Hadapi El Nino Mentan andalkan Pengalaman dan Mitigasi Dini untuk Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Beritaturah.com – Jakarta – Pemerintah Indonesia telah menyusun serangkaian langkah preventif yang komprehensif untuk mengantisipasi dampak El Nino terhadap sektor pertanian nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa strategi ini tidak hanya berfokus pada tahun berjalan, melainkan telah dimulai sejak awal masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kesiapan tersebut didasarkan pada pembelajaran dari pengalaman sebelumnya saat Indonesia menghadapi fenomena iklim ekstrem serupa.
Periode 2023 hingga 2024 menjadi catatan penting bagi sektor pertanian nasional. Saat itu, dampak El Nino memicu lonjakan impor beras yang menyentuh angka 7 juta ton. Menyadari hal tersebut, Kementerian Pertanian mengambil inisiatif lebih dini untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor.
“Kita sudah antisipasi bukan saja tahun ini, tapi kita antisipasi sejak awal pemerintahan,” ujar Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Program Infrastruktur dan Teknologi Pertanian
Sejumlah inisiatif konkret telah dijalankan untuk meminimalkan dampak musim kering. Distribusi 100 ribu unit pompa air telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum juga menghasilkan perbaikan jaringan irigasi yang mencakup area seluas 900 ribu hektare.
Di sisi lain, pengembangan benih padi tahan kekeringan menjadi prioritas utama. Pemerintah juga mengoptimalkan lahan rawa seluas 800 ribu hektare yang diprediksi tetap produktif selama kemarau karena kondisi air yang surut. Pembangunan infrastruktur air meliputi embung, sumur dangkal, dan sumur dalam untuk menjamin ketersediaan sumber daya bagi sektor pertanian.
Lebih dari 200 ribu hektare sawah baru telah dibuka sebagai bagian dari upaya memperluas lahan produktif nasional. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk Hadapi El Nino Mentan andalkan pengalaman dan mitigasi dini sebagai kunci keberhasilan.
Kondisi Stok Pangan Saat Ini
Optimisme pemerintah terhadap ketahanan pangan nasional didasari oleh data stok yang solid. Cadangan beras pemerintah tercatat mencapai 5,2 juta ton hingga saat ini.
“Yang terpenting hari ini stok kita tetap bertahan di 5,2 juta ton. Jadi insya Allah aman,” kata Amran.
Penjelasan lebih lanjut dari Mentan menyebutkan bahwa tanaman yang sedang dalam fase pertumbuhan (standing crop) diperkirakan setara dengan 10 hingga 11 juta ton. Sementara itu, gudang Perum Bulog menyimpan sekitar 5 juta ton beras.
“Kita sudah dengan pengalaman tiga kali selama kami di kabinet, dulu kurang persiapan kita bisa aman, apalagi sekarang,” ucapnya.
Dampak Lokal dan Proyeksi Nasional
Amran mengakui bahwa beberapa wilayah sudah merasakan efek kekeringan akibat El Nino. Namun, kondisi tersebut masih bersifat lokal dan tidak diperkirakan akan mengganggu ketersediaan pangan secara nasional. Potensi gagal panen memang masih ada di beberapa lokasi tertentu, namun skalanya kecil.
“Mungkin ada kecil-kecil tapi itu tidak akan berpengaruh pada stok nasional,” imbuh Amran.
Data per 22 Juli 2026 menunjukkan stok beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog mencapai 5,24 juta ton. Angka ini merepresentasikan peningkatan signifikan sebesar 244,74 persen dibandingkan dengan kondisi sebelum puncak El Nino tahun 2023. Cadangan beras pemerintah (CBP) ini akan berfungsi menjaga stabilitas harga melalui program strategis pemerintah, termasuk penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).
Dengan pendekatan berbasis pengalaman dan mitigasi dini, pemerintah optimis dapat Hadapi El Nino Mentan andalkan strategi yang telah teruji. Kolaborasi antar-kementerian dan pemanfaatan teknologi pertanian menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan iklim global yang semakin kompleks.

