Warta Bumi

DLH Mataram ambil tas plastik warga belanja di CFD – diganti “eco bag”

DLH Mataram Ambil Tas Plastik, Sosialisasi Penggunaan Eco Bag di CFD

DLH Mataram ambil tas plastik warga – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram melakukan inisiatif kreatif dalam upaya mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Dalam acara Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, DLH Mataram mengambil tas plastik yang digunakan warga belanja dan menggantinya dengan eco bag secara gratis. Kebijakan ini sejalan dengan komitmen pemerintah kota dalam mendorong gaya hidup berkelanjutan dan mengurangi dampak lingkungan negatif dari limbah plastik.

Sebagai bagian dari kampanye “Rampas Kantong Plastik,” DLH Mataram menargetkan masyarakat yang berbelanja di kawasan bebas kendaraan pada hari Minggu. Petugas khusus melakukan pendataan dan pengumpulan plastik sekali pakai dari pengunjung, sambil menyampaikan edukasi tentang manfaat mengganti kantong plastik dengan bahan daur ulang. “Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan kantong belanja,” kata Irwansyah, Sekretaris DLH Mataram, saat kegiatan berlangsung.

Kampanye Eco Bag: Langkah konkret untuk Minimalkan Sampah Plastik

Kebijakan DLH Mataram ambil tas plastik warga belanja di CFD menjadi salah satu cara paling langsung untuk mengurangi volume sampah plastik. Selama acara, sekitar 300 eco bag diberikan kepada pengunjung, yang nantinya akan digunakan kembali untuk menggantikan kantong plastik. “Kami telah menyiapkan 8.000 lembar eco bag untuk distribusi ke pasar tradisional,” jelas Nizar Denny Cahyadi, Kepala DLH Mataram. Target ini menjadi langkah strategis dalam mengatasi masalah sampah plastik di sektor ritel yang masih dominan.

Dalam beberapa tahun terakhir, kota Mataram telah mewajibkan penggunaan eco bag di beberapa tempat belanja. Namun, untuk meningkatkan keberlanjutan program, DLH Mataram ambil tas plastik warga belanja di CFD menjadi fokus utama. Menurut Nizar, kegiatan ini bertujuan mengubah kebiasaan masyarakat secara perlahan, sekaligus memperkenalkan eco bag sebagai alternatif yang ramah lingkungan. “Dengan mengganti kantong plastik, kita bisa mengurangi polusi plastik hingga 70% di area belanja,” tegasnya.

Kontribusi Eco Bag dalam Perang Melawan Polusi Lingkungan

Kampanye DLH Mataram ambil tas plastik warga belanja di CFD juga menjadi sarana edukasi penting bagi masyarakat. Eco bag, yang terbuat dari bahan kain daur ulang, dijelaskan sebagai alat bantu untuk meminimalkan jumlah sampah plastik yang berakhir di sungai, laut, dan lahan pertanian. “Plastik yang dibuang ke alam, seperti terumbu karang dan hutan, bisa merusak ekosistem hidup makhluk laut,” kata Irwansyah. Ia menekankan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekonomi sirkular.

Dinas Lingkungan Hidup Mataram telah menetapkan regulasi terkait penggunaan eco bag sejak 1 September 2024. Peraturan ini berlaku di pasar modern, tetapi akan secara bertahap diperluas ke pasar tradisional. “Kami berharap, eco bag bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” imbuh Nizar. Peningkatan kesadaran ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada kantong plastik sekali pakai, sekaligus memberikan solusi praktis bagi pedagang dan konsumen.

Kampanye DLH Mataram ambil tas plastik warga belanja di CFD juga mendapat respon positif dari masyarakat. Banyak pengunjung menyambut baik langkah tersebut, meski beberapa masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. “Saya suka eco bag karena bisa digunakan berulang kali,” ujar salah satu warga, Ida, saat memasukkan barang belanjaannya ke dalam kantong daur ulang. Namun, ia mengakui bahwa mengganti kantong plastik membutuhkan perubahan pola pikir. “Saya akan mencoba bawa eco bag kecil untuk belanja harian,” tambahnya.

Menurut data dari DLH Mataram, tahun lalu kota ini menghasilkan sekitar 12 ton sampah plastik per hari, dengan sebagian besar berasal dari tempat belanja. Dengan kegiatan ini, pihak DLH Mataram ambil tas plastik warga belanja di CFD diharapkan menjadi langkah awal untuk menekan angka tersebut. “Kami ingin mengajak masyarakat untuk mengambil eco bag sebagai alat bantu dalam mengurangi limbah,” tambah Irwansyah. Selain itu, eco bag juga diklaim lebih tahan lama dan tidak mudah terurai, sehingga lebih aman untuk lingkungan.

Kampanye DLH Mataram ambil tas plastik warga belanja di CFD tidak hanya fokus pada pemberian eco bag, tetapi juga berupaya membangun kebiasaan ekologis melalui sosialisasi. Petugas melakukan pendampingan langsung kepada pengunjung, memberikan panduan tentang cara merawat eco bag dan mengganti kantong plastik secara bertahap. “Kami berharap, eco bag bisa jadi alat bantu utama untuk mengurangi plastik sekali pakai,” pungkas Nizar. Dengan langkah ini, DLH Mataram berharap mencapai target pengurangan sampah plastik hingga 50% dalam lima tahun ke depan.

Leave a Comment