Lenggang Jakarta

Jamaah lintas agama hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Foto : Karen Anderson - beritaturah.com

Jamaah Lintas Agama Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Beritaturah.com – Jakarta – Ribuan jamaah lintas agama hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada hari Sabtu. Acara ini merupakan agenda pertama dalam rangkaian kegiatan Bulan Kemerdekaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Meskipun peserta zikir dan doa didominasi oleh masyarakat muslim, kehadiran umat dari berbagai agama menunjukkan semangat persatuan yang kuat. Umat Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, dan Khonghucu hadir bersama-sama dalam satu ruang untuk berdoa bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Salah satu umat Hindu yang datang dari Cijantung, Wayan Kembarayana, menyampaikan harapannya melalui acara Zikir dan Doa Kebangsaan ini. Ia berharap acara ini dapat kian mempererat keharmonisan masyarakat Indonesia yang majemuk, baik dari segi suku maupun agama. Wayan juga menambahkan bahwa toleransi dan saling menghormati sudah menjadi hal yang biasa di Bali, tempat ia tinggal selama ini. Kehadirannya bersama rombongan sebanyak 50 orang dari komunitas umat Hindu menunjukkan antusiasme tinggi terhadap acara ini.

“Harapannya semoga Indonesia terus damai, dalam situasi kondisi yang sekarang ini,” kata Wayan. “Saya lama di Bali, kondisi seperti ini sudah terbiasa, toleransi dan saling menghormati.”

Rangkaian Acara Zikir dan Doa Kebangsaan

Acara Zikir dan Doa Kebangsaan dimulai dengan penampilan paduan suara dari Ditjen Bimas Kristen dan Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan Al Quran, sholat maghrib berjamaah, serta sholawat yang dibawakan oleh Hadrah Ahbabul Musthofa. Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan sholawat kebangsaan yang dipimpin langsung oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Puncak acara ditandai dengan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan tokoh-tokoh agama yang hadir.

Kehadiran jamaah lintas agama hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas ini menjadi simbol penting bagi Indonesia. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, acara seperti ini mengingatkan kita akan pentingnya persatuan dan kesatuan. Setiap agama hadir dengan keunikan masing-masing, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu mendoakan kebaikan bagi negara dan masyarakat. Kehadiran umat dari berbagai latar belakang ini menunjukkan bahwa perbedaan bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan yang memperkaya kehidupan berbangsa.

Acara Zikir dan Doa Kebangsaan juga menjadi momen bagi masyarakat untuk merefleksikan makna kemerdekaan. Dengan berdoa bersama, para jamaah berharap Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi negara yang lebih baik. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan dapat terus ditanamkan dalam hati setiap warga negara. Jamaah lintas agama hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan bukan sekadar ritual, tetapi juga pernyataan nyata bahwa Indonesia adalah rumah bagi semua agama dan kepercayaan.

Leave a Comment