Internasional

Latest Program: Presiden Xi beri dukungan bagi PBB saat temui Direktur Jenderal UNESCO

Latest Program: Xi Jinping Dukung PBB dan UNESCO dalam Pertemuan Strategis

Latest Program, Beijing – Pertemuan penting antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dengan Khaled El-Enany, Direktur Jenderal UNESCO, berlangsung di Balai Besar Rakyat China. Dalam pertemuan tersebut, Xi menegaskan komitmen Tiongkok terhadap multilateralisme dan peran UNESCO dalam menciptakan tata kelola global yang lebih adil. “Latest Program Tiongkok menjadi salah satu inisiatif kunci untuk memperkuat kerja sama internasional, dan kami mengapresiasi kontribusi UNESCO dalam membangun kemitraan yang bermakna bagi seluruh umat manusia,” ujar Xi. Ia menekankan bahwa dukungan Tiongkok terhadap PBB dan UNESCO merupakan bagian dari upaya memastikan stabilitas dan pertumbuhan bersama di dunia.

Kontribusi UNESCO dalam Meningkatkan Kerja Sama Global

“UNESCO telah menjadi platform penting untuk memperluas pemahaman antarbangsa, memfasilitasi pertukaran budaya, dan mendorong inovasi ilmu pengetahuan yang bersifat inklusif,” tambah Xi. Dalam konteks Latest Program, ia menyoroti bagaimana kehadiran UNESCO membantu memperkuat perdamaian dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk pendidikan, sains, dan kebudayaan. “Kerja sama dengan UNESCO akan menjadi bagian dari strategi Latest Program untuk mencapai keadilan global dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang tidak terwakili,” jelas Xi.

Xi juga menyinggung peran aktif Peng Liyuan, istri dan duta UNESCO, dalam mendorong pembangunan pendidikan anak serta perempuan di berbagai wilayah. Menurutnya, inisiatif ini sejalan dengan tujuan Latest Program untuk menciptakan kesejahteraan yang merata. “Tiongkok telah terus berpartisipasi dalam program UNESCO, termasuk pendanaan proyek pendidikan digital dan program penelitian internasional,” tambah Xi. Ia menekankan bahwa dukungan Tiongkok terhadap UNESCO tidak hanya berupa kebijakan luar negeri, tetapi juga peran nyata melalui partisipasi dalam proyek-proyek penting.

Peran Strategis UNESCO dalam Masa Depan

Presiden Tiongkok menegaskan bahwa organisasi UNESCO memiliki peran sentral dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, ketimpangan pendidikan, dan pengembangan teknologi. “Latest Program Tiongkok dirancang untuk mengoptimalkan potensi UNESCO dalam memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat internasional,” kata Xi. Dalam visi ini, ia ingin UNESCO tetap menjadi wadah utama bagi dialog budaya dan pertukaran pengetahuan, terutama di tengah dinamika politik global yang berubah.

Dalam pertemuan, Xi juga menyebut era yang menuju perdamaian dan pembangunan bersama masih berlangsung, meski ancaman hegemonisme dan unilateralisme kembali muncul. “Latest Program akan menjadi alat untuk mengatasi persaingan berbasis kekuatan, serta mendorong kerja sama yang lebih adil antarbangsa,” tegasnya. El-Enany, yang sebelumnya menjabat Direktur Jenderal UNESCO sejak November 2025, mengakui peran penting Tiongkok dalam memperkuat keberadaan organisasi tersebut. “Kunjungan ini menandai kemitraan strategis yang akan mendukung visi UNESCO untuk membangun keadilan global,” ujarnya.

Update terkini: Tiongkok Pemimpin dalam Dukungan UNESCO

Pertemuan antara Xi dan El-Enany berlangsung dalam konteks keputusan Amerika Serikat menarik diri dari UNESCO pada 22 Juli 2025. Keputusan itu berlaku mulai 31 Desember 2026, sebagai bentuk protes terhadap pengakuan UNESCO terhadap Palestina. “Latest Program Tiongkok menjadi kekuatan yang menyeimbangkan kerja sama internasional, terutama dalam menghadapi ketidakstabilan politik global,” kata Xi. Dalam situasi ini, Tiongkok berupaya menjaga momentum kerja sama dengan UNESCO agar organisasi tetap dapat beroperasi secara efektif.

El-Enany mengapresiasi dukungan Tiongkok, yang telah menjadi anggota aktif UNESCO sejak lama. “Pidato Xi Jinping pada 2014 tetap menjadi acuan penting bagi kebijakan UNESCO, dan kami berharap Latest Program akan memperkuat komitmen ini,” ujarnya. Dalam pertemuan, Shahbaz Khan, Direktur dan Perwakilan UNESCO untuk Tiongkok, Korea Selatan, Korea Utara, Jepang, serta Mongolia, menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama Tiongkok dalam mempromosikan keberagaman budaya dan pertukaran pengetahuan. “Kerja sama antara Tiongkok dan UNESCO akan menjadi fondasi bagi Latest Program menuju masa depan yang lebih inklusif,” imbuh Khan.

Konteks Pemisahan AS dari UNESCO

Dalam kesempatan tersebut, Xi juga menyinggung dampak keputusan AS menarik diri dari UNESCO. “Pemisahan AS menciptakan kesempatan bagi negara-negara lain, termasuk Tiongkok, untuk memperkuat peran UNESCO dalam mendorong kesejahteraan global,” jelas Xi. Dukungan Tiongkok terhadap UNESCO tidak hanya sekadar kebijakan luar negeri, tetapi juga bentuk komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan kerja sama internasional. “Latest Program menjadi bukti bahwa Tiongkok siap berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan organisasi ini,” tambahnya.

Pertemuan antara Xi dan El-Enany juga menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya UNESCO dalam membentuk kebijakan yang berbasis inklusivitas. “Dukungan Tiongkok untuk UNESCO akan terus berkembang, baik melalui dana maupun kebijakan luar negeri yang lebih proaktif,” kata Xi. Dalam rangkaian kegiatan Latest Program, Tiongkok berkomitmen untuk memperluas peran UNESCO dalam memfasilitasi pertukaran teknologi dan penelitian lintas batas, serta membangun sistem pendidikan yang lebih merata di seluruh dunia.

Leave a Comment