Humaniora

Latest Program: Sepekan, pelibatan kantin dalam MBG hingga tips hindari haji fiktif

Isu Humaniora Menarik dalam Minggu Terakhir

Latest Program – Berikut beberapa isu humaniora penting yang mencuri perhatian selama seminggu terakhir, yang bisa kembali dibaca sebagai rangkuman peristiwa terkini. Beberapa hal yang menjadi sorotan meliputi perubahan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyesuaian kebijakan haji, serta upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi di wilayah tertentu.

Pelibatan Kantin Sekolah dalam MBG

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan program MBG tetap berjalan meski ada penyesuaian. Ia menegaskan bahwa sekitar 80,94% siswa Indonesia, yaitu 43,4 juta dari total 53,5 juta, mengharapkan keberlanjutan program tersebut. Salah satu penyesuaian melibatkan kemungkinan kantin sekolah menjadi penyedia makanan bergizi.

“Jumlah murid yang menerima MBG itu sekitar 43,4 juta dari total 53,5 juta murid di Indonesia atau sekitar 80,94 persen. Sebagian besar mengharapkan program ini tetap dilanjutkan,”

MBG Fokus pada Daerah 3T

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengingatkan bahwa MBG harus menjangkau kelompok yang paling membutuhkan. Ia menekankan pentingnya program ini memberikan dampak signifikan bagi masyarakat di tingkat dasar, terutama di daerah yang tertinggal, terpencil, dan terkurung.

“Dalam pelaksanaan perbaikan manajemen MBG yang dikelola oleh BGN ini, saya mengingatkan untuk mengacu pada Inpres 4 tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), di mana daerah tertinggal, kemiskinan ekstrem, kemiskinan dan juga prioritas yang harus diutamakan,”

Reformasi Kebijakan Haji dengan Pendekatan Sains

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengatakan saat ini adalah kesempatan emas untuk mendorong pengembangan Jakarta melalui ilmu pengetahuan. Ia menekankan peran seluruh pemangku kepentingan dalam bidang sains dan teknologi, mulai dari akademisi hingga masyarakat luas.

“Saatnya kita membangun Jakarta dengan sains dan teknologi. Itulah mengapa kami hadir di sini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), untuk melibatkan bukan hanya kementerian, tetapi seluruh pelaku sains dan teknologi, mulai dari dosen, peneliti, mahasiswa, industri, pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga masyarakat,”

BPKH Sarankan Penyesuaian Setoran Awal Haji

Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengusulkan kenaikan setoran awal biaya haji dari Rp25 juta menjadi Rp35 juta. Perubahan ini bertujuan meningkatkan manfaat dana haji di masa depan.

“Di dalam Rencana Strategis (Renstra) kami, setoran awal itu seharusnya naik menjadi Rp35 juta,”

Kemenhaj Beri Panduan Hindari Badal Haji Fiktif

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memberikan petunjuk kepada masyarakat untuk menghindari praktik badal haji palsu. Dalam pelaksanaan haji 1447 Hijriah/2026, ada beberapa penipuan yang terungkap.

“Karena itu, kalau ada penawaran badal haji dengan biaya Rp10 juta itu seperti akal-akalan. Nilainya tidak rasional,”

Leave a Comment