Internasional

New Policy: Dubes Kanada: Fasilitas eTA bagi WNI untuk perkuat hubungan bilateral

New Policy: Kanada Perkuat Hubungan Bilateral dengan eTA untuk WNI

New Policy merupakan inisiatif penting yang diluncurkan oleh Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, dengan tujuan memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. Kebijakan Electronic Travel Authorization (eTA) ini merupakan bagian dari upaya Kanada untuk meningkatkan aksesibilitas perjalanan bagi warga negara Indonesia (WNI), sehingga memfasilitasi kunjungan keluarga, bisnis, maupun liburan. “Dengan New Policy ini, kita berharap bisa menjembatani kesempatan lebih besar bagi WNI untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat Kanada,” tutur Dutton dalam wawancara bersama media di Jakarta, Rabu (10/6). Implementasi eTA, yang resmi berlaku sejak 26 Mei 2026, menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan diplomatik, ekonomi, dan budaya.

Pelaksanaan eTA dan Syarat Akses

Kebijakan New Policy ini sejalan dengan komitmen pemerintah Kanada untuk mempermudah proses perjalanan dan meningkatkan pertukaran antarwarga kedua negara. Dutton menjelaskan bahwa eTA menjadi alternatif untuk menggantikan visa tradisional yang biasanya memakan waktu dan biaya lebih besar. “eTA dirancang agar WNI dapat mengajukan izin perjalanan secara online dalam waktu singkat, tanpa harus menghadiri kantor imigrasi,” katanya. Syarat utama untuk mengajukan eTA adalah memiliki dokumen identitas yang valid, serta memenuhi kriteria seperti pernah memperoleh visa tinggal sementara Kanada dalam 10 tahun terakhir atau sedang memegang visa non-imigran Amerika Serikat.

Sebagai bentuk kebijakan New Policy, Kanada juga menekankan bahwa eTA berlaku untuk semua jenis kunjungan, termasuk bisnis, turisme, dan pendidikan. “Ini adalah langkah pendorong bagi ekonomi lokal Kanada, karena kita mengetahui bahwa WNI merupakan pasar potensial yang signifikan,” tambah Dutton. Dengan eTA, para pelaku bisnis dan investor Indonesia diharapkan bisa mempercepat proses kunjungan ke Kanada untuk membangun kerja sama lebih luas.

“Kebijakan New Policy ini merupakan bagian dari upaya Kanada untuk menjawab kebutuhan WNI dalam memperluas jaringan dan kesempatan kerja di luar negeri,” jelas Dutton. “Dengan eTA, kita bisa mengurangi hambatan administratif dan fokus pada pengembangan hubungan yang bermakna.”

Manfaat eTA bagi WNI

Dengan adanya eTA, WNI dapat memperoleh akses yang lebih cepat dan mudah ke Kanada. Proses pengajuan eTA hanya memerlukan waktu beberapa menit melalui platform online, dan biaya yang ditetapkan sebesar USD 10 per orang. “Kebijakan New Policy ini tidak hanya memudahkan, tetapi juga meningkatkan minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Kanada,” kata Dutton. Ia menambahkan bahwa eTA memiliki masa berlaku hingga 5 tahun, dengan pilihan waktu tinggal maksimal 180 hari per kunjungan.

Manfaat eTA juga mencakup pengurangan birokrasi dalam pemrosesan visa. Sebelumnya, WNI perlu mengajukan visa kunjungan yang memakan waktu 3-5 hari kerja. Dengan New Policy, para wisatawan dan pekerja bisa langsung melalui eTA, sehingga mempercepat kunjungan mereka. “Kita juga melihat peluang meningkatkan pariwisata dan kerja sama pendidikan melalui New Policy ini,” ujar Dutton. Duta Besar Kanada berharap bahwa eTA akan menjadi langkah yang mendorong pertukaran budaya dan teknologi antar kedua bangsa.

“Kebijakan New Policy ini adalah jawaban atas kebutuhan WNI untuk mengakses pasar Kanada yang terbuka dan ramah. Dengan eTA, kita bisa mendorong kehadiran lebih banyak WNI, baik untuk kegiatan bisnis maupun keperluan pribadi,” tutur Dutton. “Kami percaya ini akan membuka jalan untuk keberlanjutan hubungan bilateral.”

Keberhasilan eTA dalam Masa Berlaku

Sejak pelaksanaan eTA, otoritas Kanada mencatat bahwa jumlah WNI yang berkunjung ke negara tersebut telah meningkat signifikan. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, sebanyak 18.000 WNI telah mengunjungi Kanada, dan angka ini diprediksi akan terus bertambah setelah eTA resmi dijalankan. “Kita berharap bahwa New Policy ini bisa menjadi catalyst untuk meningkatkan jumlah pengunjung dari Indonesia,” kata Dutton. Ia menekankan bahwa eTA menjadi bagian dari strategi pemerintah Kanada untuk menarik investasi dan menguatkan hubungan bilateral melalui pertukaran antar masyarakat.

Dubes Kanada juga berharap bahwa eTA bisa menjadi alat promosi bagi destinasi wisata Kanada, terutama di daerah seperti Toronto, Vancouver, dan Ottawa. “Dengan New Policy ini, kita mengharapkan kunjungan wisatawan Indonesia bisa berlipat ganda dalam beberapa tahun ke depan,” tambah Dutton. Selain itu, eTA juga diharapkan meningkatkan keterlibatan WNI dalam program pelatihan dan kerja sama teknologi dengan Kanada.

“Kebijakan New Policy ini bukan hanya tentang kepraktisan, tetapi juga tentang keberlanjutan hubungan bilateral. Dengan eTA, kita bisa menjadikan Kanada sebagai mitra utama dalam perjalanan Indonesia ke luar negeri,” jelas Dutton. “Semangat kolaborasi ini akan terus dipertahankan dan diperluas.”

Leave a Comment