Gapasdap: Antrean di Ketapang Disebabkan Kurangnya Kapasitas Pelabuhan
Latest Program – Kota Banyuwangi menjadi sorotan setelah organisasi Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) mengungkapkan bahwa antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara volume arus transportasi dan kapasitas infrastruktur pelabuhan. Ketua Umum Gapasdap, Khoiri Soetomo, dalam wawancara di Banyuwangi, Sabtu, menjelaskan bahwa kekurangan kapasitas dermaga menjadi faktor utama yang menghambat efisiensi sistem angkutan penyeberangan.
Kapasitas Pelabuhan Tidak Mampu Menyambut Peningkatan Arus
Khoiri mengatakan antrean panjang di jalur Ketapang-Gilimanuk sudah menjadi masalah struktural yang memerlukan solusi berkelanjutan. “Selama beberapa bulan terakhir, peningkatan volume penggunaan pelabuhan memaksa operator menunggu waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan pelayanan,” jelasnya. Ia menyoroti bahwa peningkatan kapasitas dermaga dan pelabuhan tetap menjadi prioritas utama untuk mengatasi kemacetan yang terjadi.
“Kami mengkhawatirkan dampak jangka panjang terhadap kepadatan lalu lintas, sehingga kita perlu mengembangkan Latest Program yang lebih komprehensif untuk memastikan pelabuhan bisa mendukung mobilitas masyarakat secara optimal,” tegas Khoiri.
Operator Angkutan Sudah Maksimal, Tapi Infrastruktur Masih Ketinggalan
Khoiri menyebutkan bahwa operator layanan penyeberangan telah memaksimalkan armada kapal mereka, termasuk menambah jumlah dan mengganti kapal lama dengan yang lebih modern. Namun, kata dia, peningkatan ini tidak cukup karena kapasitas dermaga yang masih membatasi operasional. “Banyak kapal harus menunggu giliran untuk bersandar, yang menyebabkan penurunan produktivitas secara signifikan,” tambahnya.
“Kami memohon pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pelabuhan, bukan hanya menambah armada, agar Latest Program ini bisa berjalan efektif dan mengurangi tekanan pada jalan nasional,” ujarnya.
Kapasitas Dermaga Jadi Fokus Utama dalam Pembangunan
Dengan adanya sekitar 56 kapal yang siap beroperasi di jalur Ketapang-Gilimanuk, Khoiri menegaskan bahwa kekurangan dermaga tetap menjadi hambatan utama. “Jumlah dermaga yang terbatas menyebabkan kepadatan, sehingga kita perlu menambah kapasitas dermaga dan memperbaiki fasilitas,” jelasnya. Ia juga menyoroti bahwa penggunaan dermaga LCM (Large Capacity Vessel) yang sudah usang masih diteruskan, meski kini sudah tidak lagi efisien untuk melayani kapal motor penumpang (KMP) modern.
Pembangunan Dermaga Bulusan Jadi Solusi yang Dipersiapkan
Gapasdap telah menyiapkan beberapa proyek pembangunan dermaga untuk meningkatkan efisiensi angkutan. Salah satunya adalah Dermaga Bulusan yang direncanakan untuk dihubungkan dengan dermaga lain melalui jembatan. “Proyek ini bisa mengurangi beban pada jalan raya, tapi saat ini ada dua dolphin sandar yang rusak, sehingga kapal tidak bisa berlabuh secara optimal,” kata Khoiri. Ia menyebutkan bahwa pembangunan ini sejalan dengan Latest Program yang mengutamakan pengembangan infrastruktur transportasi penyeberangan.
Kemitraan dengan Pemkab Banyuwangi dan ASDP
Khoiri menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah mendukung pembangunan dermaga Bulusan dan MB IV. “Kerja sama dengan ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga berjalan baik, karena mereka siap memberikan kontribusi dalam perbaikan fasilitas pelabuhan,” ujarnya. Ia menyatakan bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, operator, dan pusat, Latest Program bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pariwisata.
Permintaan Kepada Kementerian Perhubungan
Khoiri mengatakan Gapasdap telah mengirimkan usulan ke Kementerian Perhubungan terkait pembangunan dermaga baru dan rehabilitasi fasilitas pelabuhan yang rusak. “Pembangunan Latest Program tidak bisa ditunda hingga arus mudik, karena kita perlu memastikan sistem ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sejak awal,” imbuhnya. Ia juga mengharapkan DPR RI dan pemerintah pusat memberikan perhatian lebih besar terhadap pelabuhan penyeberangan sebagai bagian dari infrastruktur nasional.
“Dengan Latest Program yang terencana, kita bisa mengatasi masalah antrean di Ketapang dan menjamin kenyamanan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
