Humaniora

Special Plan: ITB dampingi keluarga mahasiswannya yang hilang di Gunung Puntang

ITB Dampingi Keluarga Mahasiswanya yang Hilang di Gunung Puntang

Special Plan – Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan bahwa salah satu mahasiswanya, Arief Wibisono, angkatan 2024 dari Program Magister Teknik Lingkungan, yang terlacak hilang di Gunung Puntang, Cimaung, Bandung, merupakan bagian dari rencana khusus yang dilakukan oleh kampus dalam merespons situasi darurat. Peristiwa ini memicu upaya intensif dari pihak ITB untuk mendampingi keluarga korban dan memastikan keberhasilan pencarian.

Detail Kehilangan Mahasiswa dan Rencana Khusus

Arief dikabarkan kehilangan kontak sejak Sabtu (9/5) sore saat melakukan perjalanan turun gunung. Awalnya, ia berjalan sendirian, sementara dua teman sebelumnya tiba di basecamp Pasirkuda tanpa menemukan dirinya. Informasi terkini menyebutkan bahwa Arief belum ditemukan hingga saat ini, dan keluarganya terus menerima dukungan dari ITB dalam upaya mencari keberadaannya.

“Special Plan ini merupakan upaya komprehensif ITB untuk mendukung keluarga mahasiswanya yang sedang mengalami situasi darurat,” terang Nurlaela, Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB.

Sebagai bagian dari strategi penanganan krisis, ITB mengaktifkan mekanisme khusus yang melibatkan berbagai divisi kampus, termasuk Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL), untuk berkoordinasi secara langsung dengan tim pencari. Rencana khusus ini tidak hanya fokus pada pencarian Arief, tetapi juga memastikan komunikasi terus berjalan dengan keluarga dan meminimalkan dampak psikologis bagi mereka.

Operasi Pencarian dan Peran ITB

Pihak kampus aktif bekerja sama dengan Basarnas, kepolisian, dan keluarga Arief untuk mempercepat proses pencarian. Tim Basarnas menyatakan bahwa mereka telah memperluas area pencarian dengan menghimpun data dari rekan-rekan korban dan menyisir jalur yang sebelumnya belum dilalui. ITB juga memberikan bantuan logistik dan teknis, seperti penggunaan alat komunikasi dan pemetaan lokasi.

“Special Plan ini membuktikan komitmen ITB untuk tidak hanya mendidik mahasiswa, tetapi juga melindungi mereka di luar lingkungan akademik,” tambah Nurlaela.

Kampus terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, termasuk pemerintah setempat, untuk memastikan operasi pencarian berjalan terstruktur. Pihak FTSL juga mengirimkan staf khusus yang berada di lokasi gunung untuk menemani keluarga Arief dan memastikan informasi selalu terupdate. Upaya ini menunjukkan bagaimana ITB memadukan respons cepat dan empati dalam situasi kritis.

Sejumlah relawan dan masyarakat setempat turut andil dalam operasi pencarian sejak hari pertama. Kerja sama lintas sektor ini menjadi bukti bahwa Special Plan tidak hanya berupa rencana internal, tetapi juga mendorong kolaborasi eksternal untuk mempercepat pencarian. Basarnas menekankan bahwa tim terus mengoptimalkan strategi pencarian berdasarkan data terkini.

Dekan FTSL ITB, Nita Yuanita, menjelaskan bahwa kampus berupaya memberikan dukungan penuh kepada keluarga Arief selama proses pencarian berlangsung. “Special Plan ini adalah komitmen ITB untuk merespons dengan cepat dan mengutamakan kepentingan mahasiswa dalam setiap situasi,” katanya. Selain itu, ITB juga membuka jalur komunikasi khusus untuk menerima informasi dari keluarga dan rekan-rekan korban.

Sejauh ini, tim pencari telah mengumpulkan data terkini mengenai kondisi cuaca, kondisi jalur, dan pergerakan Arief. Special Plan ini memastikan bahwa semua aspek pencarian dikelola secara profesional dan terpadu. Nurlaela menambahkan bahwa kampus juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayai proses pencarian yang sedang berlangsung.

Leave a Comment