ASDP Tingkatkan Kapasitas Pelabuhan Bajoe dengan Special Plan
Special Plan – Dalam upaya memperkuat jaringan logistik, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meluncurkan Special Plan sebagai strategi utama untuk meningkatkan kapasitas dermaga Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Revitalisasi menyeluruh yang dijalani pelabuhan ini tidak hanya mencakup perbaikan infrastruktur, tetapi juga rencana pengembangan terpadu yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi barang antar pulau. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan bahwa Special Plan menjadi titik balik penting dalam menyongsong era transportasi laut yang lebih modern dan andal.
Perbaikan Infrastruktur untuk Menyambut Era Logistik Modern
Salah satu langkah utama dalam Special Plan adalah penerapan kembali jembatan penghubung dermaga dan kapal (moveable bridge/MB) yang menjadi kunci dalam mengoptimalkan proses pengangkutan. Setelah melalui uji beban dan komisioning yang telah selesai, MB baru tersebut mampu menopang beban hingga 50 ton, meningkat dari 30 ton sebelumnya. Windy Andale menjelaskan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen ASDP dalam menjamin kehandalan transportasi laut, khususnya di kawasan yang sebelumnya tergolong kurang mendukung.
“Dengan adanya MB baru, kami menegaskan komitmen untuk meningkatkan kehandalan transportasi penyeberangan sekaligus mengamankan proses logistik,” tutur Windy.
Di samping itu, peningkatan kapasitas jembatan trestle yang menghubungkan dermaga ke MB juga dilakukan guna memastikan stabilitas struktur dalam jangka waktu yang lebih panjang. Pembaruan ini dilengkapi dengan pengecatan fasilitas pelabuhan untuk menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan representatif. Revitalisasi tersebut tidak hanya memperkuat fungsi operasional, tetapi juga memperbaiki tampilan pelabuhan sebagai simbol perkembangan kawasan.
Kemitraan dengan Masyarakat untuk Meningkatkan Dukungan Sosial
Sebagai bagian dari Special Plan, ASDP juga memberikan dampak sosial melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat sekitar. Program seperti distribusi sembako dan pelatihan usaha kecil bagi warga setempat menjadi bentuk perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan komunitas. Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, mengapresiasi peran sekitar 25 orang warga yang terlibat langsung dalam pembangunan. Ia menilai pelabuhan Bajoe memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian lokal serta mobilitas penduduk.
“Kami berterima kasih atas upaya ASDP dalam memelihara dermaga. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga fasilitas tersebut,” ujar Andi Asman.
Revitalisasi dermaga Bajoe dalam Special Plan juga mencakup perbaikan layanan penyeberangan yang lebih efisien. General Manager ASDP Cabang Bajoe, Anom S. Panatagama, menyampaikan bahwa dermaga baru dirancang tahan hingga 20 tahun ke depan. Perusahaan menegaskan bahwa semua tahapan perbaikan telah selesai sesuai target, dengan fokus pada pengurangan waktu tunggu dan peningkatan kapasitas pengangkutan barang.
Di luar sektor logistik, Special Plan juga menitikberatkan pada peningkatan kesiapsiagaan pelabuhan. ASDP mengadakan simulasi penanganan ancaman bom bersama Polres Bone, Detasemen Gegana Sulawesi Selatan, Batalyon C Pelopor Brimob, serta Polsek Kawasan Pelabuhan. Latihan tersebut dilakukan pada 16 Mei 2026, dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan koordinasi dalam situasi darurat.
Keberhasilan Special Plan di Pelabuhan Bajoe diharapkan bisa memperkuat konektivitas antar daerah, terutama untuk daerah yang masih sulit dijangkau melalui jalan darat. Windy Andale menambahkan bahwa perbaikan ini akan memberikan dampak positif, baik dalam kelancaran operasional maupun kenyamanan masyarakat. Kini, pelabuhan Bajoe siap menjadi pilar penting dalam sistem transportasi laut nasional, yang sejalan dengan visi ASDP untuk mengembangkan infrastruktur pelabuhan secara bertahap.
