PPIH Medan: Calon Haji Dihimbau Teguhkan Aturan Kerajaan Arab Saudi
Peran PPIH dalam Memastikan Disiplin Jamaah
Facing Challenges – Medan – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan mengimbau calon jamaah haji dari Sumatera Utara untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku di Kerajaan Arab Saudi. Pihak PPIH menekankan bahwa disiplin dalam menjalani proses ibadah haji sangat penting, terutama mengingat adanya perbedaan adat istiadat dan sistem peraturan yang ketat di sana. Kloter 15 yang diberangkatkan pada hari itu menjadi contoh nyata bagaimana jamaah harus siap menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul selama berada di Tanah Suci.
“Pada hari sebelumnya, terjadi kejadian yang nyata di antara jamaah dari daerah lain. Ia merekam video seorang wanita Arab, durasinya hanya 15 detik. Akibatnya sangat fatal,” ujar Ketua PPIH Embarkasi Medan Zulkifli Sitorus setelah melepas 360 calon haji Kloter 15 di Asrama Haji Medan, Sabtu.
Zulkifli menjelaskan, beberapa calon jamaah haji yang berasal dari daerah lain di Indonesia sempat ditangkap oleh otoritas Arab Saudi. Selain dikenakan denda hingga ratusan Riyal Arab Saudi, jamaah tersebut langsung dikirimkan kembali ke tanah air sebelum menyelesaikan ibadah hajinya. Hal ini mengingatkan bahwa jamaah harus benar-benar memahami dan mematuhi aturan yang berlaku, karena Facing Challenges di Tanah Suci bisa berdampak langsung pada kelancaran ibadah.
Pengalaman Jamaah dalam Menerapkan Aturan Kerajaan Arab Saudi
“Didenda mencapai 500 Riyal Arab Saudi. Calon haji itu, akhirnya dideportasi pulang ke tanah air. Beliau belum sempat menyelesaikan ibadah haji,” katanya.
Peristiwa tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi calon jamaah haji lainnya. PPIH Medan menegaskan bahwa salah satu Facing Challenges utama adalah ketidaksesuaian dengan protokol kesehatan dan aturan kebersihan yang sangat ketat di Makkah dan Madinah. Selain itu, ada juga perbedaan dalam cara berpakaian, penggunaan masker, dan perilaku dalam kerumunan. Jamaah yang tidak mematuhi aturan ini bisa mengganggu proses ibadah haji yang sudah dijadwalkan, bahkan terpaksa dipulangkan lebih awal.
Untuk mengatasi masalah ini, PPIH Medan telah menyediakan materi edukasi yang lebih detail sebelum keberangkatan. Materi tersebut mencakup penjelasan mengenai aturan kebersihan, cara berinteraksi dengan masyarakat lokal, serta tata cara melakukan ibadah haji sesuai protokol yang ditetapkan Kerajaan Arab Saudi. Zulkifli menambahkan, selain itu, pihaknya juga terus memberikan pelatihan kepada calon jamaah untuk memastikan mereka siap menghadapi Facing Challenges selama berada di Tanah Suci.
Respons Pemerintah Lokal dan Target Kuota Haji
Sementara itu, Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo menyebutkan, 562 calon jamaah haji berasal dari daerahnya telah diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini. “360 jamaah Kloter 15 Embarkasi Medan merupakan kloter terakhir. Sebelumnya, 208 calon haji tergabung dalam beberapa kloter telah diberangkatkan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terus mendorong penambahan kuota haji karena daftar tunggu mencapai 16.855 orang. Rata-rata, warga harus menunggu sekitar 26 tahun untuk mendapatkan kesempatan berhaji. Lom Lom menjelaskan bahwa PPIH Medan dan pemerintah daerah bekerja sama untuk memastikan jamaah yang berangkat bisa menjalankan ibadah haji dengan baik, tanpa mengganggu proses penyelenggaraan yang sedang berlangsung.
Menurut Lom Lom, kesiapan calon jamaah haji juga menjadi faktor penting dalam menghadapi Facing Challenges di Tanah Suci. “Kita sebagai pemerintah kabupaten mendoakan agar seluruh jamaah bisa menjalankan ibadah haji dengan sempurna. Sehat pergi, dan sehat pulang,” ujar Lom Lom.
Kesiapan dan Penyesuaian Terhadap Budaya Lokal
Di samping aturan teknis, PPIH Medan juga memperhatikan aspek budaya dan sosial. Jamaah harus mampu beradaptasi dengan cara hidup dan norma-norma masyarakat Arab Saudi, yang berbeda dari budaya Indonesia. Salah satu Facing Challenges yang sering dihadapi adalah ketidaktahuan jamaah terhadap kebiasaan lokal, seperti penggunaan bahasa Arab, adat berpakaian, dan tata cara berdoa.
Zulkifli menegaskan bahwa PPIH Medan memberikan pelatihan tambahan tentang budaya Arab Saudi agar jamaah lebih siap menghadapi berbagai situasi. “Jamaah harus memahami bahwa di sana, setiap langkah mereka bisa memengaruhi keseluruhan proses ibadah haji,” katanya. Pihaknya juga mengimbau calon jamaah untuk tetap bersikap ramah dan sopan, agar bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat setempat.
Sebagai contoh, jamaah yang tidak mengikuti protokol kebersihan seperti mencuci tangan secara rutin atau tidak mengenakan masker bisa menimbulkan risiko tertular penyakit. Selain itu, perbedaan dalam penggunaan makanan dan kebiasaan hidup juga bisa menjadi penghalang bagi kelancaran ibadah haji. Dengan memperkuat pengetahuan dan kesiapan calon jamaah, PPIH Medan berharap dapat mengurangi Facing Challenges yang mungkin muncul di Tanah Suci.
