IESR: Modernisasi sektor kelautan perlu dibarengi ketahanan energi
Table of Contents
IESR Tekankan Pentingnya Ketahanan Energi dalam Modernisasi Maritim
Beritaturah.com – IESR – Dalam pidato kenegaraan yang disampaikan di Gedung MPR/DPR RI selama Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR-DPD tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto menyoroti potensi besar laut nusantara. Ia menegaskan bahwa perairan Indonesia harus menjadi sumber kesejahteraan bagi para nelayan. Kepala negara juga menyebutkan bahwa nilai perikanan Indonesia mencapai sekitar 34 miliar dolar AS.
“Mungkin baru 5 persen yang dapat kita nikmati, sisanya diambil oleh kapal-kapal negara lain tanpa izin. Kita bayangkan berapa nilai yang kita hilang tiap hari, tiap malam,” kata Presiden.
Menindaklanjuti hal tersebut, kepala negara berkomitmen membangun armada perikanan modern sebanyak 1.582 unit kapal. Target ini akan diwujudkan pada tahun 2027 guna meningkatkan nilai ekonomi sektor perikanan. Ia juga menyebutkan bahwa kebutuhan kapal mencapai belasan ribu unit, sebuah tantangan besar yang harus segera ditangani.
Integrasi Energi dan Infrastruktur
Merespons pernyataan tersebut, Fabby Tumiwa selaku CEO IESR menekankan bahwa modernisasi maritim tidak bisa lepas dari penguatan ketahanan energi. Wilayah pesisir memerlukan suplai listrik yang stabil untuk mendukung pelabuhan, fasilitas cold storage, hingga proses pengolahan hasil laut.
“Ketahanan energi dan ketahanan pangan laut perlu dibangun secara bersamaan,” kata Fabby di Jakarta,
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is IESR?
IESR is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does IESR matter?
IESR matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
