Kemendukbangga: Peran Laki-Laki Penting dalam Program Pernikahan Terbaru
Beritaturah.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) menyoroti pentingnya peran laki-laki dalam mempersiapkan pernikahan sebagai bagian dari program nasional terbaru. Menurut Irma Ardiana, Direktur Bina Ketahanan Remaja di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), kesadaran masyarakat akan tanggung jawab ayah dalam pembentukan keluarga harus ditingkatkan. Program ini bertujuan mengubah persepsi bahwa pengasuhan anak hanya menjadi tugas ibu, dengan mengajak pria untuk terlibat aktif secara emosional dan mental dalam proses persiapan pernikahan.
Transformasi Peran Ayah Melalui Latest Program
“Dalam Latest Program ini, kita ingin menekankan bahwa peran ayah tidak hanya terbatas pada penyedia nafkah. Mereka juga menjadi pendidik, pelindung, dan figur yang memberi teladan kepada anak-anak. Hal ini penting untuk menciptakan harmoni dalam keluarga dan mengurangi masalah sosial yang terkait dengan ketidakseimbangan tanggung jawab,”
kata Irma Ardiana dalam acara Kelas Pranikah yang diadakan secara daring di Jakarta, Senin.
Kemendukbangga menyadari bahwa peran laki-laki dalam pernikahan dan keluarga memiliki dampak besar terhadap kesejahteraan anak. Dengan berpartisipasi lebih aktif, ayah dapat memberikan dukungan dalam membangun hubungan suami-istri yang sehat, memperkuat komunikasi antaranggota keluarga, dan mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang lebih lengkap. Program ini melibatkan pelatihan, diskusi, serta sosialisasi untuk memastikan calon suami dan istri memahami tanggung jawab bersama.
Statistik ‘Fatherless’ Menggarisbawahi Urgensi Latest Program
Menurut data terbaru dari Kemendukbangga/BKKBN, sekitar 25 persen anak di Indonesia mengalami kondisi tidak memiliki ayah dalam pengasuhan. Angka ini didapat dari pendataan keluarga tahun 2025 dan menunjukkan adanya kesenjangan dalam keterlibatan orang tua. Dari hasil survei, persentase ini lebih tinggi di daerah pedesaan, yaitu 26,3 persen, dibandingkan perkotaan yang mencapai 25,4 persen.
Kehadiran ayah dalam proses tumbuh kembang anak terbukti berdampak signifikan pada kesehatan psikologis dan sosial. Anak-anak yang tumbuh tanpa figur ayah cenderung mengalami kesulitan dalam mengembangkan kepercayaan diri, kemampuan sosial, dan kemandirian. Dengan Latest Program, Kemendukbangga berupaya meningkatkan partisipasi ayah dalam kehidupan keluarga, termasuk dalam pengambilan keputusan, pendidikan, dan pengasuhan. Program ini juga bertujuan mengurangi tingkat kehamilan usia muda dan keluarga berencana yang tidak optimal.
Mengapa Peran Laki-Laki Harus Didahulukan?
Menurut Irma Ardiana, peran laki-laki dalam pernikahan seringkali diabaikan karena budaya tradisional yang menganggap tugas utama suami adalah bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, dalam Latest Program, penekanan diberikan pada kehadiran ayah dalam setiap aspek kehidupan pasangan. Hal ini dilakukan untuk menciptakan kesetaraan gender dan memastikan keberlanjutan keluarga yang harmonis.
Kemendukbangga juga memperkenalkan metode pendekatan yang lebih modern, seperti pelatihan Latest Program yang mencakup materi tentang komunikasi efektif, manajemen keuangan keluarga, serta penguatan hubungan suami-istri. Dengan pendekatan ini, program diharapkan mampu meningkatkan kualitas persiapan pernikahan, sehingga mengurangi risiko masalah dalam rumah tangga. Selain itu, program ini juga menjadi wadah untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi aktif pria dalam kehidupan keluarga.
Pelaksanaan Latest Program di Berbagai Wilayah
Latest Program telah diterapkan di berbagai provinsi di Indonesia, termasuk di daerah pedesaan dan perkotaan. Di daerah pedesaan, program ini diintegrasikan dengan kegiatan komunitas dan budaya lokal, sementara di perkotaan, pendekatan lebih terfokus pada media sosial dan pelatihan berbasis teknologi. Kombinasi ini memungkinkan Kemendukbangga mencapai audiens yang lebih luas dan memberikan informasi secara efektif.
Sebagai contoh, di beberapa daerah, pelaksanaan Latest Program melibatkan kerja sama dengan organisasi masyarakat dan tokoh adat untuk mengajak pria berpartisipasi dalam kegiatan rutin keluarga. Di sisi lain, di kota besar, program ini difokuskan pada kelas pranikah daring yang menjangkau ribuan calon pengantin. Meskipun metode berbeda, tujuan utamanya tetap sama: mendorong peran aktif pria dalam persiapan dan keberlanjutan pernikahan.
Potensi Latest Program dalam Mengubah Kebudayaan
Program Latest Program dianggap sebagai langkah strategis dalam mengubah paradigma kebudayaan yang selama ini menempatkan peran wanita lebih dominan dalam pengasuhan anak. Dengan melibatkan laki-laki secara lebih serius, Kemendukbangga ingin menciptakan lingkungan keluarga yang lebih seimbang, saling mendukung, dan berbasis inklusivitas. Selain itu, program ini juga berharap meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial melalui partisipasi aktif ayah dalam pengelolaan rumah tangga.
Kemendukbangga terus mengembangkan Latest Program dengan memperhatikan umpan balik dari masyarakat. Mereka juga berencana menggandeng lembaga swadaya masyarakat dan pihak swasta untuk memperkuat implementasi program ini. Dengan pengembangan yang terus-menerus, Latest Program diharapkan menjadi bagian penting dalam upaya membangun masyarakat Indonesia yang lebih mandiri dan berkeluarga harmonis.
