Lifestyle

Intensitas olahraga luar ruangan perlu disesuaikan saat cuaca panas

Penyesuaian Intensitas Olahraga Saat Cuaca Terik

Intensitas olahraga luar ruangan perlu disesuaikan – Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO., Subsp.ALK (K), menekankan perlunya penyesuaian tingkat kebugaran fisik ketika berolahraga di luar ruangan dalam kondisi cuaca panas. Menurutnya, keadaan tersebut berdampak langsung pada denyut jantung dan pernapasan.

“Saat cuaca terik, denyut jantung meningkat dan pernapasan menjadi lebih cepat. Hal ini bisa membuat tubuh lebih cepat merasa lelah,” jelas Andi kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Dokter yang menamatkan pendidikan di Universitas Indonesia ini menambahkan bahwa latihan dengan intensitas biasa di hari panas bisa mengurangi daya tahan energi dan meningkatkan suhu tubuh. Sehingga, penyesuaian menjadi penting untuk mencegah risiko kesehatan.

“Dengan menurunkan intensitas dan memperpendek durasi, kita bisa mengutamakan kebugaran dibandingkan risiko kelelahan atau gangguan akibat panas,” ujarnya.

Pentingnya Hidrasi dan Aklimatisasi

Andi menyarankan untuk memperhatikan asupan cairan tidak hanya saat berolahraga, tetapi juga sebelum dan sesudahnya. Selain itu, adaptasi tubuh terhadap cuaca panas disebut sebagai langkah krusial. Misalnya, dalam persiapan lari maraton atau half marathon, durasi latihan harus disesuaikan dengan kemampuan.

“Jika kemampuan menyelesaikan maraton dianggap sekitar lima sampai enam jam, atau tiga jam untuk half marathon, latihan harus dilakukan dalam kondisi cuaca serupa agar tubuh terbiasa,” terang Andi.

Kelengkapan informasi cuaca juga dianggap penting. Cuaca panas yang disertai kelembapan tinggi bisa menghambat mekanisme pendinginan tubuh melalui penguapan keringat.

“Dengan berkeringat, tubuh kesulitan mendinginkan diri karena kelembapan yang tinggi. Suhu tubuh akan meningkat, yang berisiko menyebabkan gangguan seperti heat exhaustion atau heat stroke,” tambah dia.

Leave a Comment