Humaniora

Important Visit: Ombudsman Kalsel pantau layanan haji pastikan hak jamaah terpenuhi

Ombudsman Kalsel Lakukan Pemantauan Layanan Haji 2026

Important Visit – Banjarbaru, Kalimantan Selatan (ANTARA) – Ombudsman RI Kalsel melakukan inspeksi langsung untuk mengevaluasi penyelenggaraan layanan ibadah haji tahun 2026. Tujuan utama dari Important Visit ini adalah memastikan bahwa hak jamaah, termasuk kenyamanan, keamanan, dan kepuasan, terpenuhi secara optimal. Pemantauan mencakup berbagai aspek kritis seperti fasilitas kesehatan, akomodasi, konsumsi, dan pendampingan khusus bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, serta penyandang disabilitas.

Kunjungan Important Visit yang berlangsung di Banjarbaru, Kamis, dihadiri oleh Kepala Perwakilan Ombudsman Kalsel, Hadi Rahman, beserta tim inspeksi. Mereka berdialog langsung dengan jamaah untuk mendengarkan masukan serta mengidentifikasi potensi perbaikan. Selain itu, Eddy Khairani, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalsel, serta staf terkait turut serta dalam kegiatan ini, menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi untuk menjaga kualitas layanan.

Perbaikan Infrastruktur Sebagai Tanda Komitmen

“Peningkatan fasilitas di asrama haji menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas layanan,” jelas Hadi Rahman.

Dalam Important Visit ini, Ombudsman fokus pada pemeriksaan infrastruktur yang baru dibangun. Gedung penginapan, pusat layanan kesehatan, dan area ibadah menjadi prioritas. Hadi Rahman menyoroti bahwa perbaikan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga memperkuat sistem pengawasan yang lebih transparan dan partisipatif. “Jamaah sekarang memiliki akses lebih mudah ke layanan darurat, seperti jamban dan tempat parkir yang terjangkau,” tambahnya.

Lebih lanjut, pemantauan dilakukan dengan mengunjungi lokasi fisik dan meninjau berbagai data yang telah dikumpulkan. Tim Ombudsman memastikan bahwa semua layanan diatur sesuai standar yang telah ditetapkan. Menurut Hadi Rahman, tugas utama Important Visit adalah mengamati proses pengelolaan layanan haji, termasuk pengaduan yang diberikan oleh jamaah selama masa penyelenggaraan.

Respons Jamaah dan Tantangan Terkini

“Ombudsman membantu mengidentifikasi kelemahan dan memberikan saran solusi,” ujar Eddy Khairani.

Sejumlah jamaah yang diwawancarai menyampaikan masukan tentang pengalaman mereka selama berada di asrama haji. Beberapa mengapresiasi perbaikan yang telah dilakukan, sementara lainnya menyoroti beberapa kekurangan, seperti ketidakseimbangan jumlah petugas dan kesulitan mengakses informasi. Eddy Khairani menjelaskan bahwa masukan dari jamaah menjadi bagian penting dalam Important Visit ini. “Kami akan menggabungkan semua saran untuk memperbaiki layanan secara bertahap,” katanya.

Di sisi lain, Eddy Khairani mengungkapkan bahwa kinerja para penyelenggara layanan haji masih memerlukan peningkatan. “Meski ada perbaikan, masih ada area yang perlu ditingkatkan, terutama dalam pengelolaan pengaduan dan respons terhadap kebutuhan jamaah,” tambahnya. Dalam Important Visit ini, Ombudsman juga menyoroti keberlanjutan program dan keselarasan dengan visi pemerintah dalam menyediakan layanan haji yang berkelanjutan.

Pemantauan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kepuasan jamaah dan memastikan bahwa layanan haji Kalsel mencerminkan standar nasional. Hadi Rahman menegaskan bahwa Important Visit bukan sekadar penilaian, tetapi juga alat untuk membangun kepercayaan publik terhadap pelayanan yang diberikan. “Dengan masukan langsung dari jamaah, kami bisa memastikan bahwa semua aspek layanan haji di Kalsel mencapai tingkat yang optimal,” pungkasnya.

Sebagai bagian dari Important Visit, Ombudsman Kalsel juga meninjau data dan laporan pengelolaan dana haji. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penggunaan anggaran terjadi secara efektif dan tidak ada pengeluaran yang tidak seharusnya. Eddy Khairani menyampaikan bahwa hasil dari Important Visit akan menjadi dasar untuk perbaikan terukur di masa depan. “Kami akan membagikan rekomendasi kepada pihak terkait agar tindakan cepat dapat dilakukan,” tuturnya.

Leave a Comment