Menko PMK Dorong Wali Kota Optimalkan Program Gernas Ranah
Peluncuran dan Tujuan Program Gernas Ranah
Latest Program – Program Latest Program yang baru saja diluncurkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung pertumbuhan anak-anak. Dalam acara Rakernas APEKSI di Jakarta, Rabu (tanggal spesifik), Menko PMK secara resmi meminta seluruh wali kota di Indonesia untuk mengoptimalkan Gerakan Ruang Aman dan Nyaman Untuk Anak (Gernas Ranah) sebagai bagian dari upaya nasional menuju keberlanjutan pembangunan. Latest Program ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan sistem keamanan dan kenyamanan bagi anak di berbagai ranah, seperti keluarga, sekolah, ruang publik, serta media digital.
Penekanan pada Wilayah Kritis dan Peran Pemerintah Daerah
“Kota-kota perlu menjadi pusat kegiatan yang mendorong kehidupan anak yang lebih baik,” tutur Pratikno. Ia menekankan bahwa Gernas Ranah fokus pada lima ranah utama: keluarga, lingkungan sekolah, ruang publik, ruang digital, dan sistem penunjang. Menko PMK mengatakan, peran wali kota sangat vital dalam memastikan keberhasilan program ini, karena mereka berada di garda depan dalam mengimplementasikan kebijakan yang mengutamakan kepentingan anak.
Menko PMK menyoroti bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab utama untuk menciptakan tata kelola ruang yang inklusif dan ramah. Dalam konteks ini, Latest Program bertindak sebagai kerangka kerja nasional yang menuntut keterlibatan aktif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk para pemimpin kota. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antarlembaga pemerintah dan masyarakat adalah kunci dalam memastikan program ini berjalan efektif.
Implementasi Gernas Ranah di Berbagai Sektor
Gernas Ranah dirancang untuk mencakup berbagai aspek kehidupan anak, mulai dari pendidikan hingga perlindungan di ruang digital. Pratikno menjelaskan bahwa program ini memerlukan perubahan kebijakan, pengaturan infrastruktur, serta pendekatan partisipatif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Misalnya, dalam ranah pendidikan, pemerintah kota harus memastikan lingkungan belajar yang aman, terbuka, dan mendorong kreativitas anak. Di sektor ruang publik, kebersihan, keamanan, dan aksesibilitas menjadi fokus utama.
“Kota-kota harus menjadi contoh yang baik dalam menyediakan ruang yang mendukung kehidupan anak yang berkualitas,” ujar Menko PMK. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan Latest Program bergantung pada konsistensi pemerintah daerah dalam mengawal pelaksanaannya. Pratikno juga menekankan pentingnya survei dan evaluasi rutin guna menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan lokal.
Peran Masyarakat dan Kemitraan Strategis
Dalam upaya membangun lingkungan yang aman bagi anak, Menko PMK mengajak masyarakat sipil, organisasi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk terlibat. Ia mencontohkan bahwa sekolah, rumah ibadah, dan pusat kebugaran bisa menjadi pusat aktivitas yang menjadikan anak sebagai prioritas utama. Latest Program juga meminta wali kota untuk menyediakan dana dan sumber daya yang memadai guna mengakselerasi proyek penguatan ruang kehidupan anak di setiap wilayah.
Pratikno mengatakan bahwa Gernas Ranah bisa menjadi penggerak utama dalam mencapai SDGs (Pembangunan Berkelanjutan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) yang terkait dengan kesejahteraan anak. Ia menjelaskan bahwa program ini memerlukan pendekatan holistik, bukan hanya sekadar regulasi tetapi juga perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat.
Kontribusi Gernas Ranah terhadap Pembangunan Nasional
Menko PMK berharap Latest Program bisa menjadi salah satu poros utama dalam meningkatkan kualitas kehidupan anak di Indonesia. Dengan menerapkan Gernas Ranah secara merata, ia yakin akan tercipta lingkungan yang lebih sehat, aktif, dan inklusif. Program ini juga diperkirakan mampu mengurangi risiko kekerasan, kesenjangan akses, dan ketidakadilan dalam sistem pendidikan serta layanan sosial.
“Kita perlu membangun kota-kota yang menjadi ruang kehidupan anak yang nyaman dan membanggakan,” ujar Pratikno. Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini bisa terukur dari peningkatan indikator kesejahteraan anak, seperti tingkat partisipasi pendidikan, kualitas layanan publik, dan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait anak.
Persiapan dan Kiat Implementasi Gernas Ranah
Menko PMK menyebutkan bahwa pemerintah kota perlu melakukan persiapan matang sebelum menerapkan Latest Program ini. Salah satu kiat yang diajukan adalah melibatkan seluruh pemangku kepentingan, seperti dinas pendidikan, kesehatan, dan keluarga. Pratikno juga mendorong penggunaan teknologi untuk memantau dan mengevaluasi progres program di berbagai wilayah.
Menurutnya, keberhasilan Gernas Ranah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah tetapi juga pada partisipasi masyarakat. Ia menekankan bahwa kesadaran akan pentingnya lingkungan yang aman dan nyaman harus ditumbuhkan melalui edukasi dan sosialisasi yang intensif. Dengan demikian, Latest Program ini bisa menjadi bahan pemersatu untuk menciptakan masyarakat yang lebih peduli pada masa depan anak-anak Indonesia.
