Bogor dukung percepatan pembangunan Tol Desari hingga Salabenda
Beritaturah.com – Kabupaten Bogor, Jawa Barat, secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan Jalan Tol Depok-Antasari (Desari) yang akan diperpanjang hingga kawasan Salabenda. Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat konektivitas wilayah serta menarik lebih banyak investasi ke kawasan selatan Jabodetabek. Dengan dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Bogor, diharapkan proyek infrastruktur vital ini dapat berjalan lebih cepat dan sesuai target yang telah ditetapkan.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan komitmen kuat pemerintah daerah dalam membantu seluruh proses yang berada di kewenangannya. Komitmen ini mencakup aspek administratif, koordinasi dengan instansi terkait, serta dukungan di lapangan untuk memastikan pembangunan ruas tol dapat berjalan lancar. Rudy menekankan bahwa percepatan proyek ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian lokal.
Kami memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan Jalan Tol Depok-Antasari. Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen membantu seluruh proses yang menjadi kewenangan daerah, baik dari aspek administratif maupun dukungan di lapangan, sehingga tahapan pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan lancar.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Bupati memimpin rapat koordinasi pembangunan tol bersama berbagai pihak di Cibinong, Rabu. Dalam pertemuan tersebut, hadir perwakilan DPRD Kabupaten Bogor, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), Jusuf Hamka. Perangkat daerah setempat juga turut serta dalam diskusi tersebut untuk membahas berbagai aspek penting proyek infrastruktur ini.
Detail Proyek dan Timeline Pembangunan
Jalan Tol Depok-Antasari termasuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki prioritas tinggi dalam pembangunan infrastruktur Indonesia. Rute ini menghubungkan Jakarta Selatan, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor dengan total panjang sekitar 27,9 kilometer setelah diperpanjang hingga Salabenda. Nantinya, tol ini akan terhubung dengan jaringan Bogor Outer Ring Road (BORR) yang akan meningkatkan aksesibilitas kawasan selatan Jabodetabek secara signifikan.
Saat ini, dua ruas telah beroperasi, yaitu Antasari-Brigif dan Brigif-Sawangan. Pembangunan terus dilanjutkan pada ruas berikutnya hingga mencapai Salabenda sebagai bagian dari peningkatan konektivitas kawasan selatan Jabodetabek. Rudy menilai penyelesaian Tol Desari hingga Salabenda akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, termasuk peningkatan aksesibilitas, kelancaran distribusi barang dan jasa, serta peluang investasi dan pertumbuhan kawasan ekonomi baru di Kabupaten Bogor.
Untuk mempercepat pelaksanaan proyek, Bupati menginstruksikan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) kembali diaktifkan mulai pekan depan. Tugas utama GTRA adalah mempercepat penyelesaian pengadaan tanah melalui koordinasi dengan BPN, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan terkait. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi hambatan-hambatan yang selama ini menghambat progres pembangunan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa pemerintah daerah menargetkan proses pengadaan tanah selesai pada tahun 2026. Dengan demikian, pembangunan fisik dapat segera dipercepat sesuai jadwal yang telah direncanakan. Ajat menambahkan bahwa pemerintah daerah akan mendukung percepatan penyelesaian administrasi, sosialisasi kepada masyarakat, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar proses pengadaan tanah berjalan sesuai jadwal.
Harapannya tahun 2026 ini selesai tanah sehingga pembangunan bisa berjalan. Nanti 2028 beres dan dioperasikan.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Berapa panjang total Tol Desari setelah diperpanjang hingga Salabenda? Setelah diperpanjang, panjang ruas tol mencapai sekitar 27,9 kilometer dan akan terhubung dengan jaringan Bogor Outer Ring Road (BORR).
Kapan target penyelesaian pengadaan tanah? Pemerintah daerah menargetkan proses pengadaan tanah selesai pada tahun 2026, sehingga pembangunan fisik dapat segera dipercepat.
Apa peran Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) dalam proyek ini? GTRA bertugas mempercepat penyelesaian pengadaan tanah melalui koordinasi dengan BPN, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan terkait.
Kapan Tol Desari hingga Salabenda diharapkan beroperasi? Berdasarkan target yang ditetapkan, tol diharapkan selesai dan dapat dioperasikan pada tahun 2028.
