Bisnis

Bulog Bali catat stok beras tembus 12 ribu ton cukup hingga 2027

Foto : Christopher Moore - beritaturah.com

Bulog Bali catat stok beras tembus 12 ribu ton, cukup hingga 2027

Beritaturah.com – DENPASAR — Perum Bulog Kantor Wilayah Bali mencatatkan pencapaian signifikan dalam pengelolaan cadangan pangan nasional. Berdasarkan data terbaru, stok beras yang dikelola telah mencapai angka 12.325 ton. Jumlah cadangan ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama 10 bulan ke depan, atau tepatnya hingga bulan Mei 2027. Informasi ini diungkapkan oleh Simon Melkisedek Lakapu, Pemimpin Wilayah Bulog Bali, dalam konferensi pers yang digelar di Denpasar pada hari Kamis.

Data yang tercatat pada tanggal 30 Juli 2026 menunjukkan bahwa persediaan beras operasional sudah berada di level 12.325 ton. Angka ini memberikan jaminan ketahanan pangan yang sangat memadai untuk jangka waktu satu dekade bulan mendatang. Simon menekankan bahwa ketersediaan beras ini tidak hanya dialokasikan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari, tetapi juga mencakup berbagai program pemerintah yang sedang berjalan di wilayah Bali.

Strategi Optimalisasi Pengadaan Gabah Lokal

Kekuatan cadangan beras pemerintah di Bali ini tidak terlepas dari strategi optimalisasi pengadaan gabah dan beras yang berasal dari produksi petani lokal. Langkah tersebut menjadi wujud komitmen Bulog Bali dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung kesejahteraan para petani di Provinsi Bali. Dengan pendekatan ini, pemerintah dapat memastikan bahwa pasokan beras tetap stabil sepanjang tahun.

Hingga akhir Juli 2026, realisasi pengadaan beras oleh Bulog Bali mencapai 6.312,1 ton. Angka ini melampaui target pemerintah sebesar 3.786 ton, dengan persentase penyerapan mencapai 166,7 persen. Capaian tersebut mencerminkan tingginya minat penyerapan hasil panen petani lokal Bali, yang turut memperkuat posisi cadangan beras pemerintah di wilayah tersebut. Program pengadaan ini juga memberikan dampak positif terhadap ekonomi petani setempat.

Jaminan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pangan

Simon menjelaskan bahwa stok beras yang ada juga akan digunakan untuk program penyaluran bantuan pangan periode Juli hingga September 2026 bagi masyarakat penerima manfaat. Selain itu, berdasarkan tren kebutuhan masyarakat, persediaan ini cukup untuk mendukung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan memastikan beras selalu tersedia di pasar dengan harga yang terjangkau.

Atas dasar pengadaan yang terus berlangsung, Simon memastikan bahwa stok beras di gudang Bulog di seluruh kabupaten dan kota di Bali berada pada kategori sangat aman. Jumlah tersebut melebihi 12 ribu ton secara keseluruhan. Kondisi ini memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa kebutuhan pangan dasar akan tetap terpenuhi tanpa gangguan signifikan.

“Melalui penguatan stok cadangan beras pemerintah dan penyerapan hasil panen petani secara berkelanjutan, kami berkomitmen untuk memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan terjangkau,” tuturnya.

Meskipun beras bantuan pangan dan beras SPHP dinyatakan aman hingga tahun 2027, Simon menegaskan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan berbagai pihak. Kolaborasi ini melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, mitra kerja, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Bali ke depannya. Sinergi multipihak ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pangan yang lebih resilient terhadap berbagai tantangan di masa depan.

Leave a Comment