Rilis Pers

Seegene Dorong Pendekatan Komprehensif dalam Pemeriksaan Infeksi Saluran Reproduksi melalui Global Million Clinical Study

Foto : Emily Miller - beritaturah.com

Seegene Mengusung Strategi Terpadu untuk Deteksi Infeksi Saluran Reproduksi Lewat Studi Klinis Global

Beritaturah.com – Seoul, Korea Selatan — Perusahaan diagnostik molekuler internasional, Seegene Inc., telah meluncurkan pendekatan inovatif dalam pemeriksaan infeksi saluran reproduksi (RTI). Metode ini memanfaatkan teknologi PCR sindromik untuk mendeteksi penyakit menular seksual (STI) dan human papillomavirus (HPV) secara bersamaan. Peluncuran ini menyusul pengumuman Global Million Clinical Study (GMCS) yang dimulai pada tanggal 8 Juli.

Inisiatif GMCS bertujuan mengumpulkan bukti ilmiah guna menetapkan Standar Baru dalam metode PCR di kancah global. Seegene berencana menghimpun data klinis dari dunia nyata yang berasal dari berbagai fasilitas kesehatan di seluruh penjuru dunia. Melalui data tersebut, perusahaan akan mengevaluasi manfaat klinis dari strategi pemeriksaan diagnostik yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing penyakit.

Hubungan Penting antara HPV dan STI

HPV telah lama diidentifikasi sebagai penyebab utama kanker serviks. Beberapa genotipe berisiko tinggi, khususnya HPV-16 dan HPV-18, memiliki kaitan erat dengan perkembangan penyakit. Karena strategi skrining maupun tindak lanjut bergantung pada genotipe yang terdeteksi, proses identifikasi tidak hanya dilakukan untuk HPV, namun juga jenis genotipenya. Hasil pemeriksaan akan menjadi informasi penting yang menentukan penanganan pasien.

Di sisi lain, STI disebabkan oleh beragam patogen, termasuk Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae. Gejalanya pun bervariasi, mulai dari keputihan atau keluarnya cairan abnormal, nyeri saat buang air kecil, nyeri atau gatal pada area genital, nyeri saat berhubungan seksual, nyeri perut bagian bawah, luka, lepuhan, atau kutil pada alat kelamin, hingga infertilitas.

Meski demikian, karena berbagai patogen kerap menimbulkan gejala yang serupa, penyebab infeksi sulit dipastikan hanya berdasarkan keluhan pasien. Selain itu, banyak kasus STI tidak menimbulkan gejala sehingga berisiko menyebar tanpa disadari.

Temuan Klinis dari Platform STAgora™

Sejumlah penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa STI dan disbiosis vagina dapat memengaruhi kondisi peradangan, respons imun, serta keseimbangan mikrobiota di leher rahim. Perubahan tersebut diduga berperan terhadap proses seseorang terinfeksi HPV, lamanya infeksi bertahan, maupun kemampuan tubuh membersihkan virus secara alami.

Berdasarkan sejumlah temuan tersebut, hasil pemeriksaan HPV dan STI sebaiknya tidak dipandang secara terpisah, melainkan diinterpretasikan bersama dengan kondisi klinis pasien, seperti usia, gejala, riwayat seksual dan risiko paparan, rencana kehamilan, riwayat infeksi sebelumnya, serta jenis patogen yang terdeteksi. Pendekatan inilah yang menjadi dasar ilmiah dalam pengembangan metode pemeriksaan HPV dan STI secara komprehensif.

Dengan STAgora™, platform analitik dan statistik data pemeriksaan real-time milik Seegene, perusahaan menganalisis secara internal sekitar 60.000 hasil pemeriksaan gabungan HPV dan STI yang dikumpulkan selama 42 bulan. Hasilnya menunjukkan bahwa patogen penyebab STI terdeteksi pada 82% kasus positif HPV, sementara HPV ditemukan pada 46% kasus positif STI. Selain itu, 71% kasus positif yang teridentifikasi melalui pemeriksaan komprehensif HPV dan STI menunjukkan keberadaan HPV serta patogen STI secara bersamaan.

Temuan tersebut menunjukkan potensi manfaat pemeriksaan STI yang dilakukan bersamaan dengan skrining HPV.

Pendekatan ini turut mendeteksi kasus STI tanpa gejala, mengidentifikasi koinfeksi pada pasien yang positif HPV, serta mendukung evaluasi kesehatan reproduksi, termasuk bagi individu yang sedang merencanakan kehamilan atau menjalani pemeriksaan infertilitas.

Langkah Selanjutnya dan Presentasi di ADLM 2026

Melalui Global Million Clinical Study (GMCS), Seegene akan terus menghimpun bukti klinis mengenai pemeriksaan HPV dan STI secara komprehensif. Perusahaan juga akan memanfaatkan STAgora™ untuk mengevaluasi secara statistik manfaat klinis dan potensi penerapan pendekatan tersebut dalam praktik layanan kesehatan.

Seegene turut memaparkan pentingnya pendekatan pemeriksaan PCR komprehensif, serta arah pengembangannya di ajang Association for Diagnostics & Laboratory Medicine (ADLM 2026) yang berlangsung di Anaheim, California, Amerika Serikat, pada 28–30 Juli 2026.

Glosarium

RTI (Reproductive Tract Infection): Kelompok penyakit yang mencakup berbagai infeksi pada saluran reproduksi, termasuk infeksi terkait HPV dan penyakit menular seksual (STI).

Target Pemeriksaan STI: Chlamydia trachomatis (CT), Neisseria gonorrhoeae (NG), dan patogen lainnya yang menjadi fokus deteksi dalam studi ini.

Leave a Comment