MoU Ditandatangani, PT Berdikari Dorong Hilirisasi Ayam Terintegrasi
Key Strategy – Dalam upaya memperkuat kedaulatan pangan dan mengatasi ketimpangan distribusi protein hewani, Key Strategy menjadi fokus utama pemerintah melalui MoU kerja sama yang ditandatangani oleh PT Berdikari dengan tiga daerah, yaitu Gorontalo, Boalemo, dan Bima (NTB), di Jakarta. Kemitraan ini sebagai bagian dari program hilirisasi ayam terintegrasi yang diinisiasi oleh Holding Pangan BUMN (ID FOOD) dan Danantara Indonesia, bertujuan meningkatkan kapasitas produksi lokal serta memastikan akses merata terhadap daging berkualitas. Dengan integrasi potensi peternakan di daerah-daerah tersebut, strategi ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada pasokan dari Jabodetabek, yang sekitar 60% konsumsi hasil ternak saat ini bergantung.
Langkah Strategis untuk Kedaulatan Pangan
Key Strategy dalam pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi didukung oleh kebijakan pemerintah yang menekankan kemandirian pangan. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. Agung Suganda, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan amanah langsung dari Presiden untuk mempercepat industrialisasi sektor peternakan.
“Investasi yang dialokasikan dalam Key Strategy ini harus digunakan untuk mendukung peternak rakyat, meningkatkan skala usaha, dan menciptakan harga stabil di pasar,” tegas Agung.
Selain itu, MoU ini diharapkan menjadi alat untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur, seperti unit pembiakan bibit unggul terpadu dan pabrik pakan mandiri, yang akan menjadi tulang punggung keberlanjutan rantai pasokan daging di Indonesia.
Ekosistem Peternakan yang Berkelanjutan
MoU antara PT Berdikari dengan Gorontalo, Boalemo, dan Bima mengandung Key Strategy yang mengutamakan ekosistem peternakan yang terpadu dan berkelanjutan. Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi, mengatakan bahwa sinergi ini bertujuan membangun sistem produksi yang lebih efisien dari hulu hingga hilir.
“Dengan Key Strategy ini, kita akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mencapai swasembada protein hewani secara bertahap,” jelas Maryadi.
Proyeksi produksi daging kolektif dari program ini mencapai 1,6 juta ton per tahun, yang lebih dari kebutuhan nasional. Angka ini menunjukkan bahwa Key Strategy tidak hanya mengisi kebutuhan lokal, tetapi juga berpotensi ekspor.
Komitmen Daerah dalam Pelaksanaan
Pemimpin daerah yang terlibat menunjukkan komitmen kuat untuk mewujudkan Key Strategy ini. Gubernur Gorontalo, misalnya, menegaskan siapnya mempercepat pemberian Hak Pengelolaan Lahan (HPL) agar status tanah menjadi jelas. “Program ini sudah lama dinantikan oleh masyarakat kami, dan kami yakin akan memberikan dampak positif,” ujarnya. Sementara itu, perwakilan Pemda Bima mengharapkan koordinasi yang lebih aktif dalam mengintegrasikan sumber daya pertanian lokal ke dalam sistem produksi. Key Strategy ini juga didukung oleh kebutuhan pasar yang semakin tinggi, terutama untuk memenuhi target pangan utama (MBG) yang diharapkan stabil.
Dalam Key Strategy yang diusung, PT Berdikari berperan sebagai penggerak utama dengan memastikan keberlanjutan investasi dan kebijakan daerah. MoU ini tidak hanya menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara BUMN dan pemerintah daerah, tetapi juga menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang untuk mengurangi risiko krisis pangan. Dengan pendekatan yang terpadu, program ini diharapkan menjadi contoh sukses dalam kebijakan pangan nasional yang berkelanjutan.
Pengembangan Infrastruktur dan Teknologi
Key Strategy dalam MoU ini melibatkan pembangunan infrastruktur kritis, seperti pabrik pakan mandiri berkapasitas 10.000 ton per bulan dan unit pembiakan bibit unggul terpadu. Maryadi menjelaskan bahwa penggunaan teknologi modern dalam proses hilirisasi akan meningkatkan efisiensi dan kualitas produk. “Key Strategy ini dirancang untuk memaksimalkan potensi pertanian lokal, termasuk penggunaan sumber daya alam yang ramah lingkungan,” tambahnya. Selain itu, sistem distribusi yang terintegrasi akan meminimalkan pemborosan dan meningkatkan kecepatan respons terhadap permintaan pasar.
Dengan Key Strategy yang dijalankan, PT Berdikari berkomitmen untuk menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Proyeksi produksi daging yang mencapai 1,6 juta ton menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dan BUMN untuk menjaga ketersediaan bahan pangan pokok. Kemitraan ini juga menjadi langkah penting dalam mencapai visi swasembada pangan hingga 2045, dengan penekanan pada keterlibatan aktif peternak lokal dan pemanfaatan teknologi yang inovatif.
