Dishut Kalsel Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Tahura Sultan Adam
Special Plan menjadi strategi utama yang dijalankan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) dalam upaya mengatasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam. Dalam rangka menghadapi musim kemarau yang memicu peningkatan risiko karhutla, Dishut Kalsel meluncurkan Special Plan yang mencakup koordinasi intensif antar instansi terkait, penguatan pemantauan rutin, serta edukasi masyarakat untuk mengurangi potensi pemicu kebakaran. Langkah ini bertujuan mengoptimalkan peran seluruh pihak dalam menjaga keberlanjutan ekosistem kawasan hutan yang menjadi prioritas nasional.
Strategi Sinergi untuk Mencegah Karhutla
Special Plan di Tahura Sultan Adam dirancang dengan memperhatikan kebutuhan kerja sama lintas sektor. Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, dan masyarakat adalah kunci sukses dalam upaya pencegahan. “Dengan Special Plan, kami ingin memastikan semua unit kerja terlibat aktif sejak awal untuk mencegah titik api sebelum muncul,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa strategi ini mencakup penggunaan teknologi pemantauan modern, seperti drone dan sensor, serta penerapan metode pencegahan berbasis komunitas.
Kawasan Tahura Sultan Adam, yang merupakan area konservasi strategis, rentan terhadap kebakaran karena faktor alam seperti cuaca kering dan aktivitas manusia. Dalam Special Plan, Dishut Kalsel menggandeng beberapa lembaga seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Puslittas, dan organisasi lingkungan lokal untuk membentuk sistem pengawasan yang lebih komprehensif. Koordinasi ini tidak hanya fokus pada pencegahan, tetapi juga pada respons cepat jika kebakaran terjadi, sehingga dapat meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.
Implementasi dan Pengawasan Berkelanjutan
Penerapan Special Plan di Tahura Sultan Adam mencakup beberapa fase, mulai dari sosialisasi ke masyarakat hutan, pelatihan petugas pemadam, hingga evaluasi berkala terhadap keberhasilan program. Fathimatuzzahra menyebutkan bahwa rancangan ini dirancang secara komprehensif untuk mengakomodasi berbagai aspek, seperti perbaikan infrastruktur, penerapan teknik penanaman, dan pengelolaan limbah organik. “Kami ingin menciptakan lingkungan hutan yang lebih sehat dan berkelanjutan melalui Special Plan ini,” tuturnya.
Salah satu komponen utama Special Plan adalah penguatan monitoring berkelanjutan. Selama ini, pengawasan hanya dilakukan saat kebakaran terjadi, tetapi kini Dishut Kalsel melakukan inspeksi rutin dan analisis data dari satelit untuk mendeteksi dini gejala ancaman. Selain itu, program ini juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai garda depan dalam mengawasi aktivitas yang berpotensi memicu karhutla. Dengan pendekatan ini, Dishut Kalsel berharap mengurangi tingkat kebakaran secara signifikan.
Hasil monitoring Tim Audit Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 yang dilakukan di beberapa Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kalsel memberikan gambaran bahwa Special Plan mulai menunjukkan dampak positif. Fathimatuzzahra mengapresiasi capaian ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kualitas tutupan lahan. “Program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) FOLU Net Sink 2030 berjalan lancar sesuai dengan target yang ditetapkan,” tambahnya. Ia menekankan bahwa Special Plan tidak hanya fokus pada pencegahan, tetapi juga menjadi alat untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan hutan di provinsi tersebut.
Dengan Special Plan, Dishut Kalsel juga berencana memperluas kolaborasi dengan pihak swasta dan lembaga internasional. Kemitraan ini diharapkan mampu memberikan sumber daya tambahan, seperti teknologi pemantauan dan dana pendanaan, untuk memperkuat kapasitas penanganan karhutla. “Kita perlu berinovasi dalam metode pencegahan, tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah,” ujarnya. Selain itu, Special Plan juga melibatkan pelibatan anak muda melalui program edukasi dan pelatihan keterampilan di bidang lingkungan, sehingga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem hutan.
“Special Plan ini adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk memastikan Tahura Sultan Adam tetap menjadi kawasan yang aman dari karhutla,” pungkas Fathimatuzzahra. “Dengan sinergi yang lebih kuat, kami yakin target pencegahan kebakaran bisa tercapai, bahkan sebelum musim kemarau tiba.”
