China Permintaan AS Hentikan Embargo, Tekanan, dan Koersi terhadap Kuba
China desak AS hentikan blokade – Dalam sebuah pernyataan resmi, Beijing menyampaikan permintaan tegas kepada Amerika Serikat agar segera mengakhiri embargo, tekanan, dan koersi terhadap Kuba. Hal ini diungkapkan oleh Mao Ning, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, saat memberikan jawaban dalam konferensi pers harian pada Senin.
Dukungan terhadap Kuba dalam Pertahankan Kedaulatan
Mao Ning menegaskan dukungan penuh terhadap Kuba, khususnya dalam menjaga kedaulatan nasional dan menolak campur tangan dari pihak luar. Ia menyoroti pernyataan Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, yang baru-baru ini menyebut embargo AS sebagai tekanan “tidak tertahankan” dan setara dengan “genosida”.
“Embargo AS telah menyebabkan penderitaan mendalam bagi rakyat Kuba,” ujar Mao Ning, menambahkan bahwa tekanan tersebut terus-menerus mengganggu mata pencaharian dasar penduduk Kuba.
Kebijakan AS Diperketat, Picu Kejadian Internasional
Dalam beberapa waktu terakhir, AS kembali memperketat langkah-langkah sanksi, yang menurut Mao Ning memberikan dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi Kuba. Tindakan ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas internasional.
“Sanksi unilater dan ilegal AS selama lebih dari 60 tahun telah menimbulkan kesulitan berat bagi rakyat Kuba,” tambah Mao, sambil menekankan bahwa China meminta AS untuk menghentikan pelanggaran hak warga Kuba atas kelangsungan hidup dan pembangunan.
China Bantah Sanksi Tidak Sah dan Siap Kolaborasi Global
Mao Ning menegaskan bahwa Tiongkok terus menentang sanksi yang tidak memiliki dasar hukum internasional. Ia menambahkan bahwa negara ini bersedia bekerja sama dengan negara-negara lain untuk memastikan keadilan dan kesetaraan dalam hubungan internasional.
Sebagai tindak lanjut, Kuba telah meminta adanya sesi khusus di Majelis Umum PBB pada 7 Juli sebagai upaya mengatasi tekanan yang diakui oleh pihak internasional sebagai ancaman serius terhadap kesejahteraan rakyat Kuba.
