Kurban Baznas Berdayakan 2.089 Peternak Mustahik di 15 Provinsi
Latest Program – Jakarta, Rabu – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengungkapkan bahwa selama Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, program mereka berhasil mendorong 2.089 peternak mustahik binaan yang berada di 15 provinsi di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan untuk mengubah ibadah kurban menjadi alat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan wilayah pedesaan.
Program Balai Ternak: Instrumen Pemberdayaan
“Program Balai Ternak Baznas 2026 dirancang agar distribusi hewan kurban tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan daging mustahik, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang kepada peternak,” ujar Sodik Mudjahid, Ketua Baznas RI, dalam wawancara di Jakarta.
Sodik menambahkan, selama tahun 2026, Baznas telah menyiapkan 3.359 ekor ternak jantan lokal yang dikembangkan secara langsung oleh 2.089 peternak binaan. Total dana yang disalurkan mencapai Rp39.221.779.338. Saat ini, terdapat sekitar 103 balai ternak yang tersebar di 15 provinsi tersebut, dan telah mampu memenuhi kebutuhan kurban yang ditetapkan.
Pada masa mendatang, Baznas berencana mengembangkan jumlah peternak binaan di luar 2.089 mustahik saat ini. Mereka juga akan meningkatkan jumlah balai ternak dari 103 titik yang ada. “Lokasi pengembangan baru akan kami evaluasi lebih lanjut, dengan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat untuk mendorong penanggulangan kemiskinan,” tutur Sodik.
Menurut Sodik, program balai ternak merupakan bagian dari upaya Baznas untuk mengubah peran mustahik menjadi muzaki. Program ini terutama difokuskan pada wilayah pedesaan yang memiliki potensi pengembangan sektor peternakan. Dengan model ini, masyarakat desa tidak hanya menerima manfaat langsung dari hewan kurban, tetapi juga memperoleh keterampilan dan kesempatan ekonomi berkelanjutan.
