingin memangkas ketertinggalan Kepulauan Nias, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran pemerintah provinsi,” kata Defri.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumut dan DPRD Sumut menjadi faktor krusial dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. DPRD Sumut juga berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan, seperti pendidikan gratis bagi siswa SMA dan SMK. “Program tersebut diharapkan dapat diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara seiring membaiknya kondisi keuangan daerah,” tutup Defri.

Manfaat Program Berkantor untuk Nias

Program berkantor di Nias bukan hanya sekadar formalitas, melainkan strategi nyata untuk mempercepat pembangunan. Melalui kehadiran langsung di lokasi, Gubernur dan timnya dapat mengidentifikasi masalah secara real-time dan mengambil keputusan yang lebih tepat. Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi masyarakat Nias untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan secara langsung kepada pemerintah provinsi.

Dengan dukungan penuh dari DPRD Sumut, program ini diharapkan dapat menjadi model pembangunan yang berkelanjutan. Kolaborasi antara eksekutif dan legislatif ini juga akan memperkuat akuntabilitas dalam penggunaan anggaran daerah untuk pembangunan Nias. Masyarakat dapat lebih percaya bahwa program-program yang dijalankan benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan mereka.

FAQ: Program Berkantor di Nias

Berapa lama program berkantor di Nias berlangsung? Program berkantor di Nias berlangsung selama lima hari, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah provinsi Sumatera Utara.

Apa tujuan utama program berkantor di Nias? Tujuan utamanya adalah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Nias melalui pengawasan langsung dan pengambilan keputusan yang lebih responsif.

Siapa saja yang terlibat dalam program ini? Program ini melibatkan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, tujuh anggota DPRD Sumut, serta berbagai pejabat daerah di Nias.

Apakah program ini akan dilanjutkan di masa depan? Ya, program ini direncanakan akan dilanjutkan secara berkala sesuai dengan kebutuhan pembangunan di Nias dan kondisi keuangan daerah.

Leave a Comment