Video

PVMBG minta warga dan pendaki jauhi Gunung Dukono dalam radius 4 Km

PVMBG Minta Warga dan Pendaki Jauhi Gunung Dukono dalam Radius 4 Km

PVMBG minta warga dan pendaki jauhi – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), bagian dari Badan Geologi, telah memberikan imbauan kepada masyarakat setempat serta pendaki untuk menjaga jarak minimal 4 kilometer dari kawah Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Peringatan ini dikeluarkan setelah terjadi erupsi yang mengakibatkan aktivitas vulkanik kembali meningkat pada Jumat (8/5) lalu. Status Gunung Dukono, yang sudah dinyatakan berada di Level II atau status waspada, tetap dipertahankan hingga saat ini sebagai upaya mengurangi risiko bahaya bagi warga sekitar dan para pendaki.

Peringatan Erupsi Berdampak pada Wilayah Sekitar

Erupsi Gunung Dukono terjadi sejak pagi hari Jumat, 8 Mei, yang menyebabkan asap vulkanik meluas dan berpotensi mengganggu aktivitas harian penduduk di sekitar kawasan. PVMBG menjelaskan bahwa erupsi tersebut adalah bagian dari siklus aktivitas gunung berapi yang tidak bisa diprediksi secara mutlak. Meski kawah tidak mengeluarkan material letusan besar, angin yang berubah arah dapat membuat asap mengarah ke daerah lebih luas, termasuk area pemukiman warga atau jalur pendakian.

Sebagai langkah pencegahan, PVMBG menegaskan bahwa warga dan pendaki wajib menjaga jarak setidaknya 4 kilometer dari kawah. Jarak ini ditentukan berdasarkan tingkat keberadaan awan panas, abu vulkanik, dan potensi gempa. Selain itu, mereka dianjurkan untuk mengikuti pemantauan cuaca dan aktivitas vulkanik yang dilakukan lembaga tersebut, serta tetap berada di lokasi yang aman hingga kondisi stabil. Imbauan ini menjadi penting karena sejumlah pendaki tercatat masih berada di area risiko meski status gunung berapi telah ditingkatkan.

Risiko dan Rekomendasi dari PVMBG

Erupsi Gunung Dukono sebelumnya terjadi pada 16 April 2024, yang mengakibatkan abu vulkanik menghiasi langit di sekitar kawasan. Sejak saat itu, PVMBG terus memantau aktivitas vulkanik dan memperbarui informasi ke warga serta pihak terkait. Menurut pernyataan resmi, warga dihimbau untuk tidak melakukan kegiatan di area dalam radius 4 km hingga 72 jam setelah erupsi terjadi, karena potensi bahaya seperti letusan kembali atau gempa masih ada. Pendaki juga diminta untuk beralih ke jalur alternatif atau menunda perjalanan ke kawah hingga diberi izin.

PVMBG mengungkapkan bahwa kawah Gunung Dukono memiliki sejarah erupsi yang cukup aktif, terutama pada musim hujan. Aktivitas erupsi terakhir terjadi pada 16 April, dengan tinggi kolom abu mencapai 3.000 meter dan kecepatan angin yang mengarahkan abu ke wilayah utara. Hal ini memicu peringatan dini dan penutupan sebagian jalur pendakian. Namun, meski tingkat keaktifan gunung berapi tergolong stabil, PVMBG tetap memantau dengan intensif guna mencegah kejutan alam yang bisa berdampak serius.

Sebagai langkah responsif, PVMBG juga berkoordinasi dengan pihak setempat untuk memastikan warga yang tinggal di dekat kawah paham akan ancaman erupsi. Mereka memberikan edukasi tentang cara menghindari bahaya, seperti menggunakan alat pelindung diri saat berada di area sekitar atau mengikuti peringatan melalui media sosial dan informasi langsung dari lembaga mitigasi bencana. Selain itu, lembaga ini juga menyarankan para pendaki untuk memperhatikan perubahan cuaca dan kondisi sekitar kawah sebelum memutuskan untuk menaiki gunung tersebut.

“PVMBG minta warga dan pendaki untuk menjaga jarak minimal 4 kilometer dari kawah Gunung Dukono karena aktivitas vulkanik masih dalam tahap waspada. Kami memantau dengan cermat dan akan memberikan update terkini jika ada perubahan kondisi,” kata perwakilan PVMBG dalam siaran pers.

Kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk pendaki, tetapi juga untuk warga sekitar yang tinggal di kawasan rentan bahaya. PVMBG berharap imbauan tersebut bisa menekan risiko cedera akibat erupsi dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengikuti informasi resmi. Dengan menjaga jarak, baik pendaki maupun warga dapat mengurangi paparan risiko dan memastikan keamanan dalam beraktivitas di sekitar Gunung Dukono.

Erupsi Gunung Dukono menunjukkan betapa pentingnya sistem peringatan dini yang diterapkan oleh PVMBG. Sebagai lembaga mitigasi bencana geologi, mereka memperkuat upaya pemantauan dengan teknologi modern dan data historis. Selain itu, pihak setempat juga turut berperan dalam memastikan warga mengerti tentang tindakan yang harus diambil dalam kondisi kritis. Dengan kerja sama antara PVMBG dan masyarakat, harapannya adalah minimnya korban akibat aktivitas vulkanik di masa depan.

Di sisi lain, para pendaki yang ingin tetap menjelajahi Gunung Dukono dianjurkan untuk mempersiapkan diri dengan baik. Hal ini termasuk memahami pola erupsi dan mematuhi instruksi dari lembaga mitigasi bencana. PVMBG juga menyediakan informasi terkini melalui situs resmi dan media sosial untuk memudahkan akses informasi kepada warga dan pendaki. Dengan memperhatikan rekomendasi tersebut, mereka dapat menikmati keindahan alam Gunung Dukono tanpa terancam bahaya.

(Dian Hardiana/Sandy Arizona/Roy Rosa Bachtiar)

Leave a Comment