Kemkomdigi Kembangkan New Policy Melalui Pelatihan Talenta Digital SMK
New Policy – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkomdigi) meluncurkan New Policy berupa program pelatihan keterampilan digital yang bertujuan meningkatkan kemampuan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai sumber daya manusia (SDM) lokal berbasis teknologi. Inisiatif ini dirancang untuk menciptakan peluang kerja di daerah masing-masing, sekaligus memperkuat infrastruktur telekomunikasi nasional. Dengan mengutamakan pengembangan SMK, Kemkomdigi berharap mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di bidang teknologi digital yang terus tumbuh seiring percepatan transformasi digital di Indonesia.
Pelatihan Digital SMK sebagai Langkah Strategis New Policy
New Policy Kemkomdigi mencakup program pelatihan jaringan fiber optik yang dilaksanakan di beberapa SMK di Medan, Sumatera Utara. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah membentuk tenaga kerja terampil yang mampu mengelola infrastruktur telekomunikasi di daerah, sehingga mengurangi ketergantungan pada tenaga dari luar wilayah. Pemerintah menekankan pentingnya keberlanjutan teknologi, di mana siswa SMK akan menjadi bagian dari solusi pengembangan digital yang berkelanjutan.
“New Policy ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung pemanfaatan teknologi di daerah, khususnya melalui SDM lokal yang terlatih,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid saat menghadiri pelatihan di SMK Multi Karya, Medan, Sabtu (tanggal tetap dari sumber).
Dalam konteks New Policy, pelatihan tersebut juga bertujuan meningkatkan akses internet di wilayah terpencil. Selain itu, kebijakan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman teknis tentang pengoperasian dan perawatan jaringan digital kepada siswa, sehingga mereka siap memasuki dunia kerja sekaligus berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal.
Meningkatkan SDM Digital Melalui Kolaborasi Sektor Pendidikan
Program New Policy Kemkomdigi tidak hanya berupa pelatihan teknis, tetapi juga kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan industri. Dengan melibatkan SMK sebagai mitra utama, Kemkomdigi ingin memastikan bahwa kurikulum pendidikan kejuruan selaras dengan kebutuhan pasar tenaga kerja di bidang digital. Ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan SDM yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif terhadap perubahan teknologi.
“Pembangunan infrastruktur digital membutuhkan tenaga ahli yang mampu mengoperasikannya, dan SMK menjadi tempat yang tepat untuk membangun kapasitas ini,” tambah Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Wayan Toni Supriyanto.
Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) Kemkomdigi menargetkan peningkatan penetrasi layanan broadband tetap hingga 50 persen dari populasi Indonesia pada 2025–2029. Saat ini, capaian masih berkisar 25 persen. Dengan New Policy yang memberdayakan SMK, pemerintah berharap dapat mencapai target tersebut melalui pengembangan SDM yang lebih luas dan berkualitas. Para siswa yang mengikuti pelatihan ini akan memperoleh pengetahuan praktis, seperti instalasi, penyambungan, dan pengujian jaringan fiber optik, serta kesempatan untuk mengakses perangkat praktik yang diberikan oleh Kemkomdigi.
Kemkomdigi juga mengungkapkan bahwa New Policy ini merupakan bagian dari inisiatif nasional dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif. Dengan memperkuat keterlibatan SMK, pemerintah berharap mampu membangun ekonomi daerah yang berbasis teknologi, sekaligus mengurangi kesenjangan akses digital di berbagai wilayah. Program pelatihan ini akan terus diperluas ke sekolah-sekolah lain di Indonesia, sebagai langkah awal untuk mewujudkan visi New Policy dalam transformasi digital nasional.
