Mendikdasmen Apresiasi Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu
New Policy – Jakarta – Pada acara Malam Tasyakuran Hardiknas 2026 di Jakarta, Senin (25/5), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang aktif berkontribusi dalam memperkuat nilai-nilai pendidikan Indonesia. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa keberhasilan menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas tidak terlepas dari peran kolaboratif seluruh elemen masyarakat, termasuk para guru, wartawan, serta penyelenggara pendidikan. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang terus diberikan kepada Kemendikdasmen sejak saya menjabat hingga kini,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu. Mu’ti menekankan bahwa visi pendidikan bermutu untuk semua, yang menjadi salah satu tujuan dari Asta Cita Bapak Presiden keempat, telah mendorong partisipasi aktif dari berbagai kalangan untuk mewujudkan perubahan positif.
Capaian dan Langkah Strategis Pemimpin Mendikdasmen
Dalam kesempatan tersebut, Mu’ti juga memaparkan pencapaian selama 19 bulan memimpin kementerian. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menanamkan fondasi kuat menuju pendidikan inklusif dan adil, dengan fokus pada penguatan infrastruktur serta peningkatan kualitas pembelajaran. Salah satu inisiatif utama adalah revitalisasi 16.167 unit satuan pendidikan di seluruh Indonesia, yang dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Tidak hanya itu, pembangunan infrastruktur digital juga menjadi prioritas, terlihat dari pemasangan 288.865 Interactive Flat Panel (IFP) yang mendukung proses belajar-mengajar secara modern.
“Sesuai dengan visi Pendidikan Bermutu Untuk Semesta, kontribusi bapak-ibu guru, para penyelenggara, dan wartawan menjadi pilar utama dalam mencapai tujuan ini. Kami merasa bangga karena kolaborasi ini telah bertahap memperkuat sistem pendidikan nasional,” kata Mu’ti.
Dalam bidang pengembangan SDM pendidik, Mu’ti menyebutkan bahwa program pemberdayaan guru telah ditingkatkan. Tahun ini, sertifikasi bagi guru non-ASN dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN mendapatkan tunjangan sesuai dengan gaji pokoknya, dengan pembayaran langsung ke rekening masing-masing. Selain itu, program beasiswa juga diluncurkan untuk 12.500 guru yang mengikuti studi S1 melalui sistem rekognisi pembelajaran lampau, dengan bantuan senilai Rp3 juta per semester.
Program Penguatan Budaya dan Karakter
Mu’ti menyoroti beberapa kebijakan yang dikeluarkan Kemendikdasmen dalam mendorong pendidikan budaya dan karakter. Dari sisi kurikulum, pihaknya telah menyusun Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat sebagai upaya membangun sikap positif dan tanggung jawab pada generasi muda. Program Pagi Ceria dan Upacara Bendera juga menjadi komponen penting dalam melatih kedisiplinan dan rasa nasionalisme. “Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya akademik, tetapi juga membentuk manusia yang berkarakter dan berintegritas,” jelasnya.
Di samping itu, upaya peningkatan akses pendidikan untuk anak-anak taman kanak-kanak serta penerapan wajib belajar 13 tahun menjadi fokus utama. Mu’ti menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memastikan semua anak memiliki kesempatan merata dalam meraih pendidikan yang baik, tanpa hambatan status sosial atau geografis. “Pendidikan yang bermutu harus mencakup seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda yang duduk di bangku taman kanak-kanak hingga tingkat SMA,” lanjutnya.
Sekretaris Jenderal: Momen Refleksi dan Kolaborasi
Sebagai bagian dari rangkaian acara Peringatan Hardiknas 2026, Malam Tasyakuran ini juga menjadi kesempatan untuk mengukuhkan kemitrahan antar pemangku kepentingan. Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen Suharti menyampaikan bahwa acara tersebut tidak hanya menutup Bulan Pendidikan, tetapi juga menciptakan ruang untuk refleksi dan pertukaran pengalaman. “Ini adalah momen penting untuk menyatukan visi bersama dan memperkuat komitmen menjadikan pendidikan sebagai roda penggerak peradaban bangsa,” tuturnya.
Menurut Suharti, kegiatan tersebut dirancang untuk memperingati keberhasilan pihak-pihak yang secara konsisten mendukung pembangunan pendidikan. Dalam acara itu, 97 penghargaan diberikan kepada berbagai kategori, termasuk penghargaan lifetime achievement untuk tokoh pendidikan yang berjasa. Salah satu penerima adalah mantan menteri pendidikan Abdul Malik Fadjar, yang diapresiasi atas dedikasinya dalam menciptakan perubahan positif di bidang pendidikan. “Penghargaan ini bertujuan untuk mengakui kerja keras dan inisiatif yang telah membawa kontribusi nyata bagi masa depan bangsa,” tambah Suharti.
Komitmen Terhadap Perkembangan Sistem Pendidikan
Mu’ti menekankan bahwa keberhasilan pendidikan bermutu untuk semua membutuhkan sinergi yang terus-menerus. “Peran aktif semesta pendidikan membuat kami yakin bahwa visi ini akan terwujud secara bertahap,” kata ia. Ia juga menyebutkan bahwa revitalisasi satuan pendidikan dan penguatan infrastruktur digital merupakan bagian dari strategi jangka panjang. “Kita harus bersama-sama memastikan bahwa setiap anak memiliki akses yang adil dan kompetensi yang memadai,” imbuhnya.
Dalam kesimpulannya, Mu’ti menegaskan bahwa kegiatan Malam Tasyakuran ini adalah bukti dari kekompakan seluruh pihak. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kekuatan kolektif masyarakat,” tuturnya. Pemimpin kementerian ini berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam acara tersebut akan terus berlanjut, sehingga mampu memperkuat sistem pendidikan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Peningkatan Kualitas Melalui Inovasi dan Pembaruan
Sebagai bagian dari upaya inovasi, Mu’ti juga memaparkan rencana kebijakan lanjutan. Salah satunya adalah penguatan pembelajaran interaktif melalui teknologi, yang terwujud dalam pemasangan IFP di seluruh Indonesia. “Teknologi harus menjadi alat bantu dalam meningkatkan kualitas pendidikan, bukan pengganti,” jelasnya. Selain itu, peningkatan kualifikasi guru melalui program S1 dengan metode rekognisi pembelajaran lampau diharapkan dapat memberikan dasar kuat untuk pendidikan yang lebih profesional.
Pada kesempatan itu, Mu’ti juga menyoroti pentingnya keterlibatan media dalam menyampaikan informasi pendidikan kepada masyarakat. “Wartawan menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, sehingga mereka sangat berperan dalam mempercepat proses perubahan,” katanya. Ia menambahkan bahwa peran aktif semua pihak akan terus dipertahankan, agar visi pendidikan bermutu untuk semesta bisa tercapai dalam waktu dekat.
Dengan berbagai in
