Hiburan

Tembus West End, kini rancang koreografi Home Sweet Loan The Musical

Foto : Daniel Moore - beritaturah.com
Table of Contents
  1. El Haq Latief Rancang Koreografi Home Sweet Loan The Musical Pasca Sukses di West End
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

El Haq Latief Rancang Koreografi Home Sweet Loan The Musical Pasca Sukses di West End

Beritaturah.com – Adaptasi film “Home Sweet Loan” ke panggung teater musikal telah resmi diumumkan melalui kerja sama tiga entitas: Visinema, Indonesia Kaya, dan Jakarta Art House. Salah satu koreografer yang dipercaya dalam proyek ini adalah El Haq Latief, seorang seniman yang telah mengukir nama di London’s West End.

El Haq merupakan lulusan program Indonesia Kaya, yaitu Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya (IMB) Angkatan Pertama. Sebelumnya, ia pernah memerankan Helga—seorang penari di Kit Kat Club—serta menjadi bagian dari pemeran pendukung dalam produksi musikal “Cabaret” di London.

Proses Kolaborasi yang Dimulai dari London

Keterlibatan El Haq dalam proyek ini bermula ketika ia masih menetap di London. Produser Fadli Hafizan dan sutradara Lisa Reideka menghubungi sang koreografer untuk bergabung. El Haq menceritakan awal mula kolaborasi tersebut:

“Awalnya Fadli dan Lisa menghubungi Idgitaf, lalu mereka bilang, ‘Eh sayang, koreoin dong musikal Home Sweet Loan.’ Aku coba buat draf koreografi dari lagu ‘Berakhir di Aku.’ Setelah didengar lagi, mereka bilang, ‘Gila!’ Rasanya semakin berat, tapi inspirasinya datang dari lirik yang cantik namun menyakitkan.”

Setelah mengeksplorasi lagu “Berakhir di Aku”, El Haq melanjutkan perancangan gerak dengan memadukan gaya kontemporer jazz pada lagu “Riuh Jakarta” karya Idgitaf. Sementara itu, lagu “Cukup Nggak Cukup” mendapat sentuhan unsur hip-hop yang groovy.

Merefleksikan Emosi Kaluna melalui Gerak

Kerja sama dengan koreografer Nudiandra Sarasvati menjadi kunci dalam menggambarkan dinamika emosi karakter utama, Kaluna, saat berhadapan dengan realitas urban yang keras. El Haq menjelaskan pendekatannya terhadap musik dan gerakan:

“Aku sempat mendengarkan semua lagu di pesawat. Yang menarik, aku bisa mengerjakan berbagai genre dalam musikal ini. Aku tidak ingin membatasi musikal ini pada satu genre saja. Manusia mengalami banyak hal berbeda dalam hidup, bahkan dalam satu hari—naik turun, naik turun. Sama seperti perasaan Kaluna.”

Untuk mengeksekusi visi tersebut, kedua koreografer mengamati kehidupan sehari-hari di Jakarta. Inspirasi gerakan panggung mereka dapatkan langsung dari pengalaman El Haq saat kembali ke Ibu Kota:

“Aku baru sampai, dijemput, melihat motor-motor yang berlalu-lalang. Saat itu aku berpikir, ‘Ini Riuh Jakarta banget.’ Lalu ke Sambel Setan Benhil, melihat orang-orang merokok saat jam makan siang dari kantor berbeda dengan perokok yang bekerja di sana. Inspirasi bukan hanya dari teks, tapi dari pengalaman hidup di Jakarta, di Indonesia, dalam riuhnya Jakarta.”

Koordinasi Musik dan Koreografi

Upaya merefleksikan gerak tersebut diselaraskan dengan penataan musik oleh Ivan Tangkulung serta Yandi Brownsu sebagai vocal director. Yandi menekankan pentingnya komunikasi intensif antara tim vokal dan koreografer agar eksekusi di panggung tetap realistis:

“Kami berkolaborasi dengan penari terlebih dahulu. Aku bisa bilang ke Nudiandra Sarasvati, ‘Nud, bagian ini boleh disederhanakan sedikit karena nadanya tinggi, tidak mungkin nadanya begitu sambil menari.’ Menari dengan nada tinggi memang cukup menantang.”

Ivan Tangkulung dan Yandi Brownsu juga membagi wilayah suara para pemain. Pembagian ini memastikan karakter suara berkepribadian perempuan seperti Kaluna dan laki-laki seperti Kanendra dapat terdengar jelas kepada penonton.

Jadwal Pertunjukan

Proyek adaptasi panggung ini dijadwalkan menampilkan 23 kali pertunjukan. Acara akan berlangsung dari 30 September hingga 18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Frequently Asked Questions

What is Tembus West End kini rancang koreografi?

Tembus West End kini rancang koreografi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tembus West End kini rancang koreografi matter?

Tembus West End kini rancang koreografi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment