Bisnis

Menteri PPN buka Indonesia’s Sustainable Development Goals Award 2026

Foto : Daniel Moore - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Menteri PPN Buka Indonesia’s Sustainable Development Goals Award 2026 di Jakarta
  2. Related Reading

Menteri PPN Buka Indonesia’s Sustainable Development Goals Award 2026 di Jakarta

Beritaturah.com – Jakarta kembali menjadi pusat perhatian dalam dunia pembangunan berkelanjutan dengan diresmikannya Indonesia’s Sustainable Development Goals Award (SDGs Award) 2026. Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh Rachmat Pambudy, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Dalam sambutannya, Menteri PPN buka Indonesia s Sustainable Development Goals Award 2026 dengan semangat baru untuk mendorong aksi nyata di seluruh lapisan masyarakat. Tema yang diusung tahun ini adalah “Aksi Nyata untuk Akselerasi Pencapaian SDGs Menuju 2030”, yang menekankan pentingnya implementasi konkret dari berbagai komitmen yang telah dibuat.

Kick Off Meeting Indonesia’s SDGs Action Awards 2026 diselenggarakan secara virtual pada hari Kamis di Jakarta. Rachmat Pambudy menyampaikan bahwa ajang ini bukan sekadar seremoni, melainkan wadah strategis untuk pembelajaran, inspirasi, dan kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan. Ia mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama, mulai dari komitmen menuju implementasi, dari kegiatan menuju hasil nyata, dan dari praktik terbaik menuju dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Menerjemahkan Komitmen Menjadi Perubahan Nyata

Menteri PPN menegaskan bahwa akselerasi pencapaian SDGs menuju 2030 tidak lagi cukup hanya dengan komitmen verbal. Langkah selanjutnya adalah menerjemahkan komitmen tersebut menjadi kebijakan konkret, program inovatif, layanan yang lebih baik, model usaha dan pembiayaan, serta kemitraan yang menghasilkan perubahan nyata. Tujuan pembangunan berkelanjutan kini menjadi agenda bersama yang memerlukan kolaborasi intensif antara pemerintah pusat dan daerah, kolaborasi dengan dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, filantropi, komunitas lokal, media, dan seluruh masyarakat yang bisa dilibatkan dalam proses pembangunan.

Di berbagai penjuru Indonesia, telah tumbuh banyak praktik baik yang patut dicontoh. Layanan dasar yang semakin luas, usaha yang lebih berkelanjutan, serta inovasi dari kampus-kampus yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan pendampingan bagi kelompok rentan menjadi bukti nyata kemajuan. Kemitraan yang memperkuat dampak pembangunan juga terus berkembang, menciptakan ekosistem yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Praktik-praktik inilah yang perlu kita kenali, perlu kita dokumentasikan, perlu diperluas, dan perlu direplikasi dengan berbagai modifikasi yang kita butuhkan,” kata Rachmat Pambudy dalam sambutannya.

Perubahan Paradigma dalam Sistem Penghargaan

Melalui SAA 2026, Bappenas ingin mengubah pertanyaan mendasar dari sekadar apa yang telah dilakukan menjadi perubahan, apa yang telah dihasilkan yang memperoleh manfaat, dan bagaimana dampaknya dapat diperluas ke lebih banyak pihak. Kepala Bappenas menekankan bahwa penghargaan Indonesia SDGs Action Awards bukan kompetisi untuk mencari program dengan anggaran terbesar atau publikasi terbanyak, tetapi menemukan praktik relevan, efektif, dan inklusif dengan berbagai bukti, serta memiliki potensi untuk mempercepat pencapaian SDGs secara signifikan.

Sistem penilaian tahun ini telah disiapkan untuk melayani peserta lama maupun baru dengan lebih efisien. Institusi yang pernah mengikuti SAA dapat menggunakan kembali akun yang telah dimiliki dan memperbarui data yang diperlukan, sementara peserta baru dapat melakukan registrasi melalui portal resmi SAA. Panitia juga dinyatakan telah menyiapkan panduan kegiatan sosialisasi serta layanan bantuan untuk mendampingi peserta selama masa pendaftaran berlangsung.

Kategori Peserta dan Lini Masa Kegiatan

Secara umum, peserta SAA 2026 akan dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu bagaimana institusi menunjukkan komitmen terhadap pelaksanaan SDGs dalam tata kelola dan mandatnya di dalam organisasi, dan praktek baik unggulan yang menghasilkan manfaat dan peluang nyata untuk terus dijadikan perluasan. Kerangka ini disusun agar penghargaan tak hanya diberikan atas satu kegiatan yang menonjol, tetapi mempertimbangkan keseriusan institusi dalam menjaga keberlanjutan kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

Mengenai lini masa rangkaian SAA, pendaftaran telah dimulai di bulan Agustus 2026 per hari ini, dan peserta akan memperoleh waktu untuk menyiapkan informasi dan dokumen sampai pertengahan September. Kemudian, ada proses penelaahan di bulan September dan penjurian di bulan Oktober, lalu pemenang diumumkan dan menerima penghargaan sebagai bagian dari SDGs Annual Conference atau SAC pada bulan November 2026.

“Saya mengundang berbagai kementerian dan lembaga, mengundang pemerintah daerah, mengundang para pelaku usaha, mengundang para pimpinan koperasi, dan mengundang para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, serta mengundang para pimpinan perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, serta lembaga filantropi untuk berpartisipasi,” ucap dia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang SAA 2026

Berapa lama waktu pendaftaran SAA 2026? Pendaftaran dimulai pada bulan Agustus 2026 dan ditutup pada pertengahan September 2026, memberikan waktu yang cukup bagi peserta untuk menyiapkan dokumen.

Apakah institusi yang pernah mengikuti SAA bisa mendaftar lagi? Ya, institusi yang pernah mengikuti SAA dapat menggunakan kembali akun yang telah dimiliki dan memperbarui data yang diperlukan.

Kapan pemenang SAA 2026 akan diumumkan? Pemenang akan diumumkan pada bulan November 2026 sebagai bagian dari SDGs Annual Conference atau SAC.

Siapa saja yang bisa mengikuti SAA 2026? SAA 2026 terbuka untuk berbagai kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, pimpinan koperasi, UMKM, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, serta lembaga filantropi.

Leave a Comment