Politik

Visit Agenda: Kemendagri beri insentif fiskal bagi pemda berprestasi

Kemendagri Berikan Insentif Fiskal untuk Pemda Berprestasi

Visit Agenda menjadi momen penting dalam upaya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendorong pertumbuhan daerah-daerah yang menunjukkan kinerja luar biasa. Acara ini digelar di Jakarta sebagai wujud apresiasi dan dorongan bagi Pemerintah Daerah (Pemda) yang berhasil menorehkan prestasi dalam berbagai bidang. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan bahwa insentif fiskal ini merupakan bagian dari strategi Kemendagri untuk membangun dan mengawasi daerah secara lebih efektif. Dengan hadirnya Visit Agenda, Kemendagri berharap memberikan pengaruh positif kepada daerah yang kurang mendapat perhatian.

“Kami menargetkan dana sebesar Rp1 triliun untuk insentif fiskal ini, sebagai bentuk dukungan keuangan kepada daerah-daerah yang berprestasi,” ujar Tito dalam wawancara khusus. “Karena itu, Visit Agenda ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga bagian dari komitmen nasional untuk meratakan akses pemerintah daerah dalam membangun daerah masing-masing.”

Acara Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 yang diadakan di Ballroom Merumatta Senggigi, Lombok, NTB, memberikan ruang bagi daerah-daerah yang berprestasi untuk menunjukkan keberhasilannya. Tito menjelaskan bahwa pendekatan “carrot” dan “stick” dalam tata kelola pemerintahan memainkan peran kunci. “Hadiah berupa trofi dan sertifikat sudah menjadi tradisi, tetapi insentif fiskal ini lebih praktis karena langsung memberikan dampak nyata,” tambahnya. Pemda yang memenangkan kategori tertentu akan mendapat dana tambahan yang bisa digunakan untuk memperkuat program pembangunan.

“Ketika kompetisi nasional, daerah dengan kapasitas keuangan besar cenderung menang. Sementara daerah dengan anggaran terbatas, kesulitan memperoleh pengakuan,” ujarnya. “Oleh karena itu, Visit Agenda ini dirancang agar semua daerah, baik besar maupun kecil, memiliki peluang yang sama untuk berprestasi dan mendapatkan manfaat.”

Dalam rangkaian acara tersebut, beberapa daerah dari Maluku dan Nusa Tenggara menjadi pemenang. Pemda yang meraih penghargaan pada kategori penanggulangan kemiskinan dan stunting meliputi Kabupaten Pulau Morotai sebagai Terbaik I, Kabupaten Halmahera Utara sebagai Terbaik II, serta Kabupaten Halmahera Tengah sebagai Terbaik III. Hadiah untuk kategori ini mencapai total Rp3 miliar untuk Terbaik I, Rp2 miliar untuk Terbaik II, dan Rp1 miliar untuk Terbaik III. Ini menunjukkan bahwa Visit Agenda tidak hanya sekadar simbol, tetapi juga menjadi sarana untuk mendistribusikan bantuan keuangan secara transparan.

Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting

Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, dan Halmahera Tengah menjadi pemenang kategori penanggulangan kemiskinan dan stunting. Pemenang Terbaik I, Kabupaten Pulau Morotai, berhasil menunjukkan program keberlanjutan dalam pengurangan angka stunting dan peningkatan kualitas hidup warganya. “Program ini memberikan dampak signifikan, terutama dalam meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan masyarakat,” kata Tito. Insentif fiskal yang diberikan melalui Visit Agenda diharapkan mendorong lebih banyak daerah melakukan inovasi serupa.

Pemda yang memenangkan kategori ini juga harus membuktikan efisiensi pengelolaan anggaran. Tito menekankan bahwa kriteria penilaian dirancang sederhana, sehingga tidak membebani daerah kecil. “Kami memastikan data yang digunakan sudah tersedia, seperti angka pengangguran dari BPS, sehingga semua daerah bisa diukur secara objektif,” jelasnya. Ini menunjukkan bahwa Visit Agenda menjadi alat untuk memperkuat transparansi dalam penilaian kinerja daerah.

Kategori Creative Financing

Dalam kategori Creative Financing, Kabupaten Lombok Barat memperoleh penghargaan Terbaik I tingkat kabupaten, diikuti oleh Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Halmahera Selatan. Kota Mataram juga meraih apresiasi, sementara Provinsi NTB menjadi pemenang provinsi. “Program ini menunjukkan kemampuan daerah dalam mengelola dana secara kreatif, tanpa mengandalkan pendanaan pemerintah pusat,” kata Tito. Visit Agenda menjadi platform untuk memberikan penghargaan kepada daerah yang inovatif dalam hal pembiayaan.

Pemda yang mendapat penghargaan dalam Creative Financing diberi dana tambahan sebagai bentuk dukungan keuangan. Ini membantu daerah dalam mengembangkan proyek yang tidak terduga, seperti pengembangan infrastruktur atau program sosial. “Kami ingin daerah bisa berkreasi dengan dana yang dimiliki, tanpa ketergantungan pada bantuan besar dari pusat,” lanjut Tito. Acara ini juga menjadi pembelajaran bagi daerah lain yang ingin mengikuti strategi yang sama.

Visit Agenda tidak hanya mengapresiasi daerah berprestasi, tetapi juga memberikan inspirasi kepada daerah yang belum muncul. Dengan insentif fiskal, Kemendagri berharap meningkatkan kemampuan daerah dalam melakukan pengembangan berkelanjutan. “Ini adalah langkah awal, dan kami berharap ada lebih banyak daerah yang bisa berprestasi dalam beberapa tahun ke depan,” tukas Tito. Dukungan keuangan ini diharapkan menjadi pemicu untuk mengubah pola kerja pemerintah daerah secara keseluruhan.

Leave a Comment