Latest Program: BCA Lanjutkan Aksi “Buyback” Saham dengan Anggaran Rp5 Triliun
Latest Program – Sebagai bagian dari strategi penguatan posisi pasar, PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (kode saham: BBCA) melanjutkan aksi “buyback” saham dalam rangkaian program yang mereka tetapkan sebagai bagian dari latest program transformasi perusahaan. Aksi korporasi ini dianggarkan hingga Rp5 triliun, mencakup dana pembelian saham, biaya transaksi, serta dana tambahan untuk kegiatan operasional selama periode implementasi.
Program Buyback BCA: Penjelasan dan Perencanaan
Aksi pembelian kembali saham (buyback) BCA diluncurkan pada bulan April 2026 sebagai bagian dari latest program pengelolaan modal perusahaan. Dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu, Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai saham dan memperkuat rasio modal. Dengan anggaran total Rp5 triliun, BCA berharap langkah ini dapat menarik perhatian investor dan menunjukkan komitmen terhadap pertumbuhan jangka panjang.
“Buyback ini menjadi salah satu inisiatif dalam latest program kami untuk memastikan keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas keuangan. Kami percaya langkah ini akan memberikan dampak positif pada harga saham dan kinerja pasar,” ujar Hendra Lembong dalam konferensi pers.
Kelanjutan program buyback ini dilaksanakan dalam kurun waktu satu tahun, yaitu dari 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027. Manajemen BCA menyatakan bahwa aksi korporasi ini dapat dihentikan lebih awal jika telah mencapai target atau memenuhi syarat hukum yang ditetapkan. Dengan demikian, perusahaan tetap fleksibel dalam menyesuaikan strategi berdasarkan kondisi pasar yang dinamis.
Manfaat dan Tujuan Aksi Buyback BCA
Aksi buyback BCA tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan harga saham, tetapi juga untuk memperbaiki rasio utang dan modal perusahaan. Dengan membeli saham dari pasar, BCA dapat mengurangi jumlah saham yang beredar, sehingga meningkatkan konsentrasi kepemilikan dan mengoptimalkan nilai per saham. Hendra Lembong menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mengevaluasi kinerja keuangan dan mendapatkan dukungan dari komite audit serta pihak-pihak terkait.
“Buyback menjadi alat untuk menunjukkan kepercayaan terhadap kondisi pasar modal Indonesia. Kami juga ingin memperkuat fondasi keuangan perusahaan agar bisa tetap stabil meski menghadapi fluktuasi ekonomi,” tambah Hendra.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor, terutama di tengah tantangan pasar yang berubah cepat. Dengan latest program ini, BCA menunjukkan komitmen untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan, sejalan dengan visi menjadi bank yang unggul di Asia Tenggara.
Dividen Interim dan Konsistensi Strategi
Menjaga konsistensi dalam latest program transformasi, BCA juga mengumumkan pembagian dividen interim pertama pada kuartal II tahun buku 2026, yang akan diberikan pada 26 Juni 2026. Dividen ini diberikan berdasarkan performa perusahaan selama periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026, serta komitmen untuk memberikan manfaat kepada pemegang saham secara adil.
“Kami yakin bahwa latest program ini tidak hanya memberikan nilai tambah kepada saham, tetapi juga memperkuat hubungan dengan pemegang saham. BCA tetap fokus pada peningkatan kinerja keuangan sambil bergerak secara hati-hati di tengah dinamika pasar,” papar Hendra Lembong.
Program buyback dan pembagian dividen menjadi bagian dari upaya BCA untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kesejahteraan pemegang saham. Dengan dua latest program ini, perusahaan menunjukkan strategi yang terukur dan berfokus pada keberlanjutan pertumbuhan. Hendra menegaskan bahwa pihaknya terus memantau hasil implementasi serta menyesuaikan langkah strategis sesuai dengan perkembangan ekonomi.
