New Policy: Kemen ESDM dan PGN Perluas Akses Gas Bumi Rumah Tangga di Yogyakarta
New Policy – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) meluncurkan New Policy yang bertujuan memperluas akses penggunaan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga di Sleman, Yogyakarta. Inisiatif ini menggunakan skema Compressed Natural Gas (CNG) clustering sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi energi nasional, terutama dalam upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar subsidi seperti LPG.
Langkah Strategis untuk Kemandirian Energi
“Dengan New Policy ini, kita berupaya menciptakan akses yang lebih merata dan terjangkau bagi masyarakat Sleman, khususnya rumah tangga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pasokan gas bumi. Ini adalah langkah strategis untuk mendukung transisi energi yang lebih bersih, sekaligus mengurangi beban subsidi energi,” kata Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dalam kunjungan ke proyek percontohan.
Kebijakan baru ini bertujuan menyediakan alternatif energi yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. PGN, sebagai Subholding Gas Pertamina, menegaskan komitmen dalam mendorong pemanfaatan gas bumi melalui jaringan pipa dan moda non-pipa. New Policy juga mengintegrasikan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) dalam sistem distribusi, sehingga memperkuat kemandirian lokal.
Proyek Percontohan yang Berhasil
Kebijakan New Policy diuji coba di Sleman sebagai proyek percontohan. Proses penerapan CNG clustering di wilayah tersebut telah menunjukkan hasil positif, dengan lebih dari 4.500 sambungan rumah (SR) berhasil terpasang. Panjang jaringan pipa distribusi mencapai lebih dari 141 kilometer, dan rata-rata penyaluran gas bumi mencapai sekitar 84.000 meter kubik (M³) per bulan.
Manfaat dari New Policy ini tidak hanya terbatas pada sektor rumah tangga. Proyek ini juga memberikan dampak signifikan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), restoran, perhotelan, serta fasilitas kesehatan. Dengan adanya akses yang lebih mudah, biaya operasional usaha komersial menurun secara signifikan, seperti contoh Rumah Makan Payakumbuah Yogyakarta yang menghemat 30–33% pengeluaran energi setelah beralih ke CNG.
Implementasi Berbasis Teknologi Modern
“Kita menggabungkan teknologi modern dengan kebijakan New Policy untuk memastikan keandalan pasokan gas bumi,” jelas Arief K. Risdianto, Direktur Utama PGN. Pemanfaatan CNG dan jaringan gas (jargas) menjadi bagian dari upaya pengurangan emisi karbon, seiring dengan tujuan pemerintah mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 30% pada 2030.
PGN mengoperasikan 14 SPBG/Mother Station dan 4 Mobile Refueling Unit (MRU) untuk mendukung penggunaan CNG secara efektif. Dengan New Policy, PGN juga meningkatkan sinergi dengan anak usaha PT Gagas Energi Indonesia, yang berperan dalam pengelolaan distribusi gas non-pipa. Hasilnya, kebutuhan energi masyarakat Sleman menjadi lebih terjamin.
Konsistensi dengan RPJMN 2026–2029
Langkah ini selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2026–2029, yang menargetkan pengembangan sekitar 350 ribu sambungan rumah per tahun. New Policy di Sleman diharapkan menjadi model bagi kota lain dalam mempercepat penerapan gas bumi di daerah-daerah yang belum terlayani sepenuhnya.
Menurut Yuliot Tanjung, New Policy ini juga mendorong ekonomi lokal melalui pengurangan biaya energi. Dengan mengganti LPG subsidi, biaya operasional rumah tangga bisa menurun hingga 20–25% per tahun. PGN menargetkan pengembangan jargas di Sleman akan menjangkau 20 ribu pelanggan dalam tiga tahun ke depan, sebagai bagian dari New Policy yang lebih luas.
“Kebijakan New Policy ini adalah bagian dari visi pemerintah mengurangi impor bahan bakar, sekaligus memastikan energi bumi bisa digunakan secara optimal. Kami optimis dengan skema ini, akses ke energi akan lebih merata, dan masyarakat Sleman bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” tambah Yuliot.
Kesiapan dan Pengembangan Infrastruktur
Dalam rangka New Policy, PGN terus mengembangkan infrastruktur jaringan gas bumi yang lebih luas. Kesiapan pihak PGN dalam mengelola proyek ini terbukti dengan keberhasilan pemasangan jargas di Sleman. Kementerian ESDM juga berperan aktif dalam meninjau progres proyek, memastikan kebijakan ini berjalan sesuai rencana.
Selain itu, New Policy mengintegrasikan kebijakan subsidi dengan model penggunaan gas bumi yang lebih ef
