Airlangga Tekankan Peran Strategis Hilirisasi dan Sektor Mamin
Beritaturah.com – Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali menegaskan pentingnya penguatan sektor-sektor unggulan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam pernyataannya, Airlangga menyoroti bahwa tiga pilar utama, yaitu hilirisasi, manufaktur, dan makanan serta minuman (mamin), menjadi penopang utama penciptaan lapangan kerja di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan daya serap tenaga kerja di tengah tantangan global yang terus berkembang.
“Hilirisasi dan sektor mamin bukan hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Airlangga.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penambahan sebanyak 522 ribu orang pada periode Februari hingga Mei 2026. Angka ini menunjukkan tren positif dalam penyerapan tenaga kerja, terutama di sektor-sektor yang didukung oleh kebijakan hilirisasi dan pengembangan industri manufaktur. Airlangga menjelaskan bahwa fokus pada sektor-sektor ini akan membantu mengurangi ketergantungan pada impor serta meningkatkan nilai tambah produk domestik.
Dampak Positif terhadap Ekonomi dan Ketenagakerjaan
Penguatan sektor mamin dan manufaktur juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Dengan adanya investasi yang masuk ke dalam negeri, banyak perusahaan lokal maupun asing yang membuka cabang baru, sehingga menciptakan peluang kerja bagi generasi muda. Airlangga menambahkan bahwa pemerintah terus mendorong kolaborasi antara sektor swasta dan publik untuk memastikan bahwa manfaat dari hilirisasi dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Selain itu, sektor mamin menjadi salah satu yang paling cepat tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Permintaan yang tinggi terhadap produk makanan dan minuman berkualitas mendorong inovasi dan diversifikasi produk. Hal ini tidak hanya meningkatkan ekspor, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional. Airlangga menekankan bahwa dukungan terhadap UMKM dalam sektor ini akan menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
Di sisi lain, hilirisasi bahan baku menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas Indonesia. Dengan memproses bahan mentah di dalam negeri, negara dapat mengurangi ketergantungan pada pasar internasional dan meningkatkan daya saing produk lokal. Airlangga menyatakan bahwa program ini telah menunjukkan hasil nyata dalam meningkatkan ekspor dan menciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kebijakan Airlangga
1. Apa itu hilirisasi dan mengapa penting? Hilirisasi adalah proses pengolahan bahan baku di dalam negeri sebelum diekspor. Hal ini penting karena meningkatkan nilai tambah produk dan menciptakan lapangan kerja lokal.
2. Berapa jumlah penambahan tenaga kerja menurut data BPS? Menurut data BPS, terdapat penambahan sebanyak 522 ribu orang pada periode Februari hingga Mei 2026.
3. Sektor apa saja yang menjadi fokus utama? Tiga sektor utama yang menjadi fokus adalah hilirisasi, manufaktur, dan makanan serta minuman (mamin).
4. Bagaimana dampaknya terhadap UMKM? UMKM mendapat manfaat dari peningkatan permintaan produk lokal dan akses pasar yang lebih luas melalui kebijakan hilirisasi.
5. Apakah ada rencana pengembangan lebih lanjut? Pemerintah berencana memperluas program ini ke lebih banyak daerah untuk memastikan distribusi manfaat yang merata.
