Kemenhaj: Semua Jamaah Mataram Berada di Arafah, Tidak Ada yang Ikut Safari Wukuf
Official Announcement – Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menjadi tempat pelaporan bahwa 809 jamaah haji yang berasal dari kota tersebut telah tiba di Arafah. Tidak ada satupun dari mereka yang melakukan Safari Wukuf. Plt Kepala Kantor Kemenhaj Kota Mataram, Khairul Hadi, mengungkapkan hal ini saat diwawancara di Mataram, Selasa.
“Alhamdulillah, semua jamaah asal Mataram dalam kondisi sehat dan tidak ada yang membutuhkan perawatan khusus,” ujarnya.
Laporan kesehatan jamaah haji Mataram diperoleh melalui petugas di setiap kloter. Petugas haji Embarkasi Lombok mengatakan bahwa kondisi jamaah stabil, termasuk para lansia dan jamaah yang menggunakan kursi roda. Mereka tetap aktif dan bersemangat dalam menjalani ibadah.
Kloter yang membawa jamaah haji dari Kota Mataram terdiri dari dua kloter utuh, yaitu Kloter 5 dan Kloter 10, serta satu kloter campuran, Kloter 15. Khairul Hadi berharap jamaah dapat tetap menjaga kesehatan hingga akhir ibadah, agar bisa pulang dalam keadaan prima.
“Semoga kondisi ini terus dipertahankan, sehingga jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan lancar dan sehat hingga kembali ke Tanah Air,” tambahnya.
Pesan Petugas untuk Jamaah
Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, juga menyampaikan pesan serupa. Menurutnya, suhu udara di Makkah mencapai 40 derajat Celsius, sehingga jamaah harus mempersiapkan fisik dan mental. “Jangan memaksakan diri untuk melaksanakan ibadah sunah atau berwisata,” ingatnya.
Martawang menekankan pentingnya para petugas aktif mendampingi jamaah, terutama lansia, agar mereka dapat melalui rangkaian ibadah puncak dengan aman. “Puncak haji berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Kondisi cuaca yang ekstrem memerlukan persiapan matang,” tambahnya.
