Kalsel perluas rumah oksigen di puskesmas perkuat layanan bagi warga
Table of Contents
Kabut Asap Memicu Kalsel Percepat Penempatan Oksigen di Puskesmas Banjarbaru
Beritaturah.com – Asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti sebagian wilayah Kalimantan Selatan selama beberapa pekan terakhir memaksa pemerintah provinsi mempercepat langkah konkret di lini depan layanan kesehatan. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Dinkes Kalsel) mengambil keputusan untuk mengaktifkan rumah oksigen di sejumlah puskesmas yang tersebar di Kota Banjarbaru. Langkah ini bertujuan agar warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan partikel halus dapat langsung memperoleh dukungan oksigen tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit rujukan.
Keputusan tersebut diumumkan oleh Suriani Agreini Sagoba, Kepala UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Dinkes Kalsel, saat memberikan keterangan di Banjarmasin pada hari Senin. Ia menegaskan bahwa proses pengaktifan dilakukan secara bertahap dalam rentang beberapa hari ke depan, dengan fokus utama memastikan setiap fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di wilayah Banjarbaru benar-benar siap beroperasi sebelum musim kabut mencapai puncaknya.
Langkah Awal: Koordinasi dan Pemantauan di Lapangan
Sebelum unit oksigen konsentrator benar-benar dioperasikan oleh pasien, tim dari UPTD Pelayanan Krisis terlebih dahulu melakukan koordinasi teknis dan pemantauan kesiapan infrastruktur di masing-masing puskesmas. Suriani menjelaskan bahwa tahap awal ini mencakup pengecekan instalasi listrik, ketersediaan ruang yang memadai, serta kesiapan tenaga kesehatan yang akan mengoperasikan perangkat.
Dari hasil pemantauan awal, Puskesmas Guntung Manggis tercatat telah memiliki lima unit oksigen konsentrator yang siap diaktifkan. Sementara itu, Puskesmas Sungai Besar juga mengoperasikan lima unit sejenis yang telah ditempatkan di beberapa area kritis, meliputi Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang Antenatal Care (ANC), ruang bersalin, dan ruang infeksius. Suriani mengonfirmasi bahwa rumah oksigen di fasilitas tersebut sudah aktif dan melayani pasien sejak tahap awal.
Di Puskesmas Landasan Ulin Timur, mekanisme penyaluran sedikit berbeda. Satu unit oksigen konsentrator diserahkan langsung dari Unit Krisis kepada Kepala Puskesmas setempat sebagai bentuk dukungan operasional. Penyerahan ini dimaksudkan agar puskesmas memiliki kapasitas mandiri dalam menangani pasien yang membutuhkan suplementasi oksigen tanpa bergantung pada pengiriman ulang dari posko terpusat.
Mekanisme Pengaturan: SK Kolektif dari Dinkes Banjarbaru
Untuk memberikan landasan hukum dan administratif yang jelas, Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) secara kolektif. Dokumen tersebut akan mengatur tata kelola pengaktifan rumah oksigen di seluruh puskesmas yang berada di bawah yurisdiksi Banjarbaru. Suriani menambahkan bahwa setelah SK diterbitkan, pelaksanaannya akan dievaluasi secara berkala guna memastikan bahwa layanan berjalan sesuai kebutuhan riil masyarakat dan tidak menimbulkan kesenjangan antarwilayah.
“Tujuannya agar masyarakat yang terdampak bisa segera mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama,” ujar Suriani.
Latar Belakang: Dari Posko Terpusat ke Puskesmas
Perluasan ini bukan langkah pertama. Sebelumnya, Dinkes Kalsel telah mendirikan rumah oksigen di posko pelayanan terpusat yang berfungsi sebagai titik tanggap cepat bagi warga terdampak kabut asap maupun bagi anggota satuan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengalami kelelahan fisik dan gangguan pernapasan di lapangan. Namun, pengalaman operasional menunjukkan bahwa posko terpusat saja tidak cukup menjangkau seluruh populasi rentan, terutama mereka yang tinggal di permukiman terpencil atau memiliki keterbatasan mobilitas.
Oksigen konsentrator sendiri merupakan perangkat yang memisahkan oksigen dari udara ambient dan menyajikannya dalam konsentrasi lebih tinggi (umumnya 90–95 persen) melalui selang nasal. Perangkat ini menjadi krusial bagi pasien dengan gangguan pernapasan ringan hingga sedang, termasuk mereka yang mengalami eksaserbasi asma, PPOK, atau infeksi saluran napas akibat partikel PM2.5 dalam asap. Dengan menempatkan perangkat ini di puskesmas, jarak tempuh pasien ke titik layanan oksigen dapat dipersingkat secara drastis.
Implikasi bagi Sistem Rujukan Kesehatan
Salah satu persoalan struktural yang kerap muncul saat musim kabut adalah penumpukan pasien di fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (FKTL) seperti rumah sakit daerah. Banyak kasus yang sebenarnya dapat ditangani di tingkat puskesmas justru dirujuk ke atas karena puskesmas tidak memiliki kapasitas oksigen. Akibatnya, ruang IGD rumah sakit menjadi overload, sementara pasien dengan kondisi ringan harus menunggu berjam-jam.
Dengan mengaktifkan rumah oksigen di puskesmas, Dinkes Kalsel berupaya memutus rantai rujukan yang tidak perlu. Pasien dengan kebutuhan oksigen suplementer ringan dapat ditangani langsung di FKTP, sehingga kapasitas FKTL tetap tersedia untuk kasus-kasus yang benar-benar memerlukan intervensi tingkat lanjut. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip desentralisasi layanan kesehatan yang telah lama diadvokatkan dalam kebijakan kesehatan nasional Indonesia.
Ekspansi ke Kabupaten Banjar dan Tanah Laut
Setelah seluruh puskesmas di Kota Banjarbaru dinyatakan siap dan beroperasi, kegiatan pengaktifan rumah oksigen akan diperluas ke dua wilayah berikutnya, yakni Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut. Suriani menegaskan bahwa ekspansi ini bertujuan memastikan seluruh fasilitas kesehatan di ketiga wilayah tersebut mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat tanpa diskriminasi geografis.
Keputusan untuk memperluas jangkauan layanan oksigen ke tingkat puskesmas ini juga mengirimkan sinyal bahwa pemerintah provinsi memandang ancaman kabut asap bukan sekadar peristiwa musiman, melainkan risiko berulang yang menuntut kesiapsiagaan permanen di setiap titik layanan kesehatan primer. Dengan demikian, investasi pada infrastruktur oksigen di puskesmas diharapkan menjadi bagian dari kapasitas jangka panjang, bukan sekadar respons darurat yang dibongkar setelah musim asap berlalu.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kalsel perluas rumah oksigen di puskesmas?
Kalsel perluas rumah oksigen di puskesmas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kalsel perluas rumah oksigen di puskesmas matter?
Kalsel perluas rumah oksigen di puskesmas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
