Humaniora

Menko Pangan ingatkan MBG di wilayah 3T tetap penuhi standar gizi

Menko-pangan-1
Foto : Karen Anderson - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Menko Pangan Tekankan Standar Gizi MBG di Daerah 3T Tak Boleh Dikompromikan
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Menko Pangan Tekankan Standar Gizi MBG di Daerah 3T Tak Boleh Dikompromikan

Beritaturah.com – Kupang — Peninjauan langsung terhadap kesiapan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menjadi momentum bagi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan untuk menegaskan satu hal: pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) wajib mempertahankan mutu gizi tanpa pengecualian.

Kunjungan tersebut berlangsung pada Rabu (19/8/2026) dan bertujuan memverifikasi kesiapan SPPG sekaligus memetakan hambatan di lapangan agar penataan program dapat disempurnakan.

“Tolong jangan dikurang-kurangi menunya. Tidak boleh mengurangi ketentuan dan tidak boleh mengurangi gizi yang sudah standar dalam MBG,” tegas Zulkifli Hasan dalam keterangan resmi yang diterima di Kupang, Kamis.

Skala Nasional Program MBG

Hingga saat ini, MBG telah menjangkau sekitar 62,6 juta penerima manfaat melalui 27.485 SPPG yang beroperasi. Rantai pasokan program ditopang oleh 134.881 pemasok lokal, mencakup UMKM, BUMDes, koperasi, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), serta pemasok lain.

Keputusan Percepatan di Wilayah Prioritas

Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa percepatan aktivasi SPPG di kawasan 3T merupakan hasil rapat yang dipimpinnya dua pekan sebelumnya. Wilayah yang masuk daftar prioritas meliputi seluruh NTT, seluruh Maluku, dan keenam provinsi di Papua, yakni Papua, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

“Memang sudah keputusan rapat yang saya pimpin dua minggu yang lalu, 3T, NTT seluruhnya, Maluku seluruhnya, Papua seluruhnya. Papua ada enam provinsi, Papua, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan,” ujarnya.

Fokus Penurunan Stunting

Pemerintah tengah menata 8.617 SPPG di daerah terpencil, di antaranya 1.703 SPPG 3T yang diarahkan secara khusus untuk mempercepat penurunan angka stunting. Di NTT sendiri tercatat 1.123 pengajuan SPPG 3T, dengan 170 unit yang telah lolos validasi dan siap dioperasikan.

Urgensi percepatan di NTT diperkuat oleh data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang menunjukkan prevalensi stunting mencapai 37 persen. Beberapa kabupaten dengan angka tertinggi antara lain Timor Tengah Selatan, Sumba Barat Daya, dan Timor Tengah Utara.

SPPG Sikka Munerana dan Peran Koordinasi

Salah satu unit yang telah dinyatakan siap operasional adalah SPPG Sikka Munerana di Kabupaten Sikka, yang direncanakan melayani kurang dari 1.000 penerima manfaat. Keberadaan unit ini menjadi contoh konkret percepatan yang didorong oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan melalui fungsi koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Peninjauan di Sikka merupakan bagian dari langkah memastikan bahwa hambatan di lapangan segera diatasi, sehingga pelaksanaan MBG di wilayah 3T dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Frequently Asked Questions

What is Menko Pangan ingatkan MBG di wilayah 3T?

Menko Pangan ingatkan MBG di wilayah 3T is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menko Pangan ingatkan MBG di wilayah 3T matter?

Menko Pangan ingatkan MBG di wilayah 3T matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment