Bisnis

Diskannak Garut: Pakan hasil riset IPB untuk alternatif saat kemarau

Table of Contents
  1. Diskannak Garut: Inovasi Pakan Fermentatif IPB Menjadi Solusi Alternatif Saat Kemarau
  2. Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Meningkatkan Ketersediaan Pakan

Diskannak Garut: Inovasi Pakan Fermentatif IPB Menjadi Solusi Alternatif Saat Kemarau

Diskannak Garut, melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Garut, Jawa Barat, tengah menguji coba pakan fermentatif komplit yang dikembangkan Institut Pertanian Bogor (IPB). Inisiatif ini bertujuan sebagai alternatif solusi untuk menjaga ketersediaan pakan hijauan ternak sepanjang tahun, terutama selama musim kemarau yang sering mengganggu produktivitas peternakan lokal. Dengan pengembangan pakan yang berasal dari riset IPB, Diskannak Garut berharap dapat meningkatkan ketahanan pangan ternak dan mengurangi ketergantungan pada bahan baku tradisional yang ketersediaannya bervariasi.

Kebutuhan Pakan Ternak Selama Kemarau

Kemarau berdampak signifikan pada ketersediaan sumber daya pangan untuk ternak, terutama bagi peternak yang mengandalkan hijauan alami sebagai utama. Dyah Savitri, Kepala Diskannak Garut, menjelaskan bahwa saat musim kemarau tiba, rumput dan tanaman hijauan di lapangan sering mengering, menyebabkan kelangkaan bahan pakan. “Pakan komplit fermentatif dari IPB bisa menjadi solusi efektif, terutama dalam menjaga keseimbangan nutrisi ternak,” katanya. Dengan adanya pakan yang diproses secara teknologi, peternak dapat memperoleh bahan makanan yang tetap berkualitas meskipun kondisi cuaca tidak mendukung.

Proses Riset dan Pengembangan Pakan Fermentatif

Riset pakan fermentatif ini dimulai sejak 2019, dengan fokus pada penggunaan bahan baku lokal yang mudah ditemukan. Tim IPB mengembangkan produk yang terdiri dari jagung, sorgum, dan jerami pertanian sebagai bahan dasar utama. Keunggulan dari pakan ini adalah kemampuannya untuk disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama tanpa mengalami kerusakan nutrisi, sehingga memungkinkan peternak mengaksesnya kapan saja. Diskannak Garut memandang bahwa metode ini tidak hanya menjamin keberlanjutan pakan tetapi juga memberi peluang bagi peternak untuk mengelola sumber daya secara lebih efisien.

Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Meningkatkan Ketersediaan Pakan

Salah satu keunggulan dari pakan fermentatif ini adalah memanfaatkan limbah pertanian sebagai bahan baku alternatif. Limbah seperti jerami dan limbah daun yang biasanya dianggap tidak bernilai ekonomi tinggi, kini menjadi bahan makanan yang bermanfaat. Dyah Savitri menambahkan bahwa Diskannak Garut sengaja memilih bahan-bahan lokal agar biaya produksi lebih terjangkau dan mudah diakses oleh peternak di berbagai wilayah. “Dengan menggabungkan limbah pertanian dan teknologi fermentasi, kami ingin menciptakan produk yang ekonomis dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Teknik Fermentasi dan Penerapan di Wilayah Garut

Proses fermentasi dilakukan di Unit Pakan Mandiri Leles Lestari, Kecamatan Leles, sebagai tempat uji coba dari IPB. Teknik ini mempercepat proses pengawetan dan meningkatkan nilai gizi pakan. Peternak yang mengikuti program ini dilatih untuk membuat bahan makanan yang bisa disimpan hingga beberapa bulan. Diskannak Garut juga menyelenggarakan pelatihan pembuatan silase sebelumnya, yang telah diterapkan di Kecamatan Bayongbong dan Cikajang. Dengan adanya metode ini, peternak bisa menghemat biaya pengangkutan dan memperpanjang masa penyimpanan bahan pakan.

Tim riset IPB mengungkapkan bahwa pakan fermentatif ini dirancang agar mudah diolah dan diproduksi di tingkat lokal. Dengan menggabungkan teknologi modern dan bahan baku sederhana, Diskannak Garut berharap program ini bisa diterapkan secara luas. “Kami berharap teknik ini bisa menjadi alternatif utama bagi peternak saat musim kemarau, sehingga tidak terganggu oleh perubahan cuaca,” tambah Dyah Savitri.

Proses pengembangan pakan ini juga melibatkan kolaborasi antara Diskannak Garut dan lembaga penelitian IPB, yang berupaya memastikan hasil riset dapat disesuaikan dengan kebutuhan peternak di daerah. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan pakan tetapi juga meningkatkan pendapatan peternak melalui pengelolaan limbah pertanian yang lebih optimal. Diskannak Garut sedang berupaya memperluas cakupan penerapan teknik ini, terutama di daerah-daerah yang rawan kelangkaan bahan baku selama musim kemarau.

Leave a Comment