Pemkab Bekasi Jalin Sinergi Pentahelix untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah
Special Plan – Program Special Plan yang dicanangkan Pemkab Bekasi menjadi strategi utama dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kolaborasi lintas sektor. Berdasarkan inisiatif ini, pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak seperti akademisi, pelaku usaha, media, dan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan pendapatan secara kolektif. Special Plan juga bertujuan memastikan pengawasan yang lebih ketat terhadap sumber-sumber penerimaan daerah, terutama dari pajak dan retribusi yang menjadi tulang punggung PAD Kabupaten Bekasi.
Strategi Sinergi Pentahelix dalam Special Plan
Dalam rangka menjalankan Special Plan, Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menekankan pentingnya keberagaman partisipasi. “Kami tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah, tetapi juga berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem yang lebih kuat,” jelasnya dalam sebuah acara di Cikarang. Special Plan ini dirancang sebagai bentuk peningkatan efisiensi dalam pengelolaan PAD, dengan memanfaatkan keahlian dan kapasitas tiap elemen pentahelix.
“Kerja sama yang harmonis antara lima pihak ini akan membantu kami mencapai target PAD yang lebih tinggi, sekaligus memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengumpulannya,” tambahnya.
Pendekatan pentahelix dalam Special Plan diterapkan dengan membagi tanggung jawab berdasarkan keahlian masing-masing pihak. Akademisi, misalnya, bertugas memberikan analisis data dan penelitian untuk mendukung kebijakan pendapatan. Sementara itu, pelaku usaha diberdayakan sebagai mitra dalam mengurangi beban pajak dan meningkatkan kualitas penerimaan. Keberadaan media juga sangat diharapkan untuk membangun kesadaran publik tentang pentingnya pendapatan daerah.
Peran Pentahelix dalam Meningkatkan PAD
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi Iwan Ridwan mengungkapkan, Special Plan memperkuat sistem pengawasan terhadap pajak daerah. “Kolaborasi ini membantu mengendalikan PAD secara lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan,” katanya. Dengan melibatkan seluruh pihak, kebijakan Special Plan diharapkan mampu mengatasi tantangan seperti ketidakseimbangan distribusi pajak dan ketidakpatuhan wajib pajak.
“Dengan sinergi pentahelix, kami yakin bisa mengoptimalkan potensi PAD yang ada di Kabupaten Bekasi, terutama di sektor-sektor yang dinilai strategis seperti industri dan pertanian,” ujarnya.
Salah satu fokus utama Special Plan adalah menggali sumber-sumber PAD yang belum tergarap secara maksimal. Pajak air tanah, misalnya, dianggap sebagai salah satu potensi besar karena tingginya kepadatan industri di wilayah Kabupaten Bekasi. Pemkab Bekasi juga sedang mengupayakan inisiatif baru, seperti kemitraan dengan pelaku usaha untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak.
Realisasi Pendapatan Daerah Hingga Juni 2026
Menurut data terkini, hingga Jumat (5/6/2026), pendapatan pajak daerah Kabupaten Bekasi mencapai Rp1,257 triliun dari target total Rp3,8 triliun. BPHTB tetap menjadi kontributor utama dengan realisasi Rp363,18 miliar, sementara PBB hanya menyumbang Rp242,71 miliar karena masih banyak wajib pajak yang belum melunasi kewajibannya. Special Plan diharapkan mampu mempercepat realisasi PAD di sektor lain seperti pajak kendaraan bermotor, reklame, dan air tanah.
“Realisasi ini menunjukkan progres yang baik, tetapi kami masih perlu kerja keras dalam mewujudkan target Special Plan yang lebih ambisius,” kata Iwan Ridwan.
Di sektor pajak kendaraan bermotor, pendapatan dari bagi hasil PKB mencapai Rp156,6 miliar, sementara opsen BBNKB mencapai Rp102,63 miliar. Pajak reklame menyumbang Rp13,13 miliar, dan pajak air tanah mencapai Rp6,28 miliar. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Special Plan sedang berjalan sesuai harapan, meski masih ada ruang untuk peningkatan lebih lanjut.
Keberlanjutan Special Plan dan Target Masa Depan
Kebijakan Special Plan juga memperhatikan aspek keberlanjutan dalam jangka panjang. Iwan Ridwan menuturkan, program ini mencakup beberapa inisiatif seperti pelatihan bagi wajib pajak, pengembangan sistem digital untuk pemungutan pajak, dan monitoring rutin terhadap kinerja tiap sektor. “Kami ingin Special Plan menjadi pusat kebijakan daerah yang terus berkembang dan adaptif,” katanya.
“Dengan menempatkan pentahelix sebagai komponen utama, kami yakin bisa menciptakan lingkungan bisnis yang lebih mendukung pendapatan daerah,” terang Iwan Ridwan.
Kabupaten Bekasi, sebagai episentrum kawasan industri Asia Tenggara, memiliki potensi PAD yang besar. Namun, Special Plan diharapkan bisa memastikan bahwa potensi tersebut tidak hanya terlewat, tetapi juga diraih secara optimal. “Kami telah mengeluarkan Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/Kep.381-Bapenda/2026 untuk menjalankan kerja sama ini,” tuturnya. Target ke depan mencakup peningkatan PAD hingga mencapai Rp3,8 triliun, dengan memanfaatkan inovasi dan partisipasi aktif dari seluruh pihak.
Langkah Strategis untuk Mencapai Tujuan Special Plan
Salah satu langkah strategis dalam Special Plan adalah pembentukan tim pengawasan yang melibatkan semua pihak. Tim ini berperan sebagai penghubung antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyusun kebijakan pendapatan. “Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat transparansi, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” jelas Iwan Ridwan.
“Dengan Special Plan, kami ingin memastikan bahwa semua elemen pentahelix terlibat secara aktif dan efektif dalam mengelola PAD Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Pemkab Bekasi juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM dalam menjalankan Special Plan. Pelatihan dan edukasi bagi pelaku usaha serta masyarakat dianggap sebagai kunci sukses dalam mempercepat pertumbuhan PAD. “Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pihak agar Special Plan berjalan mulus dan mencapai hasil yang maksimal,” pungkas Iwan Ridwan. Dengan pendekatan ini, Kabupaten Bekasi diharapkan bisa menjadi contoh terbaik dalam pengelolaan PAD yang kolaboratif dan berkelanjutan.
