Metro

Pemkot Jaktim tanam 417 bibit pangan pendamping beras di Ciracas

khrisna-edit-1788158433-57e8a507b7
Foto : Christopher Moore - beritaturah.com
Table of Contents
  1. 417 Bibit Pangan Ditanam Serentak di Ciracas, Jakarta Timur Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

417 Bibit Pangan Ditanam Serentak di Ciracas, Jakarta Timur Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

Beritaturah.com – Di tengah tantangan ketersediaan pangan di kawasan metropolitan yang terus bertambah padat, Pemerintah Kota Jakarta Timur mengambil langkah konkret dengan menanami 417 bibit tanaman pangan pendamping beras secara serentak. Aksi tanam yang digelar pada Senin ini berlangsung di Lahan Urban Farming milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Delima KUA, kawasan Ciracas, dan menjadi bagian dari gerakan kota-wide yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga warga DKI Jakarta.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan skema hibrida terpusat, di mana titik utama penanaman berada di KUA Ciracas sementara koordinasi dilakukan secara terpadu. Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto, menegaskan bahwa jumlah bibit yang ditanam pada kesempatan itu mencapai 417 unit.

“Berdasarkan laporan kegiatan, sebanyak 417 bibit kita tanam,” ujar Taufik Yulianto di Ciracas, Senin.

Rincian Komoditas yang Ditanam

Komposisi 417 bibit tersebut mencakup beragam jenis tanaman pangan yang dipilih untuk melengkapi kebutuhan gizi keluarga di luar ketergantungan pada beras. Rinciannya meliputi 144 bibit porang, 120 bibit cabai, 93 bibit jagung, 30 bibit singkong, dan 30 bibit ubi jalar. Pemilihan komoditas ini mempertimbangkan kemudahan budidaya di lahan sempit perkotaan sekaligus nilai gizi yang dapat langsung dimanfaatkan oleh rumah tangga.

Porang, misalnya, dikenal sebagai umbi yang kaya serat dan dapat diolah menjadi berbagai produk pangan maupun bahan baku industri. Cabai dan jagung menyediakan sumber karbohidrat serta vitamin harian, sementara singkong dan ubi jalar menjadi alternatif karbohidrat yang tahan lama dan relatif mudah dipelihara di kondisi urban. Kombinasi ini dirancang agar setiap kelompok tani perkotaan memperoleh variasi pangan yang tidak bergantung pada satu jenis komoditas saja.

Skala Operasional: 112 Titik di Sepuluh Kecamatan

Taufik menjelaskan bahwa penanaman di Ciracas hanyalah satu dari banyak titik yang diaktifkan secara bersamaan. Secara keseluruhan, gerakan tanam serentak tanaman pangan pendamping beras di wilayah Jakarta Timur menjangkau 112 lokasi dengan total luas tanam sekitar 1,09 hektare, tersebar di seluruh 10 kecamatan.

Kecamatan Cakung mencatat jumlah titik terbanyak dengan 19 lokasi, diikuti Cipayung (18), Ciracas (14), Matraman (13), Jatinegara (11), Duren Sawit (9), Kramat Jati (9), Pulogadung (7), Makasar (7), dan Pasar Rebo (5). Distribusi yang merata ini memastikan bahwa manfaat program tidak terkonsentrasi pada satu wilayah saja, melainkan menjangkau spektrum luas permukiman dan fasilitas publik di seluruh Jakarta Timur.

Variasi Lokasi: Dari RPTRA hingga Gang Sempit

Jenis lahan yang dimanfaatkan juga sangat beragam, mencerminkan kreativitas adaptasi pertanian di lingkungan perkotaan. Dari total 112 titik, 35 lokasi merupakan lahan kosong, 20 berada di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), 18 di area kelompok tani, 16 di fasilitas umum dan sosial, 13 di gedung atau perkantoran, 6 di lingkungan sekolah, serta 4 di pekarangan atau gang sempit.

“Jadi kita perluas mulai dari RPTRA, fasilitas umum, sosial, sampai ke sekolah dan lahan sempit juga kami manfaatkan untuk menanam pangan,” ucap Taufik.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa ruang-ruang yang selama ini dianggap tidak produktif—mulai dari halaman sekolah, sudut RPTRA, hingga lorong sempit antarbangunan—dapat dikonversi menjadi sumber pangan mikro bagi komunitas sekitarnya. Dalam konteks kota dengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia, setiap meter persegi lahan yang dimanfaatkan untuk budidaya pangan memiliki nilai strategis bagi ketahanan pangan skala rumah tangga.

Dukungan Sarana Pertanian dari Tiga Pihak

Agar tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh dan dipelihara secara berkelanjutan, dukungan sarana pertanian diberikan oleh tiga entitas. Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, melalui UPT Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman, menyuplai 600 pohon ubi jalar, 100 pohon singkong, 70 pohon pisang, serta masing-masing satu kilogram benih jagung pulut dan jagung manis.

Sementara itu, Sudin KPKP Jakarta Timur menyalurkan 309 kilogram pupuk urea, 309 kilogram pupuk TSP, serta masing-masing 10 kilogram benih jagung pulut dan jagung manis. Yayasan Rumah Sosial Kutub turut berkontribusi dengan menyediakan 200 kotak benih porang.

“Dukungan sarana pertanian tersebut diharapkan membantu kelompok maupun masyarakat yang terlibat dalam kegiatan penanaman agar tanaman yang sudah ditanam dapat dikembangkan dan dipelihara secara berkelanjutan,” ujar Taufik.

Ketersediaan pupuk dan benih dalam jumlah memadai sejak tahap awal menjadi faktor krusial. Tanpa dukungan input pertanian yang tepat waktu, bibit yang baru ditanam berisiko gagal tumbuh atau memerlukan biaya tambahan dari kelompok tani yang sebagian besar beranggotakan ibu rumah tangga dengan keterbatasan anggaran.

Landasan Kebijakan: Instruksi Sekda Nomor 40 Tahun 2026

Gerakan menanam tanaman pangan pendamping beras ini dilaksanakan dalam kerangka Instruksi Sekretaris Daerah Nomor 40 Tahun 2026 tentang Gerakan Menanam Tanaman Pangan Pendamping Beras untuk Ketahanan Pangan Keluarga DKI Jakarta. Instruksi tersebut menempatkan penguatan ketahanan pangan di tingkat keluarga sebagai prioritas kebijakan daerah, dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memanfaatkan lahan-lahan yang tersedia di lingkungan permukiman.

Dengan melibatkan 112 titik di sepuluh kecamatan sekaligus menggerakkan kelompok-kelompok tani perkotaan, program ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Ia merupakan upaya sistematis untuk membangun kapasitas produksi pangan lokal yang tersebar, mengurangi ketergantungan tunggal pada pasokan beras dari luar kota, dan menciptakan ketahanan pangan yang berakar pada kemampuan keluarga sendiri untuk memproduksi sebagian kebutuhan gizinya secara mandiri.

Frequently Asked Questions

What is Pemkot Jaktim tanam 417 bibit pangan?

Pemkot Jaktim tanam 417 bibit pangan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemkot Jaktim tanam 417 bibit pangan matter?

Pemkot Jaktim tanam 417 bibit pangan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment