Bisnis

Ketum Kadin dorong penguatan ekonomi hijau dan digital di Kepri

Ketum Kadin Dorong Penguatan Ekonomi Hijau dan Digital di Kepri

Ketum Kadin dorong penguatan ekonomi hijau – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menekankan pentingnya penguatan ekonomi hijau dan digital sebagai strategi utama pengembangan Kepulauan Riau (Kepri) dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Dalam pidatonya saat mengukuhi Dewan Pengurus Kadin Provinsi Kepri periode 2026–2031, Anindya menyoroti bahwa dua sektor ini memiliki potensi pasar yang besar, baik secara nasional maupun internasional. “Kadin Kepri harus menjadi pionir dalam menggerakkan ekonomi hijau dan digital, yang merupakan solusi inovatif untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan produktivitas,” katanya. Ia juga menekankan bahwa Kepri, yang berada di wilayah perbatasan dengan Malaysia, bisa memanfaatkan posisi strategisnya untuk menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Strategi Pengembangan Ekonomi Hijau dan Digital

Menurut Anindya, penguatan ekonomi hijau memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. “Kadin Kepri akan fokus pada pengembangan industri berkelanjutan, seperti energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, serta pengurangan limbah melalui inovasi teknologi,” tambahnya. Ia menekankan bahwa ekonomi hijau tidak hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang efisiensi sumber daya dan keberlanjutan bisnis. “Penguatan ekonomi hijau akan menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong ekosistem usaha yang lebih responsif terhadap isu klimatologi,” jelas Anindya. Di sisi lain, penguatan ekonomi digital memerlukan investasi dalam infrastruktur teknologi informasi dan pengembangan sumber daya manusia yang terampil.

Salah satu langkah strategis yang disarankan oleh Anindya adalah memperkuat Kawasan Perdagangan Bebas (FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK). “Dengan memperluas pemasaran FTZ, Kepri bisa menarik lebih banyak investor asing yang tertarik pada inovasi teknologi dan layanan ekspor berbasis digital,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan teknologi dalam transaksi perdagangan, seperti platform e-commerce yang digunakan untuk memperluas akses pasar bagi produk lokal. Selain itu, penguatan ekonomi digital di Kepri akan membuka peluang bagi sektor startup dan perusahaan teknologi yang beroperasi di wilayah ini.

Kinerja Ekonomi Kepri dalam Tahun 2025

Kepri telah mencatatkan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sebesar hampir 7 persen, yang lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5 persen. Realisasi investasi mencapai Rp64,67 triliun, menunjukkan bahwa daerah ini menjadi salah satu pusat penarikan modal di Indonesia. “Kadin Kepri harus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi ini berkelanjutan, dengan meningkatkan kualitas investasi dan kebijakan yang mendukung penguatan ekonomi hijau,” kata Anindya. Ia menambahkan bahwa kinerja ekonomi yang baik di tahun 2025 menjadi dasar untuk mengembangkan kebijakan yang lebih inklusif di masa mendatang.

Penguatan ekonomi hijau dan digital di Kepri juga dipandang sebagai langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada sektor-sektor tradisional. Anindya menyampaikan bahwa transformasi digital dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, sementara ekonomi hijau menawarkan peluang untuk menarik investor yang peduli pada lingkungan. “Kadin Kepri akan berupaya meningkatkan daya saing sektor-sektor ini melalui pelatihan, pengembangan infrastruktur, serta kerja sama dengan institusi pendidikan dan penelitian,” tutur Anindya. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya mendorong keterlibatan masyarakat dalam proyek ekonomi hijau, seperti pengurangan emisi karbon dan penggunaan energi terbarukan.

Peran Kadin dalam Mengoptimalkan Pertumbuhan Ekonomi

Anindya Novyan Bakrie menekankan bahwa Kadin berperan sebagai penggerak utama dalam mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi daerah. “Penguatan ekonomi hijau dan digital tidak hanya tentang pengembangan sektor-sektor tertentu, tetapi juga tentang membangun ekosistem yang mendorong inovasi dan keberlanjutan,” kata Anindya. Ia menjelaskan bahwa Kadin Kepri akan menjadi jembatan antara pengusaha besar, menengah, dan kecil, serta pemerintah daerah dalam menciptakan pola kerja yang harmonis. “Kadin Kepri akan berupaya meningkatkan kualitas investasi dan memastikan bahwa penguatan ekonomi tidak hanya sebatas pertumbuhan, tetapi juga distribusi yang merata,” tambahnya.

Dalam menjalankan visinya, Anindya menyoroti perlunya pengoptimalan industri perkapalan, yang menjadi tulang punggung perekonomian Kepri. “Kadin Kepri akan berkolaborasi dengan pemerintah untuk memastikan industri perkapalan tetap menjadi motor penggerak ekonomi, sementara sektor digital akan menjadi sumber keuntungan tambahan,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa Kadin akan berperan aktif dalam memfasilitasi pelatihan keterampilan digital bagi masyarakat, agar mereka bisa mengikuti tren pasar yang semakin canggih. “Penguatan ekonomi hijau dan digital adalah bagian dari upaya Kadin untuk mendorong transformasi ekonomi yang lebih seimbang,” jelas Anindya.

Kepri memiliki peluang besar dalam memanfaatkan keunggulan geografisnya sebagai pintu masuk ke Asia Tenggara. “Penguatan ekonomi hijau dan digital akan membuka akses pasar ke negara-negara tetangga, terutama Malaysia dan Singapura,” kata Anindya. Ia menambahkan bahwa Kadin akan menjadi perantara dalam mempercepat integrasi ekonomi regional. Selain itu, penguatan ekonomi hijau juga diharapkan bisa memperkuat daya tahan daerah terhadap perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas. “Kadin Kepri akan terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya alam melalui inovasi dan teknologi,” tutupnya.

Leave a Comment