Humaniora

BPOM ungkap penyalahgunaan obat tertentu yang masih mengancam remaja

BPOM Ungkap Penyalahgunaan Obat Tertentu yang Masih Mengancam Remaja

BPOM ungkap penyalahgunaan obat tertentu – Dalam upaya memperkuat pengawasan terhadap kebiasaan konsumsi obat di kalangan remaja, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengungkap adanya penyalahgunaan obat tertentu yang masih menjadi ancaman serius. Isu ini tidak hanya menimpa remaja di daerah-daerah tertentu, tetapi juga meluas ke berbagai lapisan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil. BPOM menegaskan bahwa penyalahgunaan obat tertentu bukan hanya masalah pribadi, melainkan isu yang memerlukan perhatian serius dari seluruh masyarakat.

Permasalahan Penyalahgunaan Obat di Kalimantan Barat

Dalam acara Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obatan yang diadakan di Pontianak, Selasa (25 Mei 2026), Kepala BPOM Pontianak, Hariani, menjelaskan bahwa penyalahgunaan obat tertentu terus menjadi masalah utama. Dia menyoroti bahwa generasi muda, terutama remaja, sering terpapar pengaruh lingkungan dan teman sebaya yang mendorong mereka untuk mencoba berbagai jenis obat, baik secara dosis tinggi maupun berulang kali. Hariani mengungkap bahwa masalah ini tidak hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga merusak pola hidup dan masa depan mereka.

“Remaja sering kali menganggap penggunaan obat tertentu sebagai cara untuk mengatasi stres, meningkatkan energi, atau menciptakan pengalaman yang berbeda. Namun, mereka mungkin tidak menyadari bahwa efek jangka panjang dari obat-obatan ini bisa sangat berbahaya, termasuk risiko penyakit kronis, kecanduan, dan bahkan kematian. BPOM mengungkap bahwa penyalahgunaan obat tertentu terjadi di banyak wilayah, termasuk Kalimantan Barat, yang menjadi salah satu sentral permasalahan ini.”

Risiko bagi Kesehatan dan Lingkungan

Kepala BPOM Pontianak, Hariani, menambahkan bahwa obat-obatan tertentu yang dipakai secara tidak benar memiliki dampak serius pada organ tubuh, seperti hati, ginjal, dan sistem saraf. Selain itu, penggunaan berlebihan juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormonal dan gangguan kognitif. Dalam konteks lingkungan, penyalahgunaan obat ini juga berdampak pada kualitas air dan tanah, karena sisa-sisa obat yang tidak terurai bisa mencemari lingkungan sekitar.

Karena dampaknya yang luas, BPOM menegaskan bahwa masalah penyalahgunaan obat tertentu perlu diatasi secara holistik. Mereka menekankan pentingnya edukasi tentang manfaat dan risiko penggunaan obat, serta pengawasan ketat terhadap penjualan dan distribusi obat-obatan yang tidak terdaftar secara resmi. Hariani mengatakan bahwa BPOM sedang berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama orang tua dan guru, dalam mengawasi kebiasaan anak-anak mereka.

Upaya Nasional untuk Menangkal Penyalahgunaan Obat

Sebagai bagian dari upaya nasional, BPOM mengadakan Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Obat-Obatan yang diadakan secara serentak di seluruh Indonesia. Aksi ini diharapkan bisa menjadi titik awal untuk mengurangi angka penyalahgunaan obat tertentu yang kian meningkat. Hariani menekankan bahwa BPOM terus berkoordinasi dengan pihak berwenang lainnya, seperti Kementerian Kesehatan dan Dinas Pendidikan, untuk menggalang kesadaran dan keselamatan masyarakat terhadap obat-obatan.

Dalam konteks pencegahan, BPOM mengungkap bahwa penyalahgunaan obat tertentu sering kali dimulai dari kebiasaan sehari-hari, seperti penggunaan obat untuk mengatasi rasa sakit atau kelelahan. Namun, ketika penggunaan ini dilakukan secara berlebihan, dampaknya bisa sangat mengkhawatirkan. Hariani juga menyebutkan bahwa keterlibatan media dan komunitas lokal sangat penting dalam memberikan informasi yang akurat dan relevan kepada publik.

BPOM menegaskan bahwa isu penyalahgunaan obat tertentu tidak boleh diabaikan. Mereka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta dalam mencegah masalah ini, terutama di tengah kondisi sosial yang memicu remaja untuk mencari jalan keluar dari tekanan hidup sehari-hari. Dengan kesadaran yang lebih tinggi, BPOM percaya bahwa penyalahgunaan obat tertentu dapat dikurangi secara signifikan di masa depan.

Leave a Comment