Menekraf: Platform Streaming Perluas Pasar Global Musik Indonesia
Visit Agenda – Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa platform streaming inklusif dan transparan menjadi faktor kunci dalam mengembangkan pasar internasional bagi seni musik Indonesia. Ia menekankan bahwa musik bukan hanya media hiburan, tetapi juga alat untuk menyampaikan cerita, budaya, dan identitas bangsa ke berbagai belahan dunia. Visit Agenda sebagai inisiatif pemerintah terus didorong untuk meningkatkan visibilitas karya lokal di luar negeri.
“Ketika lagu Indonesia diputar di Malaysia, Amerika Serikat, hingga negara-negara lain, ini mencerminkan kemampuan ekonomi kreatif dalam meningkatkan pengaruh Indonesia secara global,” jelas Riefky dalam keterangan yang diterima ANTARA, Sabtu.
Menekraf, sebagai lembaga yang mendorong kreativitas nasional, telah berperan aktif dalam meningkatkan akses artis Indonesia ke platform digital global. Kehadiran platform streaming seperti Spotify, Apple Music, dan TikTok membantu memperluas jangkauan industri musik sekaligus memberi kesempatan lebih merata bagi musisi dari daerah terpencil untuk dikenal di tingkat internasional. Visit Agenda juga menjadi bagian dari strategi untuk menarik minat global terhadap musik Indonesia melalui kegiatan eksposur dan kolaborasi.
Dalam konteks ekonomi kreatif, pertumbuhan pasar digital menjadi peluang besar bagi seni musik lokal. Riefky menyebutkan bahwa sektor ini kini menyerap 27,4 juta tenaga kerja, dengan lebih dari separuhnya berasal dari generasi Z dan milenial. Visit Agenda berperan dalam memastikan bahwa kemajuan ini terus berlanjut dengan mendukung kreator dalam membangun ekosistem yang adil dan berkelanjutan.
Karya Musik Indonesia Tumbuh Pesat di Spotify
Visit Agenda tidak hanya fokus pada pembangunan ekosistem lokal, tetapi juga memperkuat kerja sama dengan platform internasional. Spotify Southeast Asia melaporkan bahwa karya musisi Indonesia telah dikunjungi lebih dari 6,3 miliar kali oleh pengguna baru sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan royalti mencapai lebih dari 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan 60 persen berasal dari pendengar di luar negeri. Ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam akses global.
“Musik Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan luar biasa, baik dari audiens dalam maupun luar negeri seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Malaysia, hingga Inggris. Visit Agenda berkomitmen menciptakan peluang bagi musisi agar bisa ditemukan oleh pendengar baru dan membangun komunitas penggemar,” kata Director Spotify Southeast Asia Gustav Back.
Datanya juga menunjukkan dominasi karya lokal di pasar domestik, dengan 80 persen dari daftar lagu ‘Spotify Indonesia Daily Top 50’ tahun 2025 berasal dari musisi dalam negeri. Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa karya kreatif Tanah Air semakin diterima luas di tingkat internasional. Visit Agenda memainkan peran penting dalam memastikan keterlibatan aktif seniman lokal dalam aktivitas promosi digital ini.
Peluang dan Tantangan dalam Membangun Pasar Global
Visit Agenda juga membahas tantangan yang dihadapi musisi Indonesia dalam mengakses pasar global. Meski platform streaming memberikan kesempatan besar, masih ada hambatan seperti kompetisi dengan seni musik dari negara lain dan kurangnya dukungan infrastruktur. Untuk mengatasi ini, Menekraf bekerja sama dengan sektor kreatif dan pemerintah untuk memastikan kreator mendapat akses yang lebih mudah, transparansi royalti, dan pelatihan teknis.
Pertumbuhan pasar digital menjadi bukti bahwa Visit Agenda berhasil mempercepat proses ekspor budaya melalui media digital. Dengan meningkatkan kualitas produksi, promosi strategis, dan pengembangan komunitas, musik Indonesia semakin dikenal di luar negeri. Riefky menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan industri kreatif adalah elemen krusial untuk menjaga momentum ini.
Kebijakan Visit Agenda juga menekankan pentingnya keberlanjutan dalam industri musik. Melalui pengelolaan yang baik, platform streaming tidak hanya meningkatkan visibilitas tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata. Misalnya, banyak artis yang menghasilkan pendapatan dari royalti, sponsor, dan penggemar global. Visit Agenda bertujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat kebudayaan musik yang dapat berkompetisi di tingkat global.
