Persija Gagal Juara, Rizky Ridho Berharap Maaf ke Pendukung
Persija gagal juara dalam BRI Super League 2025/2026, sebuah kekecewaan yang terasa dalam atmosfer sepak bola Indonesia. Setelah pertandingan melawan Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, yang berakhir dengan skor 1-2, kapten tim Persija Jakarta, Rizky Ridho, mengungkapkan rasa penyesalan dan meminta maaf kepada para penggemar The Jakmania. Meski timnya masih memiliki dua laga tersisa, hasil ini memastikan Persija berada di posisi ketiga dalam klasemen akhir. Rizky Ridho menegaskan bahwa target juara musim ini belum tercapai, meski ia berharap mampu memperbaiki performa di sisa jadwal.
Situasi Klasemen dan Pertandingan Terakhir
Hasil kemenangan Persib Bandung dalam pertandingan kontra Persija di Samarinda memperkuat dominasi tim Maung Bandung di papan atas. Persija, yang sempat menjadi favorit juara di awal musim, kini terpaut cukup jauh dari kompetitor utamanya. Dalam 17 pertandingan yang telah berlangsung, Persija hanya berhasil meraih tujuh kemenangan, empat kekalahan, dan tiga seri. Kondisi ini terutama terlihat jelas dalam rentang tiga laga tanpa kemenangan yang beruntun, termasuk pertandingan melawan Borneo FC dan Dewa United di kandang sendiri.
“Musim ini, meski ada dua laga sisa, hasil akhir klasemen sudah menunjukkan bahwa Persija gagal juara. Kami tidak ingin mengecewakan para pendukung yang selama ini mendukung kami, terutama The Jakmania,” ujar Ridho. Ia juga menegaskan bahwa kegagalan ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen tim, baik pemain, pelatih, maupun manajemen.
Kehilangan Momentum dan Tantangan di Tengah Musim
Kurangnya momentum dalam sejumlah pertandingan menjadi faktor utama yang menghambat ambisi Persija untuk menjadi juara. Dari lima laga terakhir, tim Macan Kemayoran hanya meraih satu kemenangan, sementara empat laga lainnya berakhir dengan hasil imbang atau kemenangan lawan. Ridho mengakui bahwa ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, termasuk koordinasi tim dan ketahanan mental dalam menghadapi tekanan.
“Mungkin kita kurang fokus di beberapa laga, terutama saat menjelang pertandingan besar. Tapi kita akan evaluasi dan belajar dari kesalahan-kesalahan ini,” tambah Ridho. Ia juga menyoroti pentingnya kekompakan di lapangan, karena hasil yang tidak memuaskan bisa terjadi jika satu pemain tidak bermain optimal.
Persija gagal juara, tetapi tidak berarti keberhasilan mereka tidak signifikan. Tim ini tetap berada di posisi ketiga, dengan total 71 poin, yang merupakan pencapaian baik jika dibandingkan dengan beberapa musim sebelumnya. Namun, bagi para penggemar, gelar juara tetap menjadi harapan utama. Ridho berharap kegagalan ini bisa menjadi awal dari perbaikan, bukan akhir dari semangat para pemain dan penggemar.
Rizky Ridho juga menegaskan bahwa kegagalan Persija gagal juara tidak memengaruhi hubungan antar pemain atau kualitas tim secara keseluruhan. “Kami tetap solid di dalam lapangan, dan setelah pertandingan selesai, komunikasi di antara semua pemain terjaga baik,” jelasnya. Meski begitu, ia menyadari bahwa ada beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki sebelum musim depan.
Harapan untuk Musim Mendatang
Dengan memasuki akhir musim, Ridho dan rekan-rekannya berharap bisa menyelesaikan sisa pertandingan dengan baik. Dua laga terakhir, melawan Persik Kediri pada 16 Mei dan Semen Padang pada 23 Mei, akan menjadi kesempatan berharga untuk memperbaiki posisi. “Kami ingin memaksimalkan peluang ini agar bisa mengakhiri musim dengan penampilan yang lebih baik,” ujarnya.
“Saya berharap, melalui evaluasi dan pembenahan, kami bisa melangkah lebih maju. Tujuan kami untuk musim depan adalah menjadi juara, dan kita akan mulai dari sini. Terima kasih atas dukungan The Jakmania, meski musim ini Persija gagal juara, saya yakin mereka akan tetap mendukung kami,” tutur Ridho.
