BPJS Kesehatan Goes to Campus: Meningkatkan Kesadaran Pentingnya JKN
Main Agenda – Program main agenda BPJS Kesehatan Goes to Campus kembali berlangsung di Fakultas Kedokteran Universitas Khairun, Maluku Utara. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta menggali kesadaran mereka mengenai peran penting program ini dalam membangun kesehatan masyarakat. Dengan mendekatkan BPJS Kesehatan ke lingkungan akademik, kegiatan ini menjadi wadah untuk menyampaikan informasi yang relevan dan menarik bagi generasi muda.
Pengembangan Literasi Kesehatan Melalui Pendidikan
Dalam acara ini, narasumber menjelaskan bahwa mahasiswa, khususnya yang berasal dari bidang kedokteran, memiliki peran kritis dalam membawa perubahan sosial. Mereka akan menjadi garda depan dalam menyebarkan kebijakan kesehatan kepada masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan literasi kesehatan di kalangan akademisi sangat diperlukan untuk memastikan program JKN tetap relevan dan berkelanjutan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ternate, dr. Meryta O. Rondonuwu, menekankan bahwa kegiatan Goes to Campus dilakukan guna membangun kesadaran mahasiswa mengenai manfaat dan implementasi JKN. “Program ini memastikan setiap penduduk Indonesia memiliki akses ke layanan kesehatan yang merata, dan keberhasilannya bergantung pada partisipasi aktif generasi muda,” ujarnya. Kegiatan tersebut mencakup diskusi, sesi tanya jawab, serta pemaparan data mengenai perkembangan JKN selama beberapa tahun terakhir.
Inovasi Layanan Digital yang Diperkenalkan
Salah satu main agenda dari BPJS Kesehatan adalah memperkenalkan inovasi layanan digital yang semakin berkembang. Aplikasi Mobile JKN menjadi fokus utama, karena masyarakat kini lebih terbiasa menggunakan teknologi untuk memudahkan kehidupan. “Dengan alat ini, peserta JKN dapat mengakses layanan administrasi, mengatur jadwal antrean, memperbarui data, hingga melakukan skrining riwayat kesehatan secara mandiri,” kata dr. Meryta.
Dalam sesi interaktif, mahasiswa diberi kesempatan untuk bertanya langsung tentang alur pelayanan, manfaat JKN, serta tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraannya. Narasumber juga menjelaskan bahwa transformasi digital adalah salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam sistem kesehatan nasional. Hal ini sejalan dengan main agenda BPJS Kesehatan yang ingin membangun kemitraan dengan institusi pendidikan guna mendorong adopsi layanan secara lebih luas.
Menurut dr. Meryta, kegiatan Goes to Campus tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun hubungan yang lebih erat antara BPJS Kesehatan dan kalangan akademisi. “Dengan kolaborasi ini, kami harap program JKN bisa terus diperluas, baik melalui inisiatif dalam maupun di luar lingkungan kampus,” tambahnya. Kehadiran mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan juga diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran individu dalam menjaga kesehatan.
Sebagai bagian dari main agenda untuk meningkatkan kesadaran, kegiatan ini juga mencakup pemaparan mengenai perjalanan JKN sejak diluncurkan hingga saat ini. Narasumber menyebutkan bahwa program ini telah memberikan perlindungan kesehatan kepada jutaan penduduk, termasuk di daerah-daerah terpencil. “BPJS Kesehatan ingin memastikan setiap individu, baik yang sekarang sudah terdaftar maupun yang belum, memahami manfaat JKN secara menyeluruh,” jelasnya.
Lebih lanjut, BPJS Kesehatan berharap kegiatan Goes to Campus mampu mendorong main agenda dalam membentuk masyarakat yang lebih mandiri dan terinformasi. Dengan meningkatkan partisipasi generasi muda, program JKN diharapkan bisa terus berkembang dan memberikan dampak positif terhadap kesehatan nasional. “Kami percaya, kesadaran yang ditanamkan di kampus akan menjadi fondasi kuat untuk program JKN yang lebih baik di masa depan,” tutup dr. Meryta.
