New Policy: Mendes Harap Papdesi Hasilkan Rekomendasi Sukseskan Program Prioritas
New Policy – Menyambut pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) II Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi), Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes) Yandri Susanto menekankan pentingnya rekomendasi dari kegiatan tersebut dalam mendukung penerapan New Policy pemerintah. Ia menegaskan bahwa rekomendasi dari Munas II diharapkan bisa menjadi dasar untuk memastikan keberhasilan implementasi program-program prioritas yang dijalankan di tingkat desa. “Kami sangat menantikan rekomendasi dari Papdesi, agar dapat menjadi alat bantu dalam mendorong New Policy untuk mencapai tujuan pembangunan yang lebih berkelanjutan,” ungkap Mendes Yandri dalam sambutan di Kantor Kemendes PDT, Jakarta.
Program Prioritas yang Dikembangkan
Dalam pidatonya, Mendes Yandri menyebutkan tiga program prioritas yang menjadi fokus dalam New Policy, yaitu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Sekolah Rakyat. Ia menjelaskan bahwa ketiga program ini dirancang untuk mengakselerasi pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kopdes Merah Putih, misalnya, bertujuan untuk membangun ekonomi desa melalui pengelolaan sumber daya lokal secara efektif,” tambahnya. Program MBG, sementara itu, dirancang untuk memastikan masyarakat desa mendapatkan akses terhadap pangan yang sehat dan terjangkau. Sementara Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.
Menurut Yandri, New Policy ini memerlukan kolaborasi yang intens antara pemerintah desa dan berbagai stakeholder. Ia menyoroti peran Papdesi sebagai wadah perwakilan desa dalam memberikan masukan strategis. “Dengan adanya rekomendasi dari Munas II, kita bisa menyelaraskan langkah-langkah yang dilakukan oleh seluruh desa dengan visi nasional,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa setiap desa memiliki potensi unik yang harus dimaksimalkan sesuai dengan konteks lokal, sehingga New Policy bisa beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat setiap daerah.
Langkah Nyata untuk Mendukung Program Prioritas
Salah satu langkah yang diusulkan dalam New Policy adalah pengembangan desa tematik. Yandri menyebutkan bahwa desa-desa yang fokus pada satu bidang seperti pertanian, perikanan, atau peternakan bisa menjadi model keberhasilan. “Contoh seperti desa penghasil ayam petelur, desa berbasis ikan nila, atau desa yang mengembangkan buah-buahan dan sayuran bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain,” tambahnya. Pendekatan ini, menurut Mendes, berupaya mengoptimalkan sumber daya alam dan manusia agar bisa memberikan dampak yang signifikan.
Yandri juga menyoroti kebutuhan desa dalam melakukan transformasi menuju desa digital. Ia menegaskan bahwa New Policy mencakup upaya peningkatan keterlibatan desa dalam pemerintahan melalui teknologi informasi. “Dengan memperkuat kapasitas desa dalam pengelolaan data dan komunikasi, kita bisa memastikan kebijakan nasional lebih cepat berdampak pada masyarakat,” kata Mendes. Ia menambahkan bahwa program seperti MBG dan Sekolah Rakyat akan lebih efektif jika didukung oleh data yang akurat dan sistem yang terintegrasi.
Menurut Yandri, Papdesi berperan penting dalam menjembatani antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan desa. “Rekomendasi dari Munas II akan menjadi panduan untuk seluruh desa dalam menyusun rencana aksi yang selaras dengan New Policy,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa keterlibatan aktif para aparatur desa dalam proses pengambilan kebijakan sangat dibutuhkan agar keberlanjutan program bisa tercapai. “Kita tidak hanya memberikan bantuan, tapi juga membangun kapasitas internal desa agar bisa mengelola program-program ini secara mandiri,” jelas Mendes.
