Disnaker Tangerang: “Jobfair Online” sediakan 693 lowongan kerja
Latest Program – Kota Tangerang, Banten, kembali meluncurkan program Jobfair Online dalam bulan Mei 2026. Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat mengungkapkan bahwa acara tersebut menawarkan total 693 peluang kerja dari sepuluh perusahaan. Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, dalam wawancara Rabu (10/5/2026) menjelaskan bahwa masyarakat bisa mengikuti program ini melalui aplikasi Tangerang LIVE. Langkah tersebut bertujuan memudahkan pencari kerja dalam mengirimkan lamaran secara langsung melalui fitur Cakap Kerja.
Program berkelanjutan hingga akhir Mei
“Seluruh proses pendaftaran dan pengajuan lamaran bisa dilakukan secara digital. Kami membuka program ini hingga 30 Mei 2026,” kata Ujang. Ia menambahkan bahwa Jobfair Online merupakan inisiatif Pemkot Tangerang untuk menjangkau lebih luas informasi lowongan pekerjaan, sekaligus memfasilitasi pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan secara efisien. Melalui platform ini, calon karyawan diharapkan bisa menemukan peluang sesuai bidang keahlian dan minatnya.
Ujang juga mengingatkan bahwa pelamar tidak perlu mengunjungi lokasi fisik untuk mengikuti proses rekrutmen. Aplikasi Tangerang LIVE menjadi sarana utama, dengan fitur yang menyediakan panduan lengkap mengenai tata cara pendaftaran dan deskripsi lowongan. “Kami ingin mempercepat proses perekrutan dengan mengurangi hambatan fisik dan waktu,” ujarnya.
Perusahaan perekrut dan jenis posisi yang ditawarkan
Kehadiran Jobfair Online diikuti oleh beberapa perusahaan ternama, antara lain PT Pharos Indonesia, PT Indomarco Prismatama, PT BFI Finance Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani, PT Timexs Indonesia, dan PT Indo Taichen Textile Industry. Berbagai bidang profesional dan teknis menjadi fokus penawaran lowongan, termasuk posisi seperti telemarketing, store crew, helper, sales representative, programmer, quality control staff, account officer, operator obras, serta IT programmer.
Ujang menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja untuk lulusan SMA/sederajat masih mendominasi, dengan total 220 formasi yang tersedia. Sementara itu, posisi untuk lulusan D3 dan S1 juga terbuka di berbagai sektor, seperti perbankan, teknologi, dan manufaktur. “Kami memastikan adanya kesesuaian antara kualifikasi pelamar dan kebutuhan industri,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Disnaker juga menekankan pentingnya pendekatan digital dalam memperluas akses informasi. Menurut Ujang, platform online memungkinkan pelamar dari berbagai daerah mengikuti proses rekrutmen tanpa batasan geografis. “Ini adalah langkah strategis untuk menyatukan minat pencari kerja dengan kebutuhan pasar tenaga kerja,” ujarnya.
Upaya menurunkan pengangguran
Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan bahwa program job fair telah dilakukan 12 kali sepanjang tahun 2025, dengan total 20.000 lowongan yang tersedia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.240 pencari kerja berhasil mendapatkan pekerjaan. “Jobfair menjadi bagian dari upaya kami meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
“Dengan adanya program ini, kami berharap pengangguran dapat berkurang secara signifikan karena adanya akses informasi yang lebih mudah dan cepat,” ujar Sachrudin.
Menurut Sachrudin, Jobfair Online merupakan salah satu dari beberapa inisiatif yang diluncurkan Pemkot Tangerang untuk memperkuat ekosistem tenaga kerja. Selain job fair, kota tersebut juga menyediakan program magang di perusahaan-perusahaan, serta fasilitas pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja. “Ini dilakukan agar calon karyawan bisa lebih siap memenuhi standar industri,” katanya.
Ujang menambahkan bahwa Disnaker terus berkoordinasi dengan berbagai stakeholder, termasuk pengusaha lokal dan nasional, untuk mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja yang terjadi di sektor tertentu. Misalnya, di bidang teknologi dan pelayanan, permintaan akan tenaga ahli meningkat pesat. “Kami berupaya menyeimbangkan antara jumlah lamaran dan kebutuhan perusahaan,” ujarnya.
Program Jobfair Online juga diharapkan menjadi sarana transparansi dalam proses rekrutmen. Dengan menggunakan aplikasi Tangerang LIVE, pelamar bisa melihat deskripsi pekerjaan, syarat kualifikasi, dan prosedur pendaftaran secara terpusat. “Kami juga mendorong partisipasi perusahaan untuk memberikan informasi yang akurat,” katanya.
Potensi pengembangan di masa depan
Ujang menyebutkan bahwa keberhasilan program ini akan menjadi dasar untuk mengembangkan lebih banyak inisiatif serupa. Ia berharap Jobfair Online bisa berlanjut secara berkala, bahkan diperluas ke kota-kota lain di Indonesia. “Kami ingin menjadi contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan masalah pengangguran,” ujarnya.
Sementara itu, Sachrudin menegaskan bahwa selain job fair, Pemkot Tangerang juga fokus pada penguatan kapasitas pencari kerja melalui pelatihan dan kemitraan dengan dunia usaha. “Program magang dan pelatihan merupakan komponen penting untuk memastikan lulusan memiliki keterampilan yang relevan,” katanya.
Menurut data yang diungkapkan, Jobfair Online ini tidak hanya membuka peluang kerja untuk masyarakat umum, tetapi juga memberikan akses bagi individu yang tidak memiliki sumber daya untuk mencari informasi secara mandiri. Ujang menjelaskan bahwa aplikasi Tangerang LIVE dirancang agar bisa digunakan oleh semua kalangan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.
Dengan semangat mempercepat perekrutan, Disnaker Kota Tangerang menyatakan bahwa program ini adalah bagian dari transformasi digital dalam bidang ketenagakerjaan. “Kami yakin, digitalisasi akan memberikan dampak jangka panjang dalam mengurangi angka pengangguran,” ujarnya.
Program Jobfair Online ini juga diharapkan bisa menjadi ajang pameran keterampilan pencari kerja. Ujang mengatakan bahwa banyak pelamar menunjukkan minat yang tinggi, terutama untuk bidang yang membutuhkan kompetensi spesifik. “Kami terus mendorong partisipasi aktif dari masyarakat dan perusahaan,” pungkasnya.
