Pers sebagai Benteng Melawan Pinjol Ilegal
Beritaturah.com – Jakarta — Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa lembaga pers memegang posisi strategis dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat serta memberantas maraknya pinjaman online ilegal. Menurutnya, media massa memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada publik mengenai perbedaan antara pinjaman daring (pindar) yang legal dan yang tidak berizin.
Salah satu kontribusi penting pers adalah menyederhanakan istilah-istilah teknis dalam industri teknologi finansial (fintech). Dengan demikian, masyarakat awam dapat lebih mudah memahami konsep-konsep tersebut sehingga proses edukasi berjalan efektif. Munir menekankan bahwa kemampuan pers untuk mengubah bahasa fintech yang cenderung rumit menjadi bahasa sehari-hari merupakan nilai tambah yang signifikan.
“Nah di sinilah peran pers menjadi strategis. Pers menjadikan kegiatan ini sebagai pengetahuan yang bermanfaat untuk memastikan tulisan-tulisan kita, karya-karya kita bisa mengedukasi masyarakat. Bahasa-bahasa fintech yang rata-rata agak tinggi menjadi bahasa yang bisa dipahami oleh masyarakat umum,” kata Munir dalam Workshop Jurnalistik di Jakarta, Kamis.
Potensi dan Tantangan Industri Pindar
Munir menjelaskan bahwa industri pindar sesungguhnya menyimpan potensi besar untuk memperluas akses pembiayaan. Hal ini khususnya bermanfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau oleh layanan keuangan konvensional. Namun, di sisi lain, aktivitas pinjol ilegal yang semakin masif menjadi tantangan serius yang perlu diatasi karena berpotensi merugikan banyak pihak.
Korban pinjol ilegal umumnya menghadapi berbagai praktik tidak beretika, mulai dari penagihan yang keras, intimidasi, teror, penyalahgunaan data pribadi, hingga penipuan digital. Munir mengajak semua pihak untuk terus menggaungkan informasi ini agar masyarakat benar-benar paham dan mengerti bahwa pinjaman online ilegal yang selama ini marak terjadi, yang menjadi korban adalah masyarakat.
Kolaborasi PWI dan AFPI
Munir berharap para wartawan dapat memanfaatkan lokakarya tersebut untuk memperdalam pemahaman mengenai industri pindar. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan pemberitaan yang dihasilkan akan lebih akurat sekaligus mampu meningkatkan literasi keuangan masyarakat secara keseluruhan.
Lebih lanjut, Munir menambahkan bahwa PWI bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berkomitmen untuk mendorong edukasi kepada masyarakat melalui karya jurnalistik. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat memahami perbedaan antara pindar berizin dan pinjol ilegal. “Oleh karenanya, antara kita dengan AFPI ini mendorong agar ayo bersama-sama kita memberikan literasi kepada masyarakat, mengedukasi masyarakat melalui wartawan,” kata Munir.
Workshop Jurnalistik ini digelar oleh AFPI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan tema “Pindar untuk Inklusi Keuangan, Jurnalisme untuk Perlindungan Publik”.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is PWI nilai pers punya peran strategis?
PWI nilai pers punya peran strategis is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does PWI nilai pers punya peran strategis matter?
PWI nilai pers punya peran strategis matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
